Yesus mengubah hidup murid-muridNya pada hari Ia menampakkan diriNya tidak lama setelah kebangkitanNya,ketika mereka berkumpul dengan penuh ketakutan di tempat terkunci. Yesus berkata,"sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu"(Yoh :21b). Kita mungkin akan berfikir bahwa itu adalah ayat Alkitab yang indah untuk dibaca buukan secara artinya-panggilan untuk mengikutiNya dengan membawa kabar baik bagi dunia.
"Sama seperti Bapa mengutus Aku,demikian juga sekarang Aku mengutus kamu" (Yohanes 20:21b).
Ini adalah perkataan Tuhan kepada setiap murid yang mendengarNya. Apakah anda termasuk muridNya? Apakah anda ingin menjadi muridNya? Jika ya,ucapkan bersama-sama dengan saya,"Sama seperti BAPA mengutus Yesus,demikian juga sekarang Yesus mengutus aku!" Yesus adalah teladan utama kita dalam hidup,iman dan pelayanan. MenurutNya,anda dan saya dipanggil dan dipilih untuk mengikuti jejakNya sebagai utusan bagi dunia.
Adakalanya saya mendapat kritikan dari mereka yang tidak memahami sepenuhnya kasih Allah untuk mereka yang tersesat. Anda tidak perlu menjadi Tuhan untuk membaca firmanNya dan memahami sedikit tentang kasihNya bagi manusia yang terjatuh. Ketika kita berbicara tentang membawa bangsa-bangsa dan menyelamatkan ratusan jiwa dalam Nama Yesus, mereka akan berkata "Anda terlalu berlebihan. itu hal yang mustahil untuk dilakukan"
Saya yakin akan terdengar berlebihan jika Yesus berkata padda murid-muridNya yang bersembunyi di ruangan terkunci,"Kamu akan mengubah dunia dan sejarah-bahkan kerajaan Romawidan bangsa-bangsa buka Yahudi yang belum pernah kamu dengar" namun kenyataannya tidaklah demikian. Kenyataannya adalah bahwa Yesus mengutus mereka-dan Ia juga mengutus anda daan saya-sama seperti Bapamengutus Dia. Sesudah pertemuan antara Tuhan yang sudah bangkit dan murid-muuridNya yang ketakutan, Roh Kudus turun antara mereka. Mereka bergerak dengan berani dari kota ke kota dan dari bangsa ke bangsa,mengabarkan Injil yang mengubah sejarah dan hidup manusia ke manapun mereka pergi. Hal tersebuut sedang terjadi saat ini!
Yesus diutus untuk melakukan suatu pekerjaan. Ia sebagai teladan utama dan pemimpin kita,telah memberikan visi,kuasa dan tanggungjawab yang sama kepada kita! karena anda dan saya menerima kabar baik tentang Yesus dalam kehidupan kita,kita telah diubah menjadi ciptaan baru. Kita bisa mengubah nasib gereja,kota dan bangsa kita bahkan bangsa-bangsa lain di seluruh dunia melalui ketaatan kita pada visi yang dimiliki Yesus-namin tentunya dengan pimpinan Tuhan. Rahasia tentang kuasa Allah dapat ditemukan dalam perkataan Yesus: "Aku berkata kepadamu: sesungguhnya barangsiapa percaya kepadaKu,ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan,bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itui. Sebab Aku pergi kepada Bapa. Dan apa jua yang kamu minta dalam namaKu,Aku akan melakukannya,supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak(Yoh 14:12-13)
Yesus tidak membatasi perkataanNya hanya kepada mereka percaya padaNya di abad prtama,atau kepada laki-laki atau kepada Yahudi ortodoks saja. Tidak peduli di abad berapa anda hidup,satu-satunya syarat untuk melakukan pekerjaan-pekerjaanNya adalah: Apakah anda mempercayaiNya?
BERSEMBUNYI DARI DUNIA.
Walaupun Yesus Kristur telah mengajar dan membimbing murid-muridNya selama 3 tahun,mereka menjadi tawar hati ketika Yesus menyerahkan diriNya di atas kayu salib. mereka mengubuurkan Pemimpinnya dan berusaha untuk menghilang dan pengharapan mereka sepertinya terkibuur bersama Yesus. Masalahnya adalah mereka tidak memahamiapa yang sebenarnya terjadi dalam dunia roh, ann merreka tidak menyedaribahwa mereka dipilih untuk memainkan peranan rohani dalam mendirikan gereja yang kudus. Namun Guru mereka tidaak meninggalkan merka. "Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintuyang terkunci kerana mereka takut kepada orang-orang Yahuudi. Padda waktu itu datanglah Yesus dan berdiri ditengah-tengah mereka dan berkata: Damai sejahtera bagi kamu" (Yoh 20:19)
Kita tidak seharusnya menghakimi murid-murid Yesus karena menyembunyikan dirinya terhadap dunia luar. Kita bnerada di posoisi yang sama saat ini! Sebahagian besar gereja saat ini, telah menyembunyikan dirinya dri dunia yang kacau dan tterluka,mengikuti pola isolasi yang sudah berabad-abad. Mengapa? Saya fikir hal ini disebabkan kerana kita merasa sudah cukup memiliki Than bagi diri kita sendiri,dan tidak mempunyai keberanian untuk menjadi utusan bagi yang terluka,sama seperti Yesus.
Murid-murid Yesus yang awal menjadi "tidaak giat" sesudah Yesus tidak ada lagi di antara mereka kartena mereka meremehkan kuasa Allah dan rencanaNya. Mreka fikir,Mereka membunuh Tuhan kita,maka mereka juga akan membunuh kita, kerana mereka memiliki sudut pandang yang salah mengenai siapa Yesus sebenarnya. Mereka memandan Yesus sebagai seorang manusia yang telah mati bukan sebagai Anak Allah yang akan bangkit,jadi mereka tidak memahami siapa mereka atau tugas mereka di daalam Kristus. Tidak seorangpun yang menyedarri bahwa Allah berencana mengubah sejarah dunia melalui sekelompok kecil orang-orang yang ketakutan yang bersembunyi di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci.
Mereka yang berada di tempat itu telah mengetahui kuasa Allah ketikan Ia mengutus mereka untuk menyembuhkan yang sakit dan mengusir setan di "masa yang lalu". TTapi mereka merasa tidak mampu dan berkuasa saat itu di Yerusalem ketika Yesus yang sudah bangkitdatang dan berdiri di tengah-tengah mereka dan memberi kekuatan.
Showing posts with label KUASA DI BALIK DOA DAN PUASA. Show all posts
Showing posts with label KUASA DI BALIK DOA DAN PUASA. Show all posts
Tuesday, March 13, 2012
Thursday, February 26, 2009
BAB 1b - HARGANYA TERLALU MAHAL
Harganya Terlalu Mahal
Terlepas dari apa yang saya baca di Alkitab, saya bergumul apakah saya harus menjadi orang Kristen, karena harga yang harus dibayar terlalu mahal. Jika saya menerima Yesus, maka saya akan ditplak oleh keluarga, termasuk ibu dan saudara-saudara saya; dan saya akan kehilangan semua status yang saya miliki dalam masyarakat Hindu. Bahkan, sepanjang pengetahuaan saya, saya akan menjadi orang pertama dalam kasta saya yang berpaling dari kepercayaan Hindu. Akhirnya, saya berkata, “Saya tidak akan membaca Alkitab lagi. Saya bahkan tidak akan berpikir tentang Yesus lagi.”
Tiba-tiba saya tertidur. Saya tidak pingsan atau berniat untuk tidur. Ini adalah hal yang aneh. Kepala saya tiba-tiba terjatuh diatas meja dan dengan cepat saya dibawa ke tempat yang belum pernah saya kunjungi sebelumnya. Saya berjalan di atas jalan yang terbuat dari emas dan saya mendengar suara-suara yang sangat merdu, menyanyikan lagu-lagu yang belum pernah saya dengar sebelumnya. Saya melihat warna-warni yang belum pernah saya lihat sebelumnya. Saya benar-benar merasa sangat gembira (hal ini yang sangat berarti bagi seorang hindu!).
Kesempurnaan ada di sekeliling saya, tetapi tiba-tiba semuanya menjadi tidak berarti ketika saya menlihat Sumber kesempurnaan berjalan mendekati saya. Saya melihat cahaya yang lebih terang daripada 10.000 matahari digabungkan menjadi satu, namun cahaya itu tidak menyakitkan mata saya, ia mendatangi saya, dan entah bagaimana saya tahu bahwa Ia adalah Yesus. Saya tidak pernah melupakan mataNya. Ketika saya melihat kedalam mataNya, sepertinya ia telah merasakan semua penderitaan di dunia dan telah meneteskan air mata seperti yang ditangisi oieh dunia. Kasih yang murni terpancar dari mataNya ditambah kombinasi sempurna kemuliaan dan kemenangan. Kemudian Ia datang dan meletakkan tanganNya di bahu saya dan berkata, “saudaraKu....”
Tiba-tiba saya terbangun dan menemukan Alkiab yang saya terima dari wanita kecil Baptis itu terbula pada Injil Matius, di mana Yesus berbicara kepada orang muda yang kaya:
Kata Yesus kepadanya, “Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah kemari dan ikutlah Aku.”
Ketika orang muda itu mendengar perkataan itu, pergilah ia dengan sedih, sebab banyak hartanya...
Yesus berkata kepada murid-muridNya, “ Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam kerajaan Sorga” (Matius 19:21-23).
Saya membaca ayat itu dan menyadari bahwa orang muda yang kaya yang datang kepada Tuhan kemudian pergi karena ia piker harganya terlalu mahal untuk dibayar. Kemudian Tuhan berbicara dalam hati saya, “Apakah kamu juga sama dengan orang muda itu?” Saya menjawab, “Tidak, Tuhan,” dan langsung menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat saya, mengakhiri tradisi dan kesetiaan keluarga terhadap ajaran Hindu.
Saya semakin mendekati pengalaman saya dengan Stevie ketika saya pindah dari Afrika Timur ke Amerika Serikat dan mengikuti sekolah Alkitab di sebuah Universitas Kristen. Saya mendapat gelar sarjana dan melanjutkan studi saya. Saya akui bahwa saya bangga dengan kemampuan intelektual saya. Saya berniat untuk mendapat gelar Ph.D. dalam kesusteraan, dan saya menikmati status saya sebagai “seorang intelektual.” Saya biasanya membuat hal sederhana menjadi rumit.
Di tengah usaha saya mendeapatkan penghargaan intelektual dan gengsi melalui studi saya, saya mendapat berita bahwa ibu saya sekarat karena sakit kanker tukang akut di London, tempat keluaga saya tinggal setelah pindah dari Afrika Timur. Dokter-dokter yang merawat ibu saya mengatakan bahwa umur beliau hanya tinggal beberapa minggu kerana ia menderita kanker tulang ganas yang tidak bias disembuhkan.
SAYA MENYERAH
Saya tidak mempunyai jawaban bagi diri saya sendiri maupun bagi ibu saya saat itu sekarat dan menanyakan saya. Saya hanya seorang mahasiswa yang kurang mampu di Texas dan saya tidak punya uang untuk pergi Inggris. Saya sangat putus asa. Saya menyerah dan yang bisa saya lakukan hanyalah menangis tidak henti. Akhirnya, setelah selama 3 hari menangis dan bersedih, saya mengalami kejadian aneh di malam ketiga.
Sekali lagi saya tertidur, saya dibawa ketempat yang sama yang saya lehat beberapa tahun yang lalu di mana saya melihat jalan tersebut dari emas. Kali ini saya berada di tempat yang penuh rumput dan berlutut di bawah kaki Yesus. Saya memandang wajah-Nya dan mengangkat kedua tangan, dan saya bernyanyi bagi-Nya. Yesus meletakkan tangan-Nya di bahu saya, dan saya terkejut ketika menyadari bahwa saya bernyanyi dalam bahasa yang tidak saya mengerti. Kemudia saya terbangun, dan menyedari saya bahwa sesuatu telah terjadi. Ketika saya merasakan keharusan untuk berdoa, saya mematuhinya dan berkata, “Yesus”. Pada saat itu, angin terasa masuk ke kamar saya dan membuat saya tidak bisa bernafas. Kemudiaan saya merasa sesuatu yang meluap-luap dari dalam. Ketika saya mencoba membuka mulut, tiba-tiba sebuah lagu keluar dalam bahasa yang tidak saya mengerti! Akal pikiran saya berkata, “Ini aneh”, tapi diri saya berkata, “Ini mungkin aneh, tapi ini adalah hal paling indah yang pernah saya rasakan!”
Saya terus bernyanyi dalam bahasa yang asing ini selama satu setengah jam. Satu-satunya tokoh rohani yang saya kenal saat itu adalah seorang biarawati Katolik yang saya kenal di kampus. Saya tidak sabar untuk bercerita kepada seseorang tentang apa yang saya alami, jadi saya segera mencari suster Marsha. Saya berkata,”Suster Marsha, saya hendak menceritakan apa yang terjadi pada saya hari ini!” Setelah menceritakan apa yang saya alami kepadanya, saya bertanya, “Apakah saya sudah gila?” Saya tidak akan pernah melupakan jawabannya. Ia meletakkan bukunya dan menatap saya dengan sukacita dan berkata, “Puji Tuhan, saudara. Engkau telah di baptis dalam Roh Kudus!”
Roh Kudus menjadi begitu nyata bagi saya sejak hari itu. Ia mulai berbicara pada saya dan saya segera menyedari bahwa Ia adalah sosok Peribadi. Ia mulai mengatakan pada saya tentang Yesus. Ia berkata, “Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya. “Saya belum pernah membaca ayat ini sebelumnya di Ibrani 13: 8, jadi saya berkata, Apa?” Ia menjawab, “Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya.” Berdoalah bagi ibumu!
Kali ini saya menjawab, “Ya.” Sekali lagi Ia berkata, “Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya.” Akhirnya saya berkata, “Tuhan, apakah yang hendak kau katakana padaku?” Jawab-Nya, “Yesus sudah menyembuhkan 2000 tahun yang lalu. Ia tetap menyembuhkan hari ini.” Ketika saya bertanya, “Apakah maksud-Mu Tuhan?”Jawab-Nya, “berdoalah bagi ibumu!”
Kerana saya belum memahaminya (saya belum mengerti bahwa penyembuhan bukan untuk hari ini saja), saya berdoa bagi ibu saya seperti yang diperintahkan. Beberapa hari kemudian saya menerima kabar bahwa ibu saya telah sembuh total dari sakitnya yang parah. Ibu saya masih hidup selama 24 tahun sesudah penyembuhan itu dan menerima Yesus Kristus sebelum ia meninggal.
Ketika saya menerima baptisan Roh Kudus, ia mula memimpin saya. Iotulah saat di mana saya diutus ke Lubbock, Texas, dimana saya bertemu Stevie dab banyak anak-anak yang berharga yang membutuhkan kasih dan kuasa Tuhan. Kebenaran tentang berpuasa yang saya pelajari disana menjadi firman yang hidup bagi saya sejak hari itu iaitu lebih dari seperempat abad yang lalu. Saya mula melakukan puasa satu hari sebanyak beberapa kali pada tahun 1971. Tahun 1972, saya mula melakukan puasa 3 hari beberapa kali selama beberapa minggu, kemudian melakukan puasa 7 hari dan puasa 14 hari. Tahun 1973, saya melakukan beberapa kali puasa 7 hari, 14 hari, dan 21 hari dengan pimpinan dari Tuhan. ( saya sarankan sebaiknya anda konsultasi dengan dokter sebelum melakukan puasa apabila anda sedang hamil, dalam perawatan atau mempunyaiganguan kesehatan.)
SEKARANG LAKUKAN DUA KALI PUASA 40 HARI!
TAHUN 1974, SAYA MENJADI PENDETA DI SEBUAH Gereja di Levelland, Texas, ketika Tuhan berkata pada saya, “Lakukan puasa 40 hari.” Saya melakukan puasa 40 hari, dan seringkali saya merasakan pertolongan Tuhan. Tahun berikutnya, saya kembali melakukan puasa 40 hari dan beberapa kali puasa 14 hari dan 2 hari. Saya menikah dengan Bonnie pada tahun 1976, dan pada tahun itulah Tuhan berkata pada saya, “sekarang lakukan dua kali puasa 40 hari.” Selama beberapa tahun setelah itu saya melakukan dua kali puasa 40 hari tiap tahunnya dan minimum dua kali puasa 21 hari.
Tahun 1977, saya kembali merasa dipimpin untuk melakukan dua kali puasa 40 hari, dan saya juga melakukan beberapa puasa yang berbeda jangka waktunya seperti yang diperintahkan Roh Kudus. Sesudah itu saya melakukan dua kali puasa 40 hari setiap tahun hingga tahun 1988, dengan puasa tambahan yang jangka waktunya lebih pendek. Tahun 1989, saya dipimpin untuk hany melakukan satu kali puasa 40 hari. Jumlah keseluruhannya, sayadipimpin oleh Roh Kudus dalam melakukan 29 kali puasa 40 hari. Sembilan belas puasa pertama, saya hanya minum air saja. Sesudah itu Tuhan men gizinkan saya minum jus. Isteri saya berkata bahwa rata-rata saya berpuasa 120 hari per tahun selama period dasar kehidupan dan pelayanan saya.
Saya tidak memahami sepenuhnya apa yang Tuhan perbuat pada tahun-tahun tersebut, tapi saya tahu bahwa saya mengasihi Yesus. Saya juga tahu bahwa Tuhan memerintahkan saya untuk berpuasa dan berdoa bagi umat yang dikasihi-Nya. Yang saya lakukan adalah mematuhi-nya. Bagi mereka yang mengenal atau berhubungan dekat dengan saya sebagao pendeta atau gembala pada saat itu mengetahui tentang hal berpuasa itu, tetapi selama lebih dari satu dekad saya belum diizinkan Tuhan untuk mengumumkan,menjelaskan, atau mengajarkan tentang cara berpuasa saya di pertemuan umum. Tuhan melakukan sesuatu dengan diam-diam yang baru dinyatakan dalam perintah-perintahNya dan dalam banyak hal adalah alasan berpuasa.
TIDAK SEMUA ORANG MENGERTI
Saya segera menyadari bahawa tidak semua orang mengerti atau menerima apa yang saya lakukan. Ada beberapa orang yang menganggap saya sebagai seorang yang fanatik, dan yang lainnya berpikir bahawa saya seorang yang terlalu rohani. Ktitik yang paling parah adalah yang mengatakan bahawa saya syok suci, dan saya akui bahawa kritikan dan kesalahpahaman tersebut cukup menyakitkan pada saat itu. Meskipun demikian, saya tahu bahawa apabila orang percaya mendengar suara Tuhan, sebaiknya ia melakukannya. Kadang-kadang tidak bisa dihindari bahwa ketaatan akan menimbulkan kebencian-meskipun di antara anda. Seringkali hal ini terjadi kerana musuh jiwa kita berusaha menimbulkan kebencian terhadap kegiatan yang akan mengancam kerajaan kegelapannya.saat anda melakukan peperangan rohani dengan cara berdoa,puji-pujian, penyembahan dan berpuasa, saya jamin bahawa musuh akan berusaha menghalangi dan menghambat jalan anda.
Di tahun-tahun dan dekad yang telah lewat sejak Allah menyatakan kuasa dari berpuasa pada saya dalam pelepasan Stevie, pernyataan tersebut telah menjadi Firman yang hidup dan batu penjuru dalam kehidupan dan pelayanan saya dalam Kristus. Sekarang saya mengerti bahwa Allah member saya mandate untuk membantu memulihkan kebenaran tentang berpuasa pada gereja-Nya di akhir zaman ini. Berpuasa adalah aspek yang sangat penting dari cara hidup perjanjian baru bagi gereja akhir zaman. Allah meminta saya untuk melakukan dua puluh Sembilan kali puasa 40 hari oloeh kerana kebenaran dasar bahwa kamu tidak bisa membagi sesuatu yang tidak kamu miliki.
Hanya sekitar sepulubh tahun yang lalu Tuhan berkata kepada saya, “Sekarang setelah engkau memilikinya, Aku memberimu kuasa untuk membagi-bagikan kebenaran ini kepada gereja akhir zaman- bagi mereka yang hendak melakukan perintah Yesus Kristus.” Sementara saya menulis kata-kata ini saya merasakan kepenuhan yang kekal. Buku ini adalah bagian dari buah yang dihasilkan selama tahun-tahun yang penuh ketidakpastian, yang saya tahu adalah saya mematuhi perintah Tuhan.
Tuhan mungkin tidak akan memerintahkanmu untuk melakukan puasa 40 hari (meskipun ya, anda akan mampu melakukannya dengan anugerah-Nya Allah). Buktinya jelas dan tidak diragukan: sebagai anggota jemaat dari gereja Yesus Kristus, Allah menghendaki setiap kita untuk melakukan puasa dalam hidup kita. Itu adalah bagian penting dari kehidupan kita sebagai bagian dari kebun anggur dan mempelai Allah, dan itu adalah cara hidup bagi teladan utama kita, Yesus Kristus.
CATATAN AKHIR
1. Baca Mazmur 27: 10
2. Karena prosedur standard bagi mereka yang bekerja di rumah sakit- rumah sakit, tempat perawatan cacat mental atau organisasi-organisasi kesehatan, saya diwajibkan oleh kode etik dan sudah menanda tangani perjanjian untuk menjaga kerahsian pasien yang saya tangani. Berdasarkan hal ini, saya telah ,mengganti nama anak muda ini.
3. Yohanes 8:32
4. Berdasarkan Roma 8: 32, hal tersebut dapat terjadi pada anda!
Terlepas dari apa yang saya baca di Alkitab, saya bergumul apakah saya harus menjadi orang Kristen, karena harga yang harus dibayar terlalu mahal. Jika saya menerima Yesus, maka saya akan ditplak oleh keluarga, termasuk ibu dan saudara-saudara saya; dan saya akan kehilangan semua status yang saya miliki dalam masyarakat Hindu. Bahkan, sepanjang pengetahuaan saya, saya akan menjadi orang pertama dalam kasta saya yang berpaling dari kepercayaan Hindu. Akhirnya, saya berkata, “Saya tidak akan membaca Alkitab lagi. Saya bahkan tidak akan berpikir tentang Yesus lagi.”
Tiba-tiba saya tertidur. Saya tidak pingsan atau berniat untuk tidur. Ini adalah hal yang aneh. Kepala saya tiba-tiba terjatuh diatas meja dan dengan cepat saya dibawa ke tempat yang belum pernah saya kunjungi sebelumnya. Saya berjalan di atas jalan yang terbuat dari emas dan saya mendengar suara-suara yang sangat merdu, menyanyikan lagu-lagu yang belum pernah saya dengar sebelumnya. Saya melihat warna-warni yang belum pernah saya lihat sebelumnya. Saya benar-benar merasa sangat gembira (hal ini yang sangat berarti bagi seorang hindu!).
Kesempurnaan ada di sekeliling saya, tetapi tiba-tiba semuanya menjadi tidak berarti ketika saya menlihat Sumber kesempurnaan berjalan mendekati saya. Saya melihat cahaya yang lebih terang daripada 10.000 matahari digabungkan menjadi satu, namun cahaya itu tidak menyakitkan mata saya, ia mendatangi saya, dan entah bagaimana saya tahu bahwa Ia adalah Yesus. Saya tidak pernah melupakan mataNya. Ketika saya melihat kedalam mataNya, sepertinya ia telah merasakan semua penderitaan di dunia dan telah meneteskan air mata seperti yang ditangisi oieh dunia. Kasih yang murni terpancar dari mataNya ditambah kombinasi sempurna kemuliaan dan kemenangan. Kemudian Ia datang dan meletakkan tanganNya di bahu saya dan berkata, “saudaraKu....”
Tiba-tiba saya terbangun dan menemukan Alkiab yang saya terima dari wanita kecil Baptis itu terbula pada Injil Matius, di mana Yesus berbicara kepada orang muda yang kaya:
Kata Yesus kepadanya, “Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah kemari dan ikutlah Aku.”
Ketika orang muda itu mendengar perkataan itu, pergilah ia dengan sedih, sebab banyak hartanya...
Yesus berkata kepada murid-muridNya, “ Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam kerajaan Sorga” (Matius 19:21-23).
Saya membaca ayat itu dan menyadari bahwa orang muda yang kaya yang datang kepada Tuhan kemudian pergi karena ia piker harganya terlalu mahal untuk dibayar. Kemudian Tuhan berbicara dalam hati saya, “Apakah kamu juga sama dengan orang muda itu?” Saya menjawab, “Tidak, Tuhan,” dan langsung menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat saya, mengakhiri tradisi dan kesetiaan keluarga terhadap ajaran Hindu.
Saya semakin mendekati pengalaman saya dengan Stevie ketika saya pindah dari Afrika Timur ke Amerika Serikat dan mengikuti sekolah Alkitab di sebuah Universitas Kristen. Saya mendapat gelar sarjana dan melanjutkan studi saya. Saya akui bahwa saya bangga dengan kemampuan intelektual saya. Saya berniat untuk mendapat gelar Ph.D. dalam kesusteraan, dan saya menikmati status saya sebagai “seorang intelektual.” Saya biasanya membuat hal sederhana menjadi rumit.
Di tengah usaha saya mendeapatkan penghargaan intelektual dan gengsi melalui studi saya, saya mendapat berita bahwa ibu saya sekarat karena sakit kanker tukang akut di London, tempat keluaga saya tinggal setelah pindah dari Afrika Timur. Dokter-dokter yang merawat ibu saya mengatakan bahwa umur beliau hanya tinggal beberapa minggu kerana ia menderita kanker tulang ganas yang tidak bias disembuhkan.
SAYA MENYERAH
Saya tidak mempunyai jawaban bagi diri saya sendiri maupun bagi ibu saya saat itu sekarat dan menanyakan saya. Saya hanya seorang mahasiswa yang kurang mampu di Texas dan saya tidak punya uang untuk pergi Inggris. Saya sangat putus asa. Saya menyerah dan yang bisa saya lakukan hanyalah menangis tidak henti. Akhirnya, setelah selama 3 hari menangis dan bersedih, saya mengalami kejadian aneh di malam ketiga.
Sekali lagi saya tertidur, saya dibawa ketempat yang sama yang saya lehat beberapa tahun yang lalu di mana saya melihat jalan tersebut dari emas. Kali ini saya berada di tempat yang penuh rumput dan berlutut di bawah kaki Yesus. Saya memandang wajah-Nya dan mengangkat kedua tangan, dan saya bernyanyi bagi-Nya. Yesus meletakkan tangan-Nya di bahu saya, dan saya terkejut ketika menyadari bahwa saya bernyanyi dalam bahasa yang tidak saya mengerti. Kemudia saya terbangun, dan menyedari saya bahwa sesuatu telah terjadi. Ketika saya merasakan keharusan untuk berdoa, saya mematuhinya dan berkata, “Yesus”. Pada saat itu, angin terasa masuk ke kamar saya dan membuat saya tidak bisa bernafas. Kemudiaan saya merasa sesuatu yang meluap-luap dari dalam. Ketika saya mencoba membuka mulut, tiba-tiba sebuah lagu keluar dalam bahasa yang tidak saya mengerti! Akal pikiran saya berkata, “Ini aneh”, tapi diri saya berkata, “Ini mungkin aneh, tapi ini adalah hal paling indah yang pernah saya rasakan!”
Saya terus bernyanyi dalam bahasa yang asing ini selama satu setengah jam. Satu-satunya tokoh rohani yang saya kenal saat itu adalah seorang biarawati Katolik yang saya kenal di kampus. Saya tidak sabar untuk bercerita kepada seseorang tentang apa yang saya alami, jadi saya segera mencari suster Marsha. Saya berkata,”Suster Marsha, saya hendak menceritakan apa yang terjadi pada saya hari ini!” Setelah menceritakan apa yang saya alami kepadanya, saya bertanya, “Apakah saya sudah gila?” Saya tidak akan pernah melupakan jawabannya. Ia meletakkan bukunya dan menatap saya dengan sukacita dan berkata, “Puji Tuhan, saudara. Engkau telah di baptis dalam Roh Kudus!”
Roh Kudus menjadi begitu nyata bagi saya sejak hari itu. Ia mulai berbicara pada saya dan saya segera menyedari bahwa Ia adalah sosok Peribadi. Ia mulai mengatakan pada saya tentang Yesus. Ia berkata, “Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya. “Saya belum pernah membaca ayat ini sebelumnya di Ibrani 13: 8, jadi saya berkata, Apa?” Ia menjawab, “Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya.” Berdoalah bagi ibumu!
Kali ini saya menjawab, “Ya.” Sekali lagi Ia berkata, “Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya.” Akhirnya saya berkata, “Tuhan, apakah yang hendak kau katakana padaku?” Jawab-Nya, “Yesus sudah menyembuhkan 2000 tahun yang lalu. Ia tetap menyembuhkan hari ini.” Ketika saya bertanya, “Apakah maksud-Mu Tuhan?”Jawab-Nya, “berdoalah bagi ibumu!”
Kerana saya belum memahaminya (saya belum mengerti bahwa penyembuhan bukan untuk hari ini saja), saya berdoa bagi ibu saya seperti yang diperintahkan. Beberapa hari kemudian saya menerima kabar bahwa ibu saya telah sembuh total dari sakitnya yang parah. Ibu saya masih hidup selama 24 tahun sesudah penyembuhan itu dan menerima Yesus Kristus sebelum ia meninggal.
Ketika saya menerima baptisan Roh Kudus, ia mula memimpin saya. Iotulah saat di mana saya diutus ke Lubbock, Texas, dimana saya bertemu Stevie dab banyak anak-anak yang berharga yang membutuhkan kasih dan kuasa Tuhan. Kebenaran tentang berpuasa yang saya pelajari disana menjadi firman yang hidup bagi saya sejak hari itu iaitu lebih dari seperempat abad yang lalu. Saya mula melakukan puasa satu hari sebanyak beberapa kali pada tahun 1971. Tahun 1972, saya mula melakukan puasa 3 hari beberapa kali selama beberapa minggu, kemudian melakukan puasa 7 hari dan puasa 14 hari. Tahun 1973, saya melakukan beberapa kali puasa 7 hari, 14 hari, dan 21 hari dengan pimpinan dari Tuhan. ( saya sarankan sebaiknya anda konsultasi dengan dokter sebelum melakukan puasa apabila anda sedang hamil, dalam perawatan atau mempunyaiganguan kesehatan.)
SEKARANG LAKUKAN DUA KALI PUASA 40 HARI!
TAHUN 1974, SAYA MENJADI PENDETA DI SEBUAH Gereja di Levelland, Texas, ketika Tuhan berkata pada saya, “Lakukan puasa 40 hari.” Saya melakukan puasa 40 hari, dan seringkali saya merasakan pertolongan Tuhan. Tahun berikutnya, saya kembali melakukan puasa 40 hari dan beberapa kali puasa 14 hari dan 2 hari. Saya menikah dengan Bonnie pada tahun 1976, dan pada tahun itulah Tuhan berkata pada saya, “sekarang lakukan dua kali puasa 40 hari.” Selama beberapa tahun setelah itu saya melakukan dua kali puasa 40 hari tiap tahunnya dan minimum dua kali puasa 21 hari.
Tahun 1977, saya kembali merasa dipimpin untuk melakukan dua kali puasa 40 hari, dan saya juga melakukan beberapa puasa yang berbeda jangka waktunya seperti yang diperintahkan Roh Kudus. Sesudah itu saya melakukan dua kali puasa 40 hari setiap tahun hingga tahun 1988, dengan puasa tambahan yang jangka waktunya lebih pendek. Tahun 1989, saya dipimpin untuk hany melakukan satu kali puasa 40 hari. Jumlah keseluruhannya, sayadipimpin oleh Roh Kudus dalam melakukan 29 kali puasa 40 hari. Sembilan belas puasa pertama, saya hanya minum air saja. Sesudah itu Tuhan men gizinkan saya minum jus. Isteri saya berkata bahwa rata-rata saya berpuasa 120 hari per tahun selama period dasar kehidupan dan pelayanan saya.
Saya tidak memahami sepenuhnya apa yang Tuhan perbuat pada tahun-tahun tersebut, tapi saya tahu bahwa saya mengasihi Yesus. Saya juga tahu bahwa Tuhan memerintahkan saya untuk berpuasa dan berdoa bagi umat yang dikasihi-Nya. Yang saya lakukan adalah mematuhi-nya. Bagi mereka yang mengenal atau berhubungan dekat dengan saya sebagao pendeta atau gembala pada saat itu mengetahui tentang hal berpuasa itu, tetapi selama lebih dari satu dekad saya belum diizinkan Tuhan untuk mengumumkan,menjelaskan, atau mengajarkan tentang cara berpuasa saya di pertemuan umum. Tuhan melakukan sesuatu dengan diam-diam yang baru dinyatakan dalam perintah-perintahNya dan dalam banyak hal adalah alasan berpuasa.
TIDAK SEMUA ORANG MENGERTI
Saya segera menyadari bahawa tidak semua orang mengerti atau menerima apa yang saya lakukan. Ada beberapa orang yang menganggap saya sebagai seorang yang fanatik, dan yang lainnya berpikir bahawa saya seorang yang terlalu rohani. Ktitik yang paling parah adalah yang mengatakan bahawa saya syok suci, dan saya akui bahawa kritikan dan kesalahpahaman tersebut cukup menyakitkan pada saat itu. Meskipun demikian, saya tahu bahawa apabila orang percaya mendengar suara Tuhan, sebaiknya ia melakukannya. Kadang-kadang tidak bisa dihindari bahwa ketaatan akan menimbulkan kebencian-meskipun di antara anda. Seringkali hal ini terjadi kerana musuh jiwa kita berusaha menimbulkan kebencian terhadap kegiatan yang akan mengancam kerajaan kegelapannya.saat anda melakukan peperangan rohani dengan cara berdoa,puji-pujian, penyembahan dan berpuasa, saya jamin bahawa musuh akan berusaha menghalangi dan menghambat jalan anda.
Di tahun-tahun dan dekad yang telah lewat sejak Allah menyatakan kuasa dari berpuasa pada saya dalam pelepasan Stevie, pernyataan tersebut telah menjadi Firman yang hidup dan batu penjuru dalam kehidupan dan pelayanan saya dalam Kristus. Sekarang saya mengerti bahwa Allah member saya mandate untuk membantu memulihkan kebenaran tentang berpuasa pada gereja-Nya di akhir zaman ini. Berpuasa adalah aspek yang sangat penting dari cara hidup perjanjian baru bagi gereja akhir zaman. Allah meminta saya untuk melakukan dua puluh Sembilan kali puasa 40 hari oloeh kerana kebenaran dasar bahwa kamu tidak bisa membagi sesuatu yang tidak kamu miliki.
Hanya sekitar sepulubh tahun yang lalu Tuhan berkata kepada saya, “Sekarang setelah engkau memilikinya, Aku memberimu kuasa untuk membagi-bagikan kebenaran ini kepada gereja akhir zaman- bagi mereka yang hendak melakukan perintah Yesus Kristus.” Sementara saya menulis kata-kata ini saya merasakan kepenuhan yang kekal. Buku ini adalah bagian dari buah yang dihasilkan selama tahun-tahun yang penuh ketidakpastian, yang saya tahu adalah saya mematuhi perintah Tuhan.
Tuhan mungkin tidak akan memerintahkanmu untuk melakukan puasa 40 hari (meskipun ya, anda akan mampu melakukannya dengan anugerah-Nya Allah). Buktinya jelas dan tidak diragukan: sebagai anggota jemaat dari gereja Yesus Kristus, Allah menghendaki setiap kita untuk melakukan puasa dalam hidup kita. Itu adalah bagian penting dari kehidupan kita sebagai bagian dari kebun anggur dan mempelai Allah, dan itu adalah cara hidup bagi teladan utama kita, Yesus Kristus.
CATATAN AKHIR
1. Baca Mazmur 27: 10
2. Karena prosedur standard bagi mereka yang bekerja di rumah sakit- rumah sakit, tempat perawatan cacat mental atau organisasi-organisasi kesehatan, saya diwajibkan oleh kode etik dan sudah menanda tangani perjanjian untuk menjaga kerahsian pasien yang saya tangani. Berdasarkan hal ini, saya telah ,mengganti nama anak muda ini.
3. Yohanes 8:32
4. Berdasarkan Roma 8: 32, hal tersebut dapat terjadi pada anda!
Thursday, February 12, 2009
BAB 1a- Apakah Jawaban Bagi Stevie?
Di awal perjalanan saya dengan Kristus, saya berkerja di sebuah rumah sakit bagi anak-anak cacat mental di Lubbock, Texas. Sama seperti Yesus yang di pimpin oleh Roh Kudus ke padang gurun, saya di pimpin ke Texas – di sebuah sekolah untuk membimbing anak-anak cacat. Dapat saya katakan bahwa tempat tersebut adalah salah satu tempat yang paling tragis. Hari-hari saya dipenuhi dengan interaksi berjam-jam yang menyedihkan dengan anak-anak yang hancur dan terluka ditambah dengan udara sekitar yang sangat bau. Anak-anak yang saya tangani tidak bisa mengendalikan dirinya. Mereka sering buang air di mana saja; pada diri mereka sendiri, di pintu, atau bahkan pada diri anda. Kadang-kadang saya bertanya, “Tuhan, apakah ini kehendak-Mu? Apakah Engkau sunguh-sungguh memimpin aku di sini?”
Tidak lama saya menyadari bahwa Tuhan memimpin saya kesana untuk menerima pengajaran dari-Nya. Di Lubbock, Texas inilah tempat saya belajar memahami Roh Kudus secara peribadi. Bahkan sebahagian besar prinsip-prinsip yang saya terapkan dalam pelayanan saya sekarang, saya pelajari di tempat itu.
Ada ratusan anak-anak di sana dan sebahagian besar dari mereka telah “dibuang” atau diserahkan oleh orang tuanya sendiri. Meskipun secara hukum mereka “diasuh oleh Negara”, pada kenyataannya mereka adalah bagian dari nilai-nilai kemanusiaan yang telah hancur, yang tidak diingini atau diakui oleh sesiapapun. Tuhan berkata pada saya, “Firman-Ku berkata jika ayah dan ibumu meninggalkanmu, Aku akan menyambutmu. Aku ingin agar engkau mengasihi anak-anak ini dan menjadi utusan-ku.” 1 Saya pun melakukannya.
Pada sembilan jam pertama, saya menangani anak-anak yang sudah bisa berjalan. Kemudian saya menangani bayi-bayi yang mengalami kerusakan otak ringan. Kebanyakan bayi tersebut lahir dari ibu-ibu pemakai heroin, sementara yang lainnya berada di sini akibat serangan dari orangtua mereka yang alkoholik terutama ketika mereka sedang mabuk. Bayi-bayi ini ditempatkan di tempat tidur kecil sehingga mereka cukup besar dan tidak muat lagi di tempat itu, dan biasanya saya menggendong mereka dan duduk di kerusi goyang sambil berdoa dengan bahasa roh. Saya tahu bahwa Yesus mengasihi mereka, demikian juga saya. Sepertinya Yesus memberikan hati-Nya yang hancur untuk anak-anak itu dalam diri saya. Saya sungguh-sungguh mengasihi anak-anak kecil itu.
Tuhan Mulai Memulihkan Mereka
Tiba-tiba saya menyadari bahwa anak-anak yang dinyatakan tidak bisa berjalan, mulai berjalan. Seorang gadis kecil yang secara medis dinyatakan lahir buta, mulai melihat dan bereaksi! Setiap kali saya masuk ke kamarnya, walaupun tanpa suara, ia akan menoleh dan memandang saya sambil mengulurkan tangannya! Sungguh – Tuhan mulai memulihkan anak-anak ini.
Pada saat itulah saya ditunjuk untuk bergabung kedalam sebuah “regu psikologi” yang bertugas menerapkan teknik modifikasi perilaku pada beberapa anak tertentu. Teknik ini dirancang untuk melatih anak-anak berusia 15,16 dan 20 tahun agar dapat mengikat tali sepatu mereka sendiri atau pergi ke kamar mandi tanpa harus ditemani.
Saya tidak akan lupa hari ketika saya bertemu seorang anak laki-laki berusia 16 tahun dalam kelompok tersebut, yang saya panggil “Stevie.” 2 Stevie adalah penderita penyakit sindrom Down, cacat mental yang biasanya ditandai dengan menurunnya kapasitas mental dan kondisi fisik yang tidak sempurna. Kasus Stevie bahkan lebih parah. Dia sering menyakiti dirinya sendiri dengan berteriak-teriak sambil memukuli wajahnya.
Staf psikolog di sekolah telah mendapat ijin pemerintah Negara bagian di Austin, Texas, untuk melakukan terapi kondisi negative, yang bertujuan untuk memodifikasi perilaku Stevie dengan melakukan syock elektrik tiap kali dia mulai menyakiti dirinya sendiri. Mereka membuat grafik perilaku selama periode tersebut, dan saya melihat grafiknya. Keadaannya justru semakin memburuk. Ketika saya ada di sana, wajahnya terasa sangat kasar kerana ia terus menerus menyakiti dirinya.
Akhirnya para petugas mengikat Stevie pada sebatang kayu sehingga ia tidak bias menyentuh wajahnya. Namun timbul masalah lain, anak-anak yang satu kelompok dengannya sering menganggunya. Mereka suka berlari-lari dibelakang Stevie dan mendorongnya dengan kuat sehingga ia kehilangan ke seimbangan dan terjatuh. Stevie tidak bisa melindungi wajahnya kerana tangannya terikat setiap kali anak-anak itu mempermainkan dan mendorongnya, dan Stevie akan jatuh lantai tanpa bisa melindungi wajahnya atau mengurangi rasa sakitnya ketika jatuh.
Apakah Jawaban Bagi Stevie?
Sering kami mendapati darah mengalir dari hidung, bibir, dan mulutnya. Setiap kali saya datang, Stevie bisa merasakan kasih Allah yang mengalir melalui saya dan ia akan menyandarkan kepalanya di atas bahu saya, lalu menangis.
Akhirnya saya berkata, “Tuhan, Engkau berkata bahwa Engkau mengutus aku untuk mengasihi anak-anak itu. Apakah jawaban bagi Stevie?”
Dengan sangat jelas saya mendengar suara Roh Kudus berkata, “Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa dan berpuasa.” Meskipun ayan tersebut terdengar akrab di telinga anda, namun sangat asing bagi saya. Saya telah menyelesaikan sekolah Alkitab selama 4 tahun dan telah mendapat gelar sarjana, namun saya tidak mengetahui bahwa Roh Kudus mengutip ayat Alkitab dari Matius 17:21.
Hal lain yang gagal saya pelajari selama 4 tahun sekolah Alkitab adalah tentang berpuasa. Saya berpikir, “ berpuasa – bukankah artinya tidak makan dan minum?” Jadi saya tidak makan dan minum air atau coke atau yang lainnya. Tanpa saya sadari bahwa pada saat saya berpuasa tidak makan, saya memimpikan ayam goreng, kentang goreng, dan daging. Saya juga tidak waspada puasa minum, prioritas saya berubah. Pada hari ketiga saya berpuasa minum, saya mulai curiga tiap kali mendengar seseorang mencuci tangan di wastafel kamar mandi. Suatu waktu seseorang keluar dari kamar mandi dan saya berkata, “Kamu tahu? Kamu bisa saja meminum air itu! Ia berkata “Apa?” dan saya akan cepat-cepat berkata, “ Tidak, lupakan saja.”
Sekarang Berdoa bagi Stevie
Pada hari keempat Tuhan berbicara kepada saya dan berkata,”Kamu boleh minum,” dan saya minum. Tapi saya tidak mengakhiri puasa saya hingga hari ke 14 dan Tuhan berkata,”Sekarang berdoa bagi Stevie.”
Ketika saya tiba di sekolah untuk bertugas hari itu, saya membawa Stevie ke ruangan saya dan berkata, “Stevie, saya tahu pikiranmu mungkin tidak memahami apa yang saya katakan, tapi rohmu memahaminya. Saya ingin mengatakan padamu bahwa saya adalah hamba Tuhan Yesus Kristus. Saya datang untuk membawa kabar baik bagimu. Saya ingin kamu tahu bahwa Yesus Kristus datang untuk membebaskan para tawanan.”
Kemudian saya berkata, “Dalam nama Yesus, engkau roh jahat pergilah dalam nama Yesus.” Tiba-tiba tubuh Stevie terlempar sejauh 8 kaki dari saya dan membentur tembok kamar. Ketika Stevie membentur tembok kamar, tubuhnya terangkat setinggi 3 kaki dari lantai, kemudian terjatuh dan merintih. Saya menciun bau seperti telur busuk dan bau sulfur memenuhi ruangan, lalu menghilang perlahan-lahan.
Saya segera meghampiri Stevie, memeluknya dan membuka ikatannya sementara ia membelalakkan matanya. Kemudian Stevie mulai mengerakkan tangannya dan meraba wajahnya. Saya melihat ia meraba pelan-pelan mata, hidung dan telinganya; kemudian ia mulai menangis. Ia menyadari bahwa untuk pertama kalinya ia tidak menyakiti dirinya sendiri. Ia meraba wajahnya, dan ia telah diselamatkan! Pada kejadian yang tak terlupakan itu, Allah menunjukkan pada saya kebesaran kuasaNya yang Ia berikan pada kita untuk mengusir roh jahat dan membebaskan para tawanan. Dalam beberapa bulan, semua bekas-bekas luka telah hilang. Stevie telah sembuh karena ia sudah tidak lagi menyakiti dirinya.
Sesungguhnya, anda membaca buku ini karena Stevie, dan saya bersyukur pada Tuhan atas anak muda ini dan cara Tuhan memakai saya dalam situasinya yang putus asa untuk menyatakan kebenaranNya yang saksikan pada anda.
Mukjizat yang membawa anda dan saya dalam buku ini bahkan dimulai jauh sebelumnya, ketika saya berumur 16 tahun, di Kenya, Afrika Timur, 1962. Saya besar dalam keluarga Hindu dari kasta tinggi, saya dididik untuk menjadi pemimpin dalam masyarakat Hindu dan saya adalah ahli dalam tulisan suci agama Hindu.
Salah satu prinsip utama yang saya pelajari sejak kecil ialah, “Kamu adalah pencari kebenaran”, maka dengan patuh saya mencari kebenaran. Orang tua saya berasal dari India, tetapi saya lahir dan dibesarkan di Kenya. Saya telah mendapatkan banyak penghargaan, dan meskipun ayah saya telah meninggal ketika saya baru berusia 5 tahun, saya tetap menjadi anggota golongan atas dan kasta ksatria dalam dunia agama Hindu.
Pencarian saya akan kebenaran dimulai pada suatu hari yang panas di tahun 1962, ketika isteri seorang misionaris Baptis mendatangi daerah kami untuk membantu anak-anak kecil. Dengan alasan-alasan yang hanya diketahui oleh Tuhan, wanita bertubuh kecil dari Texas Barat ini mengetuk pintu sebuah rumah di mana keluarga Hindu yang taat tinggal, untuk meminta segelas air dingin. Kebetulan saya yang di rumah dan yang membukakan pintu, saya memberikannya segelas air dingin dan ia memberikan saya sebuah Alkitab (pada saat itu kami berdua tidak menyadari bahwa pertukaran sederhana tersebut akan membawa lebih dari 700.000 orang kepada Yesus Kristus beberapa tahun kemudian. Kadang-kadang ketaatan kita yang sekecil apapun dimaksudkan untuk rencana besar, lebih dari yang kita bayangkan!)
Saya mulai membaca Alkitab, tentu saja karena saya sedang mencari kebenaran. Itulah caranya saya bertemu dengan tokoh paling unik yang pernah saya baca. NamaNya adalah Yesus Kristus. Sebagai seorang yang mencari kebenaran saya tertarik dengan perkataan orang suci ini: “Dan kamu akan mengetahui kebenaran dan kebenaran itu akan memerdekan kamu.” 3 Saya berkata, “Ya, benar”, dan melanjutkan membaca kitab Yohanes.
Ketika saya membaca ayat di mana Yesus berkata, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak seorangpun yang datang kepada Bapa kalau tidak melalui Aku” dalam Yohanes 14: 6, terbukalah mata orang Hindu dari kasta ksatria yang dulunya sangat bangga denga tradisinya. Saya mencari kebenaran dan tiba-tiba saya bertemu Yesus Kristus yang adalah kebenaran. Meskipun demikian saya tidak langsung menerimaNya sebagai Tuhan dan Juruselamat.
Tidak lama saya menyadari bahwa Tuhan memimpin saya kesana untuk menerima pengajaran dari-Nya. Di Lubbock, Texas inilah tempat saya belajar memahami Roh Kudus secara peribadi. Bahkan sebahagian besar prinsip-prinsip yang saya terapkan dalam pelayanan saya sekarang, saya pelajari di tempat itu.
Ada ratusan anak-anak di sana dan sebahagian besar dari mereka telah “dibuang” atau diserahkan oleh orang tuanya sendiri. Meskipun secara hukum mereka “diasuh oleh Negara”, pada kenyataannya mereka adalah bagian dari nilai-nilai kemanusiaan yang telah hancur, yang tidak diingini atau diakui oleh sesiapapun. Tuhan berkata pada saya, “Firman-Ku berkata jika ayah dan ibumu meninggalkanmu, Aku akan menyambutmu. Aku ingin agar engkau mengasihi anak-anak ini dan menjadi utusan-ku.” 1 Saya pun melakukannya.
Pada sembilan jam pertama, saya menangani anak-anak yang sudah bisa berjalan. Kemudian saya menangani bayi-bayi yang mengalami kerusakan otak ringan. Kebanyakan bayi tersebut lahir dari ibu-ibu pemakai heroin, sementara yang lainnya berada di sini akibat serangan dari orangtua mereka yang alkoholik terutama ketika mereka sedang mabuk. Bayi-bayi ini ditempatkan di tempat tidur kecil sehingga mereka cukup besar dan tidak muat lagi di tempat itu, dan biasanya saya menggendong mereka dan duduk di kerusi goyang sambil berdoa dengan bahasa roh. Saya tahu bahwa Yesus mengasihi mereka, demikian juga saya. Sepertinya Yesus memberikan hati-Nya yang hancur untuk anak-anak itu dalam diri saya. Saya sungguh-sungguh mengasihi anak-anak kecil itu.
Tuhan Mulai Memulihkan Mereka
Tiba-tiba saya menyadari bahwa anak-anak yang dinyatakan tidak bisa berjalan, mulai berjalan. Seorang gadis kecil yang secara medis dinyatakan lahir buta, mulai melihat dan bereaksi! Setiap kali saya masuk ke kamarnya, walaupun tanpa suara, ia akan menoleh dan memandang saya sambil mengulurkan tangannya! Sungguh – Tuhan mulai memulihkan anak-anak ini.
Pada saat itulah saya ditunjuk untuk bergabung kedalam sebuah “regu psikologi” yang bertugas menerapkan teknik modifikasi perilaku pada beberapa anak tertentu. Teknik ini dirancang untuk melatih anak-anak berusia 15,16 dan 20 tahun agar dapat mengikat tali sepatu mereka sendiri atau pergi ke kamar mandi tanpa harus ditemani.
Saya tidak akan lupa hari ketika saya bertemu seorang anak laki-laki berusia 16 tahun dalam kelompok tersebut, yang saya panggil “Stevie.” 2 Stevie adalah penderita penyakit sindrom Down, cacat mental yang biasanya ditandai dengan menurunnya kapasitas mental dan kondisi fisik yang tidak sempurna. Kasus Stevie bahkan lebih parah. Dia sering menyakiti dirinya sendiri dengan berteriak-teriak sambil memukuli wajahnya.
Staf psikolog di sekolah telah mendapat ijin pemerintah Negara bagian di Austin, Texas, untuk melakukan terapi kondisi negative, yang bertujuan untuk memodifikasi perilaku Stevie dengan melakukan syock elektrik tiap kali dia mulai menyakiti dirinya sendiri. Mereka membuat grafik perilaku selama periode tersebut, dan saya melihat grafiknya. Keadaannya justru semakin memburuk. Ketika saya ada di sana, wajahnya terasa sangat kasar kerana ia terus menerus menyakiti dirinya.
Akhirnya para petugas mengikat Stevie pada sebatang kayu sehingga ia tidak bias menyentuh wajahnya. Namun timbul masalah lain, anak-anak yang satu kelompok dengannya sering menganggunya. Mereka suka berlari-lari dibelakang Stevie dan mendorongnya dengan kuat sehingga ia kehilangan ke seimbangan dan terjatuh. Stevie tidak bisa melindungi wajahnya kerana tangannya terikat setiap kali anak-anak itu mempermainkan dan mendorongnya, dan Stevie akan jatuh lantai tanpa bisa melindungi wajahnya atau mengurangi rasa sakitnya ketika jatuh.
Apakah Jawaban Bagi Stevie?
Sering kami mendapati darah mengalir dari hidung, bibir, dan mulutnya. Setiap kali saya datang, Stevie bisa merasakan kasih Allah yang mengalir melalui saya dan ia akan menyandarkan kepalanya di atas bahu saya, lalu menangis.
Akhirnya saya berkata, “Tuhan, Engkau berkata bahwa Engkau mengutus aku untuk mengasihi anak-anak itu. Apakah jawaban bagi Stevie?”
Dengan sangat jelas saya mendengar suara Roh Kudus berkata, “Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa dan berpuasa.” Meskipun ayan tersebut terdengar akrab di telinga anda, namun sangat asing bagi saya. Saya telah menyelesaikan sekolah Alkitab selama 4 tahun dan telah mendapat gelar sarjana, namun saya tidak mengetahui bahwa Roh Kudus mengutip ayat Alkitab dari Matius 17:21.
Hal lain yang gagal saya pelajari selama 4 tahun sekolah Alkitab adalah tentang berpuasa. Saya berpikir, “ berpuasa – bukankah artinya tidak makan dan minum?” Jadi saya tidak makan dan minum air atau coke atau yang lainnya. Tanpa saya sadari bahwa pada saat saya berpuasa tidak makan, saya memimpikan ayam goreng, kentang goreng, dan daging. Saya juga tidak waspada puasa minum, prioritas saya berubah. Pada hari ketiga saya berpuasa minum, saya mulai curiga tiap kali mendengar seseorang mencuci tangan di wastafel kamar mandi. Suatu waktu seseorang keluar dari kamar mandi dan saya berkata, “Kamu tahu? Kamu bisa saja meminum air itu! Ia berkata “Apa?” dan saya akan cepat-cepat berkata, “ Tidak, lupakan saja.”
Sekarang Berdoa bagi Stevie
Pada hari keempat Tuhan berbicara kepada saya dan berkata,”Kamu boleh minum,” dan saya minum. Tapi saya tidak mengakhiri puasa saya hingga hari ke 14 dan Tuhan berkata,”Sekarang berdoa bagi Stevie.”
Ketika saya tiba di sekolah untuk bertugas hari itu, saya membawa Stevie ke ruangan saya dan berkata, “Stevie, saya tahu pikiranmu mungkin tidak memahami apa yang saya katakan, tapi rohmu memahaminya. Saya ingin mengatakan padamu bahwa saya adalah hamba Tuhan Yesus Kristus. Saya datang untuk membawa kabar baik bagimu. Saya ingin kamu tahu bahwa Yesus Kristus datang untuk membebaskan para tawanan.”
Kemudian saya berkata, “Dalam nama Yesus, engkau roh jahat pergilah dalam nama Yesus.” Tiba-tiba tubuh Stevie terlempar sejauh 8 kaki dari saya dan membentur tembok kamar. Ketika Stevie membentur tembok kamar, tubuhnya terangkat setinggi 3 kaki dari lantai, kemudian terjatuh dan merintih. Saya menciun bau seperti telur busuk dan bau sulfur memenuhi ruangan, lalu menghilang perlahan-lahan.
Saya segera meghampiri Stevie, memeluknya dan membuka ikatannya sementara ia membelalakkan matanya. Kemudian Stevie mulai mengerakkan tangannya dan meraba wajahnya. Saya melihat ia meraba pelan-pelan mata, hidung dan telinganya; kemudian ia mulai menangis. Ia menyadari bahwa untuk pertama kalinya ia tidak menyakiti dirinya sendiri. Ia meraba wajahnya, dan ia telah diselamatkan! Pada kejadian yang tak terlupakan itu, Allah menunjukkan pada saya kebesaran kuasaNya yang Ia berikan pada kita untuk mengusir roh jahat dan membebaskan para tawanan. Dalam beberapa bulan, semua bekas-bekas luka telah hilang. Stevie telah sembuh karena ia sudah tidak lagi menyakiti dirinya.
Sesungguhnya, anda membaca buku ini karena Stevie, dan saya bersyukur pada Tuhan atas anak muda ini dan cara Tuhan memakai saya dalam situasinya yang putus asa untuk menyatakan kebenaranNya yang saksikan pada anda.
Mukjizat yang membawa anda dan saya dalam buku ini bahkan dimulai jauh sebelumnya, ketika saya berumur 16 tahun, di Kenya, Afrika Timur, 1962. Saya besar dalam keluarga Hindu dari kasta tinggi, saya dididik untuk menjadi pemimpin dalam masyarakat Hindu dan saya adalah ahli dalam tulisan suci agama Hindu.
Salah satu prinsip utama yang saya pelajari sejak kecil ialah, “Kamu adalah pencari kebenaran”, maka dengan patuh saya mencari kebenaran. Orang tua saya berasal dari India, tetapi saya lahir dan dibesarkan di Kenya. Saya telah mendapatkan banyak penghargaan, dan meskipun ayah saya telah meninggal ketika saya baru berusia 5 tahun, saya tetap menjadi anggota golongan atas dan kasta ksatria dalam dunia agama Hindu.
Pencarian saya akan kebenaran dimulai pada suatu hari yang panas di tahun 1962, ketika isteri seorang misionaris Baptis mendatangi daerah kami untuk membantu anak-anak kecil. Dengan alasan-alasan yang hanya diketahui oleh Tuhan, wanita bertubuh kecil dari Texas Barat ini mengetuk pintu sebuah rumah di mana keluarga Hindu yang taat tinggal, untuk meminta segelas air dingin. Kebetulan saya yang di rumah dan yang membukakan pintu, saya memberikannya segelas air dingin dan ia memberikan saya sebuah Alkitab (pada saat itu kami berdua tidak menyadari bahwa pertukaran sederhana tersebut akan membawa lebih dari 700.000 orang kepada Yesus Kristus beberapa tahun kemudian. Kadang-kadang ketaatan kita yang sekecil apapun dimaksudkan untuk rencana besar, lebih dari yang kita bayangkan!)
Saya mulai membaca Alkitab, tentu saja karena saya sedang mencari kebenaran. Itulah caranya saya bertemu dengan tokoh paling unik yang pernah saya baca. NamaNya adalah Yesus Kristus. Sebagai seorang yang mencari kebenaran saya tertarik dengan perkataan orang suci ini: “Dan kamu akan mengetahui kebenaran dan kebenaran itu akan memerdekan kamu.” 3 Saya berkata, “Ya, benar”, dan melanjutkan membaca kitab Yohanes.
Ketika saya membaca ayat di mana Yesus berkata, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak seorangpun yang datang kepada Bapa kalau tidak melalui Aku” dalam Yohanes 14: 6, terbukalah mata orang Hindu dari kasta ksatria yang dulunya sangat bangga denga tradisinya. Saya mencari kebenaran dan tiba-tiba saya bertemu Yesus Kristus yang adalah kebenaran. Meskipun demikian saya tidak langsung menerimaNya sebagai Tuhan dan Juruselamat.
KOMENTAR & KATA PENGANTAR
KOMENTAR
“Mahesh Chavda telah merasakan anugerah Allah dengan cara berpuasa yang menghasilkan buah-buah roh. Ia seorang yang mengasihi Yesus, dan itulah yang memotivasi dirinya untuk mendapatkan tempat di hati-Nya. Mahesh memiliki pengalaman peribadi dalam hal ini. Pengalamannya akan menjadi inspirasi dan petunjuk bagi banyak orang. Saya merekomdasikan buku ini.”
-M ike Bickle, Pendeta Senior
Metro Christian Fellowship
“Saat ini beberapa orang telah berpuasa dan berdoa dengan giat dan melihat hasil yang dicapai Mahesh Chavda dalam pelayanannya yang dinamis. Buku ini akan membawa anda kepada."
John Arnott,
Pendeta Senior Toronto Airport
Christian Fellowship
“Merupakan suatu kebanggaan bagi saya untuk mengenal dan berkerja-sama dengan Mahesh Chavda selama lebih dari 20 tahun. Pelayanan dan pengajarannya diambil dari pengalaman. Buku ini lebih dari sekadar cara manual yang baik untuk mempelajari ‘theologi doa dan puasa’; yang ada di tangan anda adalah senjata berisi kekuatan spiritual dan kesaksian dari seorang pelopor masa kini yang telah mengalami apa yang dikatakannya. Rasa lapar anda akan Tuhan semakin bertumbuh dan keinginan duniawi anda akan lenyap ketika anda membaca buku ini dengan sungguh-sungguh. Berpuasa akan menjadi hal yang menyenagkan dan bukan hanya sekadar pengorbanan.”
-Jim W. Goll, Pendiri
Ministry to the Nations
KATA PENGANTAR
Berpuasa dulunya adalah hal biasa bagi umat Kristen, tetapi sepanjang pengalaman saya sebagai orang Kristen, hal tersebut menjadi langka. Banyak orang mencari jalan pintas untuk menyelesaikan masalahnya, hal spiritual yang serba cepat yang dimiliki tanpa disiplin dan pengorbanan. Kebudayaan barat telah mengajarkan kita untuk mendapat sesuatu dengan serba cepat. Ada makanan cepat saji bahkan kredit serba cepat. Hanya sedikit hal yang perlu waktu lama sekarang ini. Hal yang sedikit ini termasuk juga berpuasa, suatu bentuk penantian ~ penantian yang tidak menyenangkan. Jadi berpuasa adalah hal yang kontras dengan apa yang terjadi pada masa kini.
Berpuasa juga kontras dengan theology beberapa orang. Pernah suatu waktu saya mendengar seorang professor theology memberikan kuliah tentang puasa di sebuah ruang yang dipenuhi oleh sebahagian besar professor. Ia menyimpulkan bahwa berpuasa adalah jalan terakhir dalam menghadapi masalah besar. Implikasinya adalah puasa yang dilakukan di luar masa krisis tidak perlu dan tidak menguntungkan. Tidak seorangpun dalam rungan itu yang mempertanyakan kesimpulannya. Satu-satunya yang mempertanyakannya adalah seorang pendeta yang tidak mendapatkan manfaat dari pendidikan seminari, tetapi berpuasa secara teratur. Namun demikian, ia bukan tandingan bagi theology kompleks di ruangan itu. Sehingga akhirnya disimpulkan bahwa berpuasa bukanlah bagian dari kegiatan kekristenan.
Pada beberapa waktu, ketika puasa di bahas muncul pernyataan-pernyataan yang tidak mendukung. Entah hal ini disebabkan oleh penderitaan yang terjadi dalam hubungan dengan berpuasa di masa lalu, atau merupakan refleksi keinginan untuk menjalani hidup kekristenan yang tidak mengharuskan kita berkorban, saya tidak tahu. Yang saya tahu bahwa hilangnya kegiatan rohaniah yaitu berpuasa telah mengakibatkan gereja kehilangan sebahagian kuasa Roh Kudus dan keintiman dengan Yesus yang akan dianugerahkan Allah jika kita melakukannya.
Doa juga tidak mengalami nasib yang lebih baik dari berpuasa. Meskipun kita menyedari pentingnya berdoa, kita sulit berdoa secara konsisten. Pengakuan terbanyak yang saya dengar dari orang-orang yang rajin ke gereja di sepanjang pelayanan selama 30 tahun adalah mereka tidak dapat berdoa secara teratur. Hampir lebih mudah melakukan pekerjaan lain dari pada berdoa. Karena tidak dilakukan, mereka tidak merasakan kuasa doa. Kuasa doa baru dicari ketika semua dirasa gagal.
Ada tanda-tanda bahwa doa dan puasa akan kembali berjaya. Mayoritas pemimpin gereja menganjurkan jemaatnya untuk berpuasa dan berdoa, dan gereja mulai memberikan tanggapannya. Sehubungan dengan hal ini, saya dengan sukacita merekomendasikan buku baru Mahesh Chavda. Nilai buku ini bukanlah pada tawaran teori-teori baru tentang doa dan puasa. Juga bukan pada nasihat-nasihat bijaksana yang ditawarkannya tentang doa dan puasa, mengapa seseorang hendaknya berdoa dan berpuasa, bagaimana menghindari doa dan puasa yang hanya sekadar menjadi kebiasaan, atau pada deskripsi mendetil tentang keuntungan dari doa dan puasa. Kekuatan sesungguhnya dari buku ini adalah bahwa buku ini ditulis oleh seseorang yang sebahagian besar hidupnya sebagai orang Kristen telah melakukan doa dan puasa, dan pada saat bersamaan telah menghindari kesombongan rohani yang selalu menyerang mereka yang melakukan puasa dan doa. Beberapa peristiwa rohani di buku ini akan menantang pembaca, dan sebahagian dari pembaca mungkin akan sulit mempercayainya. Tetapi jika kesaksian sejarah gereja bisa di percaya, mereka yang berpuasa dan berdoa menerima jawaban doa-doanya. Hal tersebut juga merupakan kesaksian Alkitab. Mengapa kita sulit mempercayai bahwa hal-hal indah dapat terjadi saat kita melakukan kehendak Allah?
Di dalam buku ini terdapat nilai sejati. Nilai tersebut adalah kebenaran dari perjalanan seorang pria bersama Allah, yang diceritakan dengan cara yang akan mendorong kita untuk melakukan kehendak Allah.
--Jack Deere
Evangelical Foundation Ministries, Inc.
PENDAHULUAN
Kuasa Di Balik Doa Dan Puasa yang ditulis oleh Mahesh Chavda adalah hal yang di perlukan oleh gereja saat ini. Teman saya Mahesh Chavda adalah orang yang tepat menulis buku tentang berpuasa.
Buku ini adalah penentuan rohani yang tepat bagi mereka yang sungguh-sungguh ingin melakukan cara hidup doa dan puasa sesuai Alkitab. Mahesh memberikan kita pengertian yang dalam dan sederhana tentang prinsip-prinsip dasar dan motivasi berpuasa. Penjelasannya jelas dan mudah dimengerti. Yang dikemukakannya penuh hikmat, namun transparan, menjadikan buku ini sebagai suatu kontribusi berharga bagi orang percaya dari berbagai latar belakang.
Dengan sepenuh hati saya rekomendasikan buku ini bagi mereka yang hendak mengikuti teladan Tuhan Yesus Kristus mencari wajah BapaNya melalui doa dan puasa.
--Paul Cain
Kansas City, Missouri
“Mahesh Chavda telah merasakan anugerah Allah dengan cara berpuasa yang menghasilkan buah-buah roh. Ia seorang yang mengasihi Yesus, dan itulah yang memotivasi dirinya untuk mendapatkan tempat di hati-Nya. Mahesh memiliki pengalaman peribadi dalam hal ini. Pengalamannya akan menjadi inspirasi dan petunjuk bagi banyak orang. Saya merekomdasikan buku ini.”
-M ike Bickle, Pendeta Senior
Metro Christian Fellowship
“Saat ini beberapa orang telah berpuasa dan berdoa dengan giat dan melihat hasil yang dicapai Mahesh Chavda dalam pelayanannya yang dinamis. Buku ini akan membawa anda kepada."
John Arnott,
Pendeta Senior Toronto Airport
Christian Fellowship
“Merupakan suatu kebanggaan bagi saya untuk mengenal dan berkerja-sama dengan Mahesh Chavda selama lebih dari 20 tahun. Pelayanan dan pengajarannya diambil dari pengalaman. Buku ini lebih dari sekadar cara manual yang baik untuk mempelajari ‘theologi doa dan puasa’; yang ada di tangan anda adalah senjata berisi kekuatan spiritual dan kesaksian dari seorang pelopor masa kini yang telah mengalami apa yang dikatakannya. Rasa lapar anda akan Tuhan semakin bertumbuh dan keinginan duniawi anda akan lenyap ketika anda membaca buku ini dengan sungguh-sungguh. Berpuasa akan menjadi hal yang menyenagkan dan bukan hanya sekadar pengorbanan.”
-Jim W. Goll, Pendiri
Ministry to the Nations
KATA PENGANTAR
Berpuasa dulunya adalah hal biasa bagi umat Kristen, tetapi sepanjang pengalaman saya sebagai orang Kristen, hal tersebut menjadi langka. Banyak orang mencari jalan pintas untuk menyelesaikan masalahnya, hal spiritual yang serba cepat yang dimiliki tanpa disiplin dan pengorbanan. Kebudayaan barat telah mengajarkan kita untuk mendapat sesuatu dengan serba cepat. Ada makanan cepat saji bahkan kredit serba cepat. Hanya sedikit hal yang perlu waktu lama sekarang ini. Hal yang sedikit ini termasuk juga berpuasa, suatu bentuk penantian ~ penantian yang tidak menyenangkan. Jadi berpuasa adalah hal yang kontras dengan apa yang terjadi pada masa kini.
Berpuasa juga kontras dengan theology beberapa orang. Pernah suatu waktu saya mendengar seorang professor theology memberikan kuliah tentang puasa di sebuah ruang yang dipenuhi oleh sebahagian besar professor. Ia menyimpulkan bahwa berpuasa adalah jalan terakhir dalam menghadapi masalah besar. Implikasinya adalah puasa yang dilakukan di luar masa krisis tidak perlu dan tidak menguntungkan. Tidak seorangpun dalam rungan itu yang mempertanyakan kesimpulannya. Satu-satunya yang mempertanyakannya adalah seorang pendeta yang tidak mendapatkan manfaat dari pendidikan seminari, tetapi berpuasa secara teratur. Namun demikian, ia bukan tandingan bagi theology kompleks di ruangan itu. Sehingga akhirnya disimpulkan bahwa berpuasa bukanlah bagian dari kegiatan kekristenan.
Pada beberapa waktu, ketika puasa di bahas muncul pernyataan-pernyataan yang tidak mendukung. Entah hal ini disebabkan oleh penderitaan yang terjadi dalam hubungan dengan berpuasa di masa lalu, atau merupakan refleksi keinginan untuk menjalani hidup kekristenan yang tidak mengharuskan kita berkorban, saya tidak tahu. Yang saya tahu bahwa hilangnya kegiatan rohaniah yaitu berpuasa telah mengakibatkan gereja kehilangan sebahagian kuasa Roh Kudus dan keintiman dengan Yesus yang akan dianugerahkan Allah jika kita melakukannya.
Doa juga tidak mengalami nasib yang lebih baik dari berpuasa. Meskipun kita menyedari pentingnya berdoa, kita sulit berdoa secara konsisten. Pengakuan terbanyak yang saya dengar dari orang-orang yang rajin ke gereja di sepanjang pelayanan selama 30 tahun adalah mereka tidak dapat berdoa secara teratur. Hampir lebih mudah melakukan pekerjaan lain dari pada berdoa. Karena tidak dilakukan, mereka tidak merasakan kuasa doa. Kuasa doa baru dicari ketika semua dirasa gagal.
Ada tanda-tanda bahwa doa dan puasa akan kembali berjaya. Mayoritas pemimpin gereja menganjurkan jemaatnya untuk berpuasa dan berdoa, dan gereja mulai memberikan tanggapannya. Sehubungan dengan hal ini, saya dengan sukacita merekomendasikan buku baru Mahesh Chavda. Nilai buku ini bukanlah pada tawaran teori-teori baru tentang doa dan puasa. Juga bukan pada nasihat-nasihat bijaksana yang ditawarkannya tentang doa dan puasa, mengapa seseorang hendaknya berdoa dan berpuasa, bagaimana menghindari doa dan puasa yang hanya sekadar menjadi kebiasaan, atau pada deskripsi mendetil tentang keuntungan dari doa dan puasa. Kekuatan sesungguhnya dari buku ini adalah bahwa buku ini ditulis oleh seseorang yang sebahagian besar hidupnya sebagai orang Kristen telah melakukan doa dan puasa, dan pada saat bersamaan telah menghindari kesombongan rohani yang selalu menyerang mereka yang melakukan puasa dan doa. Beberapa peristiwa rohani di buku ini akan menantang pembaca, dan sebahagian dari pembaca mungkin akan sulit mempercayainya. Tetapi jika kesaksian sejarah gereja bisa di percaya, mereka yang berpuasa dan berdoa menerima jawaban doa-doanya. Hal tersebut juga merupakan kesaksian Alkitab. Mengapa kita sulit mempercayai bahwa hal-hal indah dapat terjadi saat kita melakukan kehendak Allah?
Di dalam buku ini terdapat nilai sejati. Nilai tersebut adalah kebenaran dari perjalanan seorang pria bersama Allah, yang diceritakan dengan cara yang akan mendorong kita untuk melakukan kehendak Allah.
--Jack Deere
Evangelical Foundation Ministries, Inc.
PENDAHULUAN
Kuasa Di Balik Doa Dan Puasa yang ditulis oleh Mahesh Chavda adalah hal yang di perlukan oleh gereja saat ini. Teman saya Mahesh Chavda adalah orang yang tepat menulis buku tentang berpuasa.
Buku ini adalah penentuan rohani yang tepat bagi mereka yang sungguh-sungguh ingin melakukan cara hidup doa dan puasa sesuai Alkitab. Mahesh memberikan kita pengertian yang dalam dan sederhana tentang prinsip-prinsip dasar dan motivasi berpuasa. Penjelasannya jelas dan mudah dimengerti. Yang dikemukakannya penuh hikmat, namun transparan, menjadikan buku ini sebagai suatu kontribusi berharga bagi orang percaya dari berbagai latar belakang.
Dengan sepenuh hati saya rekomendasikan buku ini bagi mereka yang hendak mengikuti teladan Tuhan Yesus Kristus mencari wajah BapaNya melalui doa dan puasa.
--Paul Cain
Kansas City, Missouri
Subscribe to:
Posts (Atom)