TENTANG PENULIS
Dr. Bernard Grant dilahirkan di kota Brooklyn, New York. Beliau menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat peribadi pada usia 15 tahun. Beliau lulus dengan penghargaan yang tinggi dari A&T University pada tahun 1986, memperoleh gelar Doctor Of Ministry dari Friends International Christian University pada January 2000.
Bimbingan Dr. Grant bagaikan penyegaran Roh Allah di dalam dunia yang terpecah belah, yang bahkan dipisah-pisahkan oleh kekerasan politik, social, etnis dan agama. Beliau berusaha mempersatukan seiring untuk mendidik iman, persahabatan, keluarga,anak-anak dan keuangan.
Dr. Grant mengelola siaran radio harian dan siaran televise mingguan, demikian pula perekaman kaset penginjilan. Beliau menikahi Gloria Philip almarhun dan mereka telah dikaruniai dua putri, Rachel dan Rebecca.
_______________________________________________________________________
PRINSIP 1 :Jangan Memberi Posisi Pada Seseorang Hanya Agar Dia Tetap Melayani
Saya mengenal beberapa pemimpin pelayanan yang merasa bersalah kerana telah memberi pada seseorang yang tidak berkualitas dan seringkali tidak mempunyai komitmen akan sejumlah jabatan yang mentereng dan kantor yang megah semata hanya sebagai alat agar mereka tetap mau melayani di gereja anda. Hal itu merupakan cara yang sangat buruk dalam menciptakan kesetiaan seseorang. Memang jika anda baru memulai pelayanan, anda memerlukan bantuan dan tenaga dalam jumlah yang mencukupi. Namum demikian, janganlah takut kehilangan anak buah. Atau jika tidak anda akan terjebak dalam melakukan apapun hanya untuk menyenangkan orang dan bukannya memimpin mereka.
Memberi seseorang suatu posisi tidak membuat mereka menjadi lebih setia kepada anda. Gelar tidak menghasilkan kesetiaan; hati yang benarlah yang member kesetiaan. Cara saya mempromosikan orang dalam pelayanan kami adalah dengan mengamati tiap-tiap orang yang sama sekali tidak mempunyai hasrat terhadap sesuatu posisi. Saya mengamati bagaimana ia bekerja secara efektif tanpa suatu jabatan.
Saya ingin tahu apakah seseorang datang tepat waktu. Saya ingin tahu apakah ia akan tinggal lebih lama di kantor untuk menyelasaikan tugas yang harus segera diselesaikan. Perilaku seseorang saat menjalankan tugasnya menjadi petunjuk perlu tidaknya ia dipromosikan. Beberapa orang saya promosikan dan saya beri jabatan dengan terburu-buru dan akhirnya mereka tetap meninggalkan pelayanan di gereja saya.
Lebih baik tidak mempromosikan orang-orang seperti itu, jika mereka meninggalkan pelayanan anda, hal itu akan membuat anggota pelayanan lainnya menduga-duga mengapa orang dengan posisi yang demikian memutuskan untuk pergi. Ini merupakan tanda kekacauan dan ketidaktertiban dalam organisasi. Jika anda pernah melakukannya jangan hanya mengakuinya tetapi juga jangan diulangi lagi!
Alkitab memberi metode tertulis untuk mempromosikan orang dalam organisasi-organisasi pada umumnya sehingga dapat diterapkan pada semua organisasi dengan baik. Kerana setiap posisi kepimpinan adalah posisi untuk melayani. Kata deacon atau diakeni berasal dari bahasa Yunani diakonos, yang arti hurufiahnya adalah untuk melayani.Pada konteks awalnya kata ini mengarah pada pelayanan meja makan. Oleh karena itu, orang yang dianugerahi posisi yang tinggi atau mendapat promosi haruslah orang yang utama dan terbaik dalam melayani.
Apa ciri khusus dari orang yang mengutamakan pelayanan? Sudah pasti antusiasme. Jika anda meminta seseorang untuk melayani pada suatu kapasitas dalam pelayanan anda dan dia menunjukkan antusias yang rendah,maka otomatis dia mendiskualifikasikan dirinya sendiri dari promosi apapun dimasa mendatang. Selain itu juga harus mempunyai rasa hormat. Mereka yang Anda promosikan harus menghormati Tuhan dan juga menghormati manusia.
Saya mempunyai teman yang menggembalakan suatu jemaat gereja. Dia berbagi pengalaman dengan saya bagaimana dia, pada saat gerejanya baru berusia dua tahun dan hanya mempunyai kurang dari lima puluh jemaat, menunjuk seorang wanita untuk menangani pelayanan pada anak-anak. Ibu ini mempunyai karunia dalam pelayanan anak. Dia mempunyai banyak piagam dan sertifikat pelayanan, pernah dilatih di pusat pelayanan Willie George dan pusat pelayanan Mark Harper- dua pusat pelayanan anak dan kaum muda yang terbaik di dunia.
Meskipun wanita ini mempunyai ketrampilan yang tinggi dan anak-anak menyukainya, dia tidak menghormati pendetanya. Saat itu sang pendeta berusia sekitar dua puluh delapan tahun sedangkan ibu itu berusia hampir lima puluh tahun. Sang pendeta hidup dengan benar dan mempunyai visi yang besar. Sebaliknya, ibu tersebut tidak dapat tunduk pada perintah orang yang menurutnya lebih pantas jadi anaknya.
Sebagai akibatnya,apapun yang diperintahkan pendeta, dia tidak menyetujuinya. Dia selalu menonjolkan kemampuannya dan berkata-kata seperti, “saya telah melakukan pelayanan ini sebelum anda dilahirkan. Saya tidak memerlukan nasehat apapun.” Pada akhirnya hubungannya melalui pelayanan tersebut hanya berlangsung selama enam bulan. Bagi sang pendeta, saat tersebut merupakan enam bulan yang mengerikan.
Jangan pernah memberikan posisi kepada orang yang tidak menghormati pendeta atau pemimpin. Beberapa dengan gampang berkata, “saya akan menghormati Tuhan, dan hanya kepada Dia saja saya akan menghormati.” Jika anda mendengar seseorang mengatakan yang seperti itu, itu merupakan petanda jelas bahwa ia tidak menghormati kepimpinan yang dia perlukan dalam menjalankan posisi sebagai pengurus. Kebenaran dari masalah ini adalah, bahwa jika seseorang benar-benar mencintai dan menghormati Tuhan, maka hal itu akan tampak pada bagaimana dia memperlakukan pada pemimpin yang ditempatkan Tuhan. Ingatlah akan hal itu!
Paulus mengingatkan kita agar tidak menyerahkan jabatan pada orang yang lidahnya bercabang. Orang yang demikian penuh tipu daya dan tidak dapat dipercaya. Pikiran mereka biasanya juga tidak tetap. Anda tidak dapat memberikan promosi atau posisi pada orang yang kata-katanya tidak dapat dipercaya. Ketika seseorang tidak menepati kata-katanya, dia dengan jelas menunjukkan kepada anda bahwa dia tidak dapat diandalkan. Orang yang tidak dapat diandalkan seringkali mengarah pada kebiasaan berbohong. Orang yang sering berbohong tidak ada yang dapat menjadi pengurus. Pada saat Paulus menasihati Timotius bahwa seorang pemimpin yang baik hendaknya “tidak mabuk oleh anggur” dan “tidak serakah akan uang,” dia berusaha menjelaskan pesan tersebut bahwa baik pemimpin maupun pelayan memerlukan disiplin diri.
Jika seseorang menjadi pencandu minuman keras, maka ia tidak dapat menjadi pemimpin pelayanan. Saya sama sekali tidak menyarankan agar anda mengeluarkan pecandu miras tersebut dari gereja. Mereka juga mempunyai hak untuk mendengarkan Firman Tuhan sama seperti anggota jemaat lainnya. Pada waktunya mereka akan menjadi seorang murid. Namun sehingga saat itu tiba, jangan mempromosikan mereka. Hal itu hanya akan memberi peluang bagi iblis untuk mengacau pelayanan anda.
Jadi sebelum anda mempromosikan seseorang, periksalah karakternya. Pastikan bahawa dia dipenuhi Roh Kudus dan menjalankan perintah Tuhan. Dan yang terakhir pastikan bahwa orang itu adalah seorang pendoa. Jika dia tidak mempunyai kemampuan tersebut dan tetap memaksa memegang jabatan itu, biarkan dia pergi dan mencari kelompok lain yang bersedia mempromosikan dirinya. Sebab pelayanan anda jauh lebih berharga.
"Demikian juga dekan-dekan haruslah orang terhormat, jangan bercabang lidah, jangan penggemar anggur, jangan serakah, melainkan orang yang memelihara rahsia iman dalam hati juurani yang suci. Mereka juga harus diuji dahulu barulah ditetapkan dalam pelayanan itu setelah mereka tidak bercacat." (1 Timotius 3: 8-11)
"Kerana itu, saudara-saudara, pilihlah tujuh orang dari antara kamu yang terkenal baik, dan yang penuh roh dan hikmat, supaya kami mengangkat mereka untuk tugas itu, dan supaya kami sendiri dapat memusatkan pikiran dalam doa dan pelayanan firman Tuhan." (Kisah Para Rasul 6:3-4)
Tuesday, February 10, 2009
FIRST CLASS LEADER- 50 PRINSIP-PRINSIP MENJADI PEMIMPIN YANG KUAT
Kata Pengantar
Dalam setiap generasi ada orang-orang yang bersungguh-sungguh melayani Tuhan hingga mencapai tahap dimana mereka tampak menonjol diantara hamba-hamba Tuhan untuk mengangkat generasi tersebut ke tingkat lebih tinggi. Dr. Bernard Grant adalah salah satu dari orang-orang itu. Dia tidak hanya diurapi sebagai pendeta dan pemimpin, tetapi juga sebagai pendeta bagi para pemimpin.
Buku ini adalah buku “bacaan wajib” bagi setiap pemimpin dalam kerajaan Allah, baik tua maupun muda. Buku ini akan menolong par hamba Tuhan yang baru untuk menghindari berbagai jebakan dalam pelayanan. Buku ini juga membantu pemimpin yang berpengalaman dalam melakukan koreksi yang penting guna meningkatkan pelayanan mereka pada tahap berikutnya.
Dengan segala hormat, kami persembahkan First Class Leader. Lima puluh prinsip untuk menjadi seorang pemimpin yang kuat.
Dr. Robert L,Wilks, Jr, Pastor/Pendiri
Vine-Life Christian Fellowship
Riverside, California.
.....................................................................................
Sebagaimana dalam bidang kehidupan lainnya, kita belajar seiring kita melangkah. Demikian pula ketika Tuhan melengkapi dan mengutus seseorang untuk suatu pelayanan. Ada beberapa pelajaran yang tidak akan pernah anda dapatkan di bangku sekolah Alkitab. Pelayanan dan penggembalaan jemaat adalah suatu panggilan yang paling menantang. Dalam panggilan ini masa persiapan tidak akan sia-sia. Meskipun beberapa tahun mengenyam bangku sekolah Alkitab dapat membantu kita mempersiapkan diri dalam mengajar Alkitab, tetapi hal itu tidak dapat memberi kita keahlian-keahlian yang diperlukan untuk menggembalakan umat Tuhan.
Dr. Grant telah merangkai prinsip-prinsip yang akan membuat hamba Tuhan, yang telah memperoleh pelajaran dan semangat, siap untuk terjun ke dalam pelayanan dan menerobos berbagai jebakan yang telah dialami oleh orang-orang dalam dunia pelayanan. Seringkali, para pemimpin memulai pelayanan tanpa diperlengkapi dengan cukup agar dapat berhasil. Sekali anda terjun dalam dunia pelayanan, waktu untuk mengawali pelayanan dan masa dimana kita tidak tahu harus berbuat suatu sudah habis.
Buku ini merupakan suatu “bacaan wajib” bagi siapapun yang berencana untuk memasuki dunia pelayanan. Bila seseorang hamba Tuhan menerapkan ke 50 kebenaran yang ditemukannya dalam buku ini, dipastikan dia akan mempunyai kesempatan pengetahuan dari hamba Tuhan ini. Dr. Grant berkeinginan untuk melihat hamba Tuhan berhasil dalam pelayanannya disepanjang waktu, tanpa mempedulikan halangan yang dihadapinya. Dengan menerapkan bimbingan awal yang telah Tuhan berikan pada Dr. Grant ini, Anda melintasi perlombaan dan melaju menuju sukse.
Dr. Tarrance A. Jacko
Ambassador Christian Center
San Diego, California.
.....................................................................................
Pendahuluan
Ketika saya mulai pelayanan pendeta, saya adalah pria diusia pertengahan duapuluhan, saya ingat bagaimana saya berminat menyelamatkan dunia. Tampak jelas bahwa saya penuh semangat dan antusias, tetapi kurang bijaksana di banyak bidang. Meskipun ada beberapa pemimpin pelayanan dimasa itu, hanya sedikit di bidang saya yang mempunyai arahan pelatihan yang benar-benar saya butuhkan. Berkat kemurahan-Nya, Tuhan mempertemukan saya dengan sekelompok hamba Tuhan berpengalaman yang kemudian menjadi pembimbing saya dalam pelayanan.
Meskipun telah mempunyai orang-orang yang tepat untuk diteladani, pelajaran yang paling berharga saya dapatkan melalui cara coba-coba. Jika saya dapat melihat setiap masalah sebelum terjadi, saya mungkin jauh lebih maju dari apa yang saya dapatkan sekarang. Saya dan juga anda tahu bahwa sebahagian besar orang tidak mempunyai karunia untuk mengetahui apa yang akan dialami. Saya yakin anda pernah mendengar ungkapan”jika saja aku tahu terlebih dahulu apa yang kuketahui saat ini.....”
Sepertinya hidup kita akan berbeda jauh jika kita dapat mengatasi beberapa halangan dalam hidup dan pelayanan kita. Namun demikian, orang-orang yang berpengalaman menyatakan bahwa ada suatu kekuatan yang tumbuh dan berkembang yang berasal dari tantangan pelayanan, dimana pelajaran yang dapat diperolehi dari ‘tantangan’ itulah yang pada akhirnya membentuk kita menjadi pemimpin yang kuat. Beberapa pelajaran tersebut benar-benar kita perlukan dan hendaknya jangan dihindari kerana akan membantu membentuk kita menjadi apa yang Tuhan inginkan bagi hidup kita.
"Lalu pergilah aku ke rumah tukang periuk, dan kebetulan ia sedang b ekerja pelarikan. Apabila bejana yang sedang dibuatnya dari tanah liat di tangannya itu, rusak, maka tukang periuk itu mengerjakannya kembali menjadi bejana lain menurut apa yang baik pada pemandangannya" (Yeremia 18:3-4).
Mengertilah bahwa hanya setelah mengalami proses pembentukan ini baru kita dapat masuk pada tahap pemenuhan atas siapa diri kita ini. Hal ini perupakan titik di mana anda akan menyedari bahwa Tuhan telah memberikan suatu pelayanan yang murni, pelayanan yang membuat kia merasa bangga dalam memenuhinya. Sekali anda menerima kebenaran tersebut anda tidak perlu lagi meniru pelayanan-pelayanan besar yang telah dikenal. Anda akan melayani dengan keyakinan yang benar-benar baru, menyadari tidak seorang pun di dunia dapat menyamai anda dalam menjadi diri anda sendiri.
Sebagai seorang pemuda yang masuk dalam pelayanan pastoral, saya mempunyai cukup dasar kekristenan. Secara peribadi saya mengenal siapa Yesus. Saya tahu bahwa dia adalah Juruselamat, Penyembuh, Penolong, dan Tuhan atas segala sesuatu. Semuanya itu saya ketahui dengan baik. Tetapi, saya tidak benar-benar memahami para pengikutnya. Sama seperti setiap manusia berbeda satu dengan yang lainnya, setiap orang Kristen juga berbeda. Perbedaan ini menggerakkan hamba-hamba Tuhan dan para pemimpin untuk membuat penemuan-penemuan penting mengenai orang.
Salah satu pelajaran pertama saya adalah bahwa memimpin suatu jemaat sebenarnya bukanlah mengkhotbahkan pesan-pesan agung, memenangkan penghargaan paduan suara rohani, atau mempunyai anggota jemaat yang banyak dipamerkan pada hamba-hamba Tuhan yang lain dalam konferensi hamba-hamba Tuhan. Secara sederhana penggembalaan adalah mengenai orang-orang. Penggembalaan adalah mengenai apa yang membuat orang menangis dan apa yang membuat mereka ketawa. Penggembalaan adalah mengenai kehadiran kita bagi mereka sebagai suatu jemaat ketika mereka sangat membutuhkan anda.
Penggembalaan adalah mengenai memimpin domba-domba yang dipercayakan Yesus untuk anda pelihara, menuju padang rumput yang jauh lebih hijau daripada yang mereka angankan jika tanpa bimbingan anda. Adalah tugas anda untuk melayani Firman Tuhan dengan kekuatan sedemikian rupa sehingga merubah orang-orang melalui Firman Tuhan. Apa yang saya pelajari adalah bahwa pelayanan adalah mengenai orang-orang dan bukan mengenai saya. Hal itu adalah wahyu saya yang pertama.
Wahyu saya yang kedua datang sedemikian rupa hingga mengejutkan saya. Sekalipun hal itu tampak relative naïf bagi saya, saya berhadapan langsung dengan realitas bahwa anak-anak Tuhan tidak selalu adalah orang-orang yang menyatakan dirinya sebagai anak-anak Tuhan. Mereka tidak semuanya baik menawan. Mereka tidak selalunya menepati janji mereka. Beberapa orang yang saya layani dengan mengorbankan waktu dan uang, berubah iri terhadap kesejahteraan keluarga saya. Dan mereka mengatakan kebohongan mengenai saya. Ketika hal itu terjadi, secara naluriah saya berjaga-jaga. Saya menjadi tertutup tidak seperti biasanya, untuk melindungi diri saya sendiri dari penyimpangan pada saat penggembalaan.
Hal itu menegaskan saya bahwa setiap orang yang mengetuk pintu sebenarnya tidak memerlukan bantuan saya sebagaimana mereka pikir. Kenyataannya hanya sediki yang benar-benar memerlukannya. Sebahagian besar orang memerlukan saya untuk menunjukkan baris demi baris Firman Tuhan agar mereka dapat hidup dengan gaya hidup yang jauh lebih baik daripada sebelum mereka menerapkan prinsip-prinsip Alkitab.
Tampaknya sebagaian besar orang sangat tertarik pada kesempatan untuk diajar mengenai kebenaran yang dapat membebaskan mereka. Tetapi ini bukan selalu tanggapan awal mereka. Banyak orang menanggapi kasih dan kebaikan saya dengan curiga dan salah pengertian. Mereka terlebih dahulu telah dilukai oleh dunia dan tidak ingin mengalaminya lagi, terutama oleh seorang hamba Tuhan.
Sebahagian besar orang dalam masyarakat modern kita ini membawa sejumlah besar bagasi kemanapun mereka pergi. Dari satu Negara bagian ke Negara bagian lainnya, dari satu desa ke desa lainnya, tas-tas bawaan mereka selalui mengikuti. Mereka membawa tas-tas itu dari masa lalu mereka kedalam rumahtangga mereka dan pekerjaan-pekerjaan mereka yang baru; mereka menjadikannya sebagai alasan mengapa mereka tidak sukses dalam hidup; dan mereka membawanya pula ke mimbar ketika diajak untuk bergabung dangan gereja setempat.
Seorang pengarang dan ahli kepimpinan di New York times, John C. Maxwell mengingatkan kita bahwa “orang yang terlukai itu melukai orang lain.” Tuhan telah mempercayakan kepada pemimpin-Nya tugas mulia yakni melayani orang-orang yang terluka. Dari dulu sudah menjadi tujuan hidup saya memberikan pelayanan firman dan Kasih Tuhan tanpa kompromi kepada orang-orang yang terluka ini. Tetapi bagaimana kita menjalankannya secara efektif tanpa disakiti selama proses pelayanan tersebut? Untuk hal ini lah saya menulis buku ini.
Seperti telah saya katakana sebelumnya, ada beberapa pelajaran yang harus anda pelajari sendiri.tetapi adalah lebih banyak lagi pelajaran yang dapat anda pelajari dari pengalaman orang lain. Dalam buku ini saya mempunyai beberapa sukarelawan sebagai contoh apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam pelayanan. Ya, saya akui saya talah melakukan beberapa kesalahan. Tetapi kesalahan itu bukanlah kesalahan yang mengecewakan: yang mengecewakan bagi saya adalah bila saya tidak belajar dari kesalahan saya.
Orang berkata hanya orang bodoh yang melakukan kesalahan yang sama berulang-ulang. Tujuan hidup saya bukanlah menjadi orang bodoh. Saya selalu bertanya pada diri sendiri, “Hal positif apa yang dapat saya pelajari dari pengalaman ini?” Pelajaran yang saya dapatkan jauh lebih berharga dari pada kegagalan yang saya alami. Mungkin itulah sebabnya iblis selalu berusaha sekuat tenaga untuk mengalihkan perhatian para pemimpin lebih kepada kegagalan daripada pelajaran berharga yang mereka perolehi dari kegagalan tersebut. Kerana hal inilah yang dapat membuat anda menjadi pemimpin yang tangguh.
First Class Leaders: lima puluh prinsip untuk menjadi seorang pemimpin yang tangguh, adalah suatu panduan bagi para pemimpin kristien yang perlu mengetahui cara menangani masalah-masalah yang seringkali menghalangi banyak hamba Tuhan. Keinginan saya adalah untuk menolong setiap ketua pelayanan, setiap pemimpin, setiap pendeta dengan pesan ini, agar dapat menjalankan pelayanan tanpa gangguan yang tidak perlu.
Untuk meyakinkan anda, saya telah menyusun 50 daftar yang merupakan hal utama yang sering atau pernah dihadapi oleh para pemimpin. Setiap daftar disusun, di komentari, dan disimpulkan ke dalam gagasan utama: Firman Tuhan. Pemikiran dan komentar pada setiap bagian tidak terlalu panjang, namun maknanya abadi. Seandainya saja buku ini muncul pada saat saya memulai pelayanan saya, maka usaha mengendalikan pelayanan pada masa-masa sulit akan menjadi jauh lebih mudah.
Doa saya adalah semoga anda dapaat memanfaatkan karya ini sebagai suatu panduan guna mengarahkan anda melalui masa-masa sulit yang mana anda berharap berhasil melewatinya. Saya yakin bahwa banyak pemimpin dan hamba Tuhan yang membaca buku ini memahami cara menghindari masalah. Bacalah; berikan pada rakan sesama hamba Tuhan. Bahkan jemaat yang anda layani juga akan mendapat keuntungan dari pengetahuan tersebut, yaitu mengajarkan bagaimana seharusnya menjadi seorang pemimpin. Jangan ragu atas panggilan Tuhan ini. Anda mungkin tidak akan mendapatkan semua jawaban, tetapi anda mendapat 50 jawaban. Saya percaya bahwa tiap-tiap prinsip sama berharganya bagi anda seperti juga bagi saya.
Di hadapan Allah dan Kristus Yesus yang akan menghakimi orang yang hidup dan yang mati, aku berpesan dengan sungguh-sungguh kepadamu dari pernyataan-Nya dan demi kerajaan-Nya. Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegurlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran (2 Timotius 4:1)
Dalam setiap generasi ada orang-orang yang bersungguh-sungguh melayani Tuhan hingga mencapai tahap dimana mereka tampak menonjol diantara hamba-hamba Tuhan untuk mengangkat generasi tersebut ke tingkat lebih tinggi. Dr. Bernard Grant adalah salah satu dari orang-orang itu. Dia tidak hanya diurapi sebagai pendeta dan pemimpin, tetapi juga sebagai pendeta bagi para pemimpin.
Buku ini adalah buku “bacaan wajib” bagi setiap pemimpin dalam kerajaan Allah, baik tua maupun muda. Buku ini akan menolong par hamba Tuhan yang baru untuk menghindari berbagai jebakan dalam pelayanan. Buku ini juga membantu pemimpin yang berpengalaman dalam melakukan koreksi yang penting guna meningkatkan pelayanan mereka pada tahap berikutnya.
Dengan segala hormat, kami persembahkan First Class Leader. Lima puluh prinsip untuk menjadi seorang pemimpin yang kuat.
Dr. Robert L,Wilks, Jr, Pastor/Pendiri
Vine-Life Christian Fellowship
Riverside, California.
.....................................................................................
Sebagaimana dalam bidang kehidupan lainnya, kita belajar seiring kita melangkah. Demikian pula ketika Tuhan melengkapi dan mengutus seseorang untuk suatu pelayanan. Ada beberapa pelajaran yang tidak akan pernah anda dapatkan di bangku sekolah Alkitab. Pelayanan dan penggembalaan jemaat adalah suatu panggilan yang paling menantang. Dalam panggilan ini masa persiapan tidak akan sia-sia. Meskipun beberapa tahun mengenyam bangku sekolah Alkitab dapat membantu kita mempersiapkan diri dalam mengajar Alkitab, tetapi hal itu tidak dapat memberi kita keahlian-keahlian yang diperlukan untuk menggembalakan umat Tuhan.
Dr. Grant telah merangkai prinsip-prinsip yang akan membuat hamba Tuhan, yang telah memperoleh pelajaran dan semangat, siap untuk terjun ke dalam pelayanan dan menerobos berbagai jebakan yang telah dialami oleh orang-orang dalam dunia pelayanan. Seringkali, para pemimpin memulai pelayanan tanpa diperlengkapi dengan cukup agar dapat berhasil. Sekali anda terjun dalam dunia pelayanan, waktu untuk mengawali pelayanan dan masa dimana kita tidak tahu harus berbuat suatu sudah habis.
Buku ini merupakan suatu “bacaan wajib” bagi siapapun yang berencana untuk memasuki dunia pelayanan. Bila seseorang hamba Tuhan menerapkan ke 50 kebenaran yang ditemukannya dalam buku ini, dipastikan dia akan mempunyai kesempatan pengetahuan dari hamba Tuhan ini. Dr. Grant berkeinginan untuk melihat hamba Tuhan berhasil dalam pelayanannya disepanjang waktu, tanpa mempedulikan halangan yang dihadapinya. Dengan menerapkan bimbingan awal yang telah Tuhan berikan pada Dr. Grant ini, Anda melintasi perlombaan dan melaju menuju sukse.
Dr. Tarrance A. Jacko
Ambassador Christian Center
San Diego, California.
.....................................................................................
Pendahuluan
Ketika saya mulai pelayanan pendeta, saya adalah pria diusia pertengahan duapuluhan, saya ingat bagaimana saya berminat menyelamatkan dunia. Tampak jelas bahwa saya penuh semangat dan antusias, tetapi kurang bijaksana di banyak bidang. Meskipun ada beberapa pemimpin pelayanan dimasa itu, hanya sedikit di bidang saya yang mempunyai arahan pelatihan yang benar-benar saya butuhkan. Berkat kemurahan-Nya, Tuhan mempertemukan saya dengan sekelompok hamba Tuhan berpengalaman yang kemudian menjadi pembimbing saya dalam pelayanan.
Meskipun telah mempunyai orang-orang yang tepat untuk diteladani, pelajaran yang paling berharga saya dapatkan melalui cara coba-coba. Jika saya dapat melihat setiap masalah sebelum terjadi, saya mungkin jauh lebih maju dari apa yang saya dapatkan sekarang. Saya dan juga anda tahu bahwa sebahagian besar orang tidak mempunyai karunia untuk mengetahui apa yang akan dialami. Saya yakin anda pernah mendengar ungkapan”jika saja aku tahu terlebih dahulu apa yang kuketahui saat ini.....”
Sepertinya hidup kita akan berbeda jauh jika kita dapat mengatasi beberapa halangan dalam hidup dan pelayanan kita. Namun demikian, orang-orang yang berpengalaman menyatakan bahwa ada suatu kekuatan yang tumbuh dan berkembang yang berasal dari tantangan pelayanan, dimana pelajaran yang dapat diperolehi dari ‘tantangan’ itulah yang pada akhirnya membentuk kita menjadi pemimpin yang kuat. Beberapa pelajaran tersebut benar-benar kita perlukan dan hendaknya jangan dihindari kerana akan membantu membentuk kita menjadi apa yang Tuhan inginkan bagi hidup kita.
"Lalu pergilah aku ke rumah tukang periuk, dan kebetulan ia sedang b ekerja pelarikan. Apabila bejana yang sedang dibuatnya dari tanah liat di tangannya itu, rusak, maka tukang periuk itu mengerjakannya kembali menjadi bejana lain menurut apa yang baik pada pemandangannya" (Yeremia 18:3-4).
Mengertilah bahwa hanya setelah mengalami proses pembentukan ini baru kita dapat masuk pada tahap pemenuhan atas siapa diri kita ini. Hal ini perupakan titik di mana anda akan menyedari bahwa Tuhan telah memberikan suatu pelayanan yang murni, pelayanan yang membuat kia merasa bangga dalam memenuhinya. Sekali anda menerima kebenaran tersebut anda tidak perlu lagi meniru pelayanan-pelayanan besar yang telah dikenal. Anda akan melayani dengan keyakinan yang benar-benar baru, menyadari tidak seorang pun di dunia dapat menyamai anda dalam menjadi diri anda sendiri.
Sebagai seorang pemuda yang masuk dalam pelayanan pastoral, saya mempunyai cukup dasar kekristenan. Secara peribadi saya mengenal siapa Yesus. Saya tahu bahwa dia adalah Juruselamat, Penyembuh, Penolong, dan Tuhan atas segala sesuatu. Semuanya itu saya ketahui dengan baik. Tetapi, saya tidak benar-benar memahami para pengikutnya. Sama seperti setiap manusia berbeda satu dengan yang lainnya, setiap orang Kristen juga berbeda. Perbedaan ini menggerakkan hamba-hamba Tuhan dan para pemimpin untuk membuat penemuan-penemuan penting mengenai orang.
Salah satu pelajaran pertama saya adalah bahwa memimpin suatu jemaat sebenarnya bukanlah mengkhotbahkan pesan-pesan agung, memenangkan penghargaan paduan suara rohani, atau mempunyai anggota jemaat yang banyak dipamerkan pada hamba-hamba Tuhan yang lain dalam konferensi hamba-hamba Tuhan. Secara sederhana penggembalaan adalah mengenai orang-orang. Penggembalaan adalah mengenai apa yang membuat orang menangis dan apa yang membuat mereka ketawa. Penggembalaan adalah mengenai kehadiran kita bagi mereka sebagai suatu jemaat ketika mereka sangat membutuhkan anda.
Penggembalaan adalah mengenai memimpin domba-domba yang dipercayakan Yesus untuk anda pelihara, menuju padang rumput yang jauh lebih hijau daripada yang mereka angankan jika tanpa bimbingan anda. Adalah tugas anda untuk melayani Firman Tuhan dengan kekuatan sedemikian rupa sehingga merubah orang-orang melalui Firman Tuhan. Apa yang saya pelajari adalah bahwa pelayanan adalah mengenai orang-orang dan bukan mengenai saya. Hal itu adalah wahyu saya yang pertama.
Wahyu saya yang kedua datang sedemikian rupa hingga mengejutkan saya. Sekalipun hal itu tampak relative naïf bagi saya, saya berhadapan langsung dengan realitas bahwa anak-anak Tuhan tidak selalu adalah orang-orang yang menyatakan dirinya sebagai anak-anak Tuhan. Mereka tidak semuanya baik menawan. Mereka tidak selalunya menepati janji mereka. Beberapa orang yang saya layani dengan mengorbankan waktu dan uang, berubah iri terhadap kesejahteraan keluarga saya. Dan mereka mengatakan kebohongan mengenai saya. Ketika hal itu terjadi, secara naluriah saya berjaga-jaga. Saya menjadi tertutup tidak seperti biasanya, untuk melindungi diri saya sendiri dari penyimpangan pada saat penggembalaan.
Hal itu menegaskan saya bahwa setiap orang yang mengetuk pintu sebenarnya tidak memerlukan bantuan saya sebagaimana mereka pikir. Kenyataannya hanya sediki yang benar-benar memerlukannya. Sebahagian besar orang memerlukan saya untuk menunjukkan baris demi baris Firman Tuhan agar mereka dapat hidup dengan gaya hidup yang jauh lebih baik daripada sebelum mereka menerapkan prinsip-prinsip Alkitab.
Tampaknya sebagaian besar orang sangat tertarik pada kesempatan untuk diajar mengenai kebenaran yang dapat membebaskan mereka. Tetapi ini bukan selalu tanggapan awal mereka. Banyak orang menanggapi kasih dan kebaikan saya dengan curiga dan salah pengertian. Mereka terlebih dahulu telah dilukai oleh dunia dan tidak ingin mengalaminya lagi, terutama oleh seorang hamba Tuhan.
Sebahagian besar orang dalam masyarakat modern kita ini membawa sejumlah besar bagasi kemanapun mereka pergi. Dari satu Negara bagian ke Negara bagian lainnya, dari satu desa ke desa lainnya, tas-tas bawaan mereka selalui mengikuti. Mereka membawa tas-tas itu dari masa lalu mereka kedalam rumahtangga mereka dan pekerjaan-pekerjaan mereka yang baru; mereka menjadikannya sebagai alasan mengapa mereka tidak sukses dalam hidup; dan mereka membawanya pula ke mimbar ketika diajak untuk bergabung dangan gereja setempat.
Seorang pengarang dan ahli kepimpinan di New York times, John C. Maxwell mengingatkan kita bahwa “orang yang terlukai itu melukai orang lain.” Tuhan telah mempercayakan kepada pemimpin-Nya tugas mulia yakni melayani orang-orang yang terluka. Dari dulu sudah menjadi tujuan hidup saya memberikan pelayanan firman dan Kasih Tuhan tanpa kompromi kepada orang-orang yang terluka ini. Tetapi bagaimana kita menjalankannya secara efektif tanpa disakiti selama proses pelayanan tersebut? Untuk hal ini lah saya menulis buku ini.
Seperti telah saya katakana sebelumnya, ada beberapa pelajaran yang harus anda pelajari sendiri.tetapi adalah lebih banyak lagi pelajaran yang dapat anda pelajari dari pengalaman orang lain. Dalam buku ini saya mempunyai beberapa sukarelawan sebagai contoh apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam pelayanan. Ya, saya akui saya talah melakukan beberapa kesalahan. Tetapi kesalahan itu bukanlah kesalahan yang mengecewakan: yang mengecewakan bagi saya adalah bila saya tidak belajar dari kesalahan saya.
Orang berkata hanya orang bodoh yang melakukan kesalahan yang sama berulang-ulang. Tujuan hidup saya bukanlah menjadi orang bodoh. Saya selalu bertanya pada diri sendiri, “Hal positif apa yang dapat saya pelajari dari pengalaman ini?” Pelajaran yang saya dapatkan jauh lebih berharga dari pada kegagalan yang saya alami. Mungkin itulah sebabnya iblis selalu berusaha sekuat tenaga untuk mengalihkan perhatian para pemimpin lebih kepada kegagalan daripada pelajaran berharga yang mereka perolehi dari kegagalan tersebut. Kerana hal inilah yang dapat membuat anda menjadi pemimpin yang tangguh.
First Class Leaders: lima puluh prinsip untuk menjadi seorang pemimpin yang tangguh, adalah suatu panduan bagi para pemimpin kristien yang perlu mengetahui cara menangani masalah-masalah yang seringkali menghalangi banyak hamba Tuhan. Keinginan saya adalah untuk menolong setiap ketua pelayanan, setiap pemimpin, setiap pendeta dengan pesan ini, agar dapat menjalankan pelayanan tanpa gangguan yang tidak perlu.
Untuk meyakinkan anda, saya telah menyusun 50 daftar yang merupakan hal utama yang sering atau pernah dihadapi oleh para pemimpin. Setiap daftar disusun, di komentari, dan disimpulkan ke dalam gagasan utama: Firman Tuhan. Pemikiran dan komentar pada setiap bagian tidak terlalu panjang, namun maknanya abadi. Seandainya saja buku ini muncul pada saat saya memulai pelayanan saya, maka usaha mengendalikan pelayanan pada masa-masa sulit akan menjadi jauh lebih mudah.
Doa saya adalah semoga anda dapaat memanfaatkan karya ini sebagai suatu panduan guna mengarahkan anda melalui masa-masa sulit yang mana anda berharap berhasil melewatinya. Saya yakin bahwa banyak pemimpin dan hamba Tuhan yang membaca buku ini memahami cara menghindari masalah. Bacalah; berikan pada rakan sesama hamba Tuhan. Bahkan jemaat yang anda layani juga akan mendapat keuntungan dari pengetahuan tersebut, yaitu mengajarkan bagaimana seharusnya menjadi seorang pemimpin. Jangan ragu atas panggilan Tuhan ini. Anda mungkin tidak akan mendapatkan semua jawaban, tetapi anda mendapat 50 jawaban. Saya percaya bahwa tiap-tiap prinsip sama berharganya bagi anda seperti juga bagi saya.
Di hadapan Allah dan Kristus Yesus yang akan menghakimi orang yang hidup dan yang mati, aku berpesan dengan sungguh-sungguh kepadamu dari pernyataan-Nya dan demi kerajaan-Nya. Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegurlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran (2 Timotius 4:1)
Monday, February 9, 2009
CHURCH SHIFT-BAB 1: KEKUASAAN RAKYAT
BAB 1
SAYA TIDAK DAPAT MEMPERCAYAI APA YANG ALLAH PERINTAHKAN UNTUK saya lakukan. Saya terus mundar-mandir di tempat doa saya di mana saya bertekad untuk menghabiskan satu minggu hanya bersama Allah. Dan saya terus membantah Dia.
“Tetapi Tuhan, apa yang engkau suruh untuk kulakukan adalah hal yang dilarang dan berbahaya,” ujar saya. “Kami bisa ditembak. Pemerintah bisa mengeluarkan tang-tang mereka. Orang-orang bisa terbunuh. Setidaknya, reputasi kami di Ukraina bisa hancur berantakan.”
Tetapi Allah tidak goyah. Seminggu penuh itu saya habiskan dalam doa, dan jawaban-Nya kepada saya tetap sama: Dia menginginkan gereja saya memprotes pemerintahan kami secara terbuka di Kyiv.
Di benak saya hal ini bukan hanya bodoh, namun juga berbahaya. Sama saja dengan menyatakan perang dengan pemerintah. Kami bisa diperlakukan dengan kejam, dipenjarakan, atau ditembak, seperti yang terjadi kepada para pemrotes di masa lalu.
Sekalipun Ukraina secara rasmi bukan Negara komunis lagi, rakyat Negara ini masih hidup dengan pola pikir orang tertindas. Selama bertahun-tahun Uni-Soviet telah mengajari rakyat Ukraina untuk tunduk pada otoritas tanpa banyak tanya. Meskipun Uni-Soviet tidak ada, rakyat masih belum dapat membayangkan suatu pemerintahan yang menghormati mereka. Jadi pemerintah merasa bebas memperlakukan rakyat seperti domba dan pelayan. Tidak ada pertanggungjawaban dalam kepimpinan, sebagaimana yang berlaku dalam demokrasi. Para pemimpin berlaku sekorup yang mereka inginkan, dan rakyat hanya menerimanya seperti yang selalu terjadi selama ini. Mereka terus menyembunyikan pikiran dan perasaan mereka jauh di dalam diri dan berpura-pura setuju dengan pemerintah. Sekalipun Ukraina telah merdeka lebuh dari sepuluh tahun sebelumnya, rakyat masih takut penganiayaan dank amp konsentrasi pada era Soviet akan kembali lagi.
Akibatnya, tidak ada protes dan hanya ada sedikit perkumpulan yang damai di Ukraina. Rakyat tidak mau menegur pemerintah! Mereka menyerah pada nasib. Negara ini beku di tempatnya. Tidak ada orang yang berani melangkah keluar garis. Ancaman kekerasan yang mendasar atau kekejaman terhadap sesiapa pun yang mengajukan apa yang dianggap pemerintah sebagai “pergolakan sosial” sudah dipahami dengan baik. Kelompok-kelompok yang berkumpul tanpa persetujuan pemerintah dapat dihadang dengan peluru dan tank, hukuman penjara, gangguan, atau sedikitnya cemuhan Negara. Wajar jika kelompok politik yang protes, namun akan sangat berbeda bila sebuah gereja mengeluarkan orang-orangnya protes massal.
Bagi kami, sebuah gereja sudah dipandang dengan rasa curiga oleh banyak orang Ukraina, setiap gerak-geri ketidaktaatan sipil sangatlah berisiko. Menggembalakan suatu gereja penginjilan di Ukraina dan Negara-negara Eropa timur lainnya merupakan perjalanan sulit yang rapuh di antara budaya yang memusuhi, para pemimpin pemerintahan yang curiga, dan hukum tidak adil yang membuat gereja tetap tidak diberi hak bersuara. Ukraina menbanggakan diri untuk system pendidikannya, semua berbaris ateis, yang telah menghasilkan 14 pemenang Hadia Nobel. Sebagai Negara pusat gereja Ortodoks, rakyat Ukraina dikondisikan untuk mempercayai bahwa gereja ortodoks adalah satu-satunya gereja yang benar, lambing dari budaya mereka, lebih dari sebuah tempat untuk menyembah Allah, dan bahwa gereja-gereja lain adah kultus, penyeludup asing, bahkan organisasi terselubung untuk para mata-mata. Kami berjuang melawan kesan itu selama bertahun-tahun dengan bekerja dalam damai di Ukraina dan melayani rakyat. Kami memulai dapur sup yang memberi makan dua ribu orang setiap hari secara keseluruhan lebih dari satu juta orang. Kami membangkitkan para pebisnis di gereja melalui program pelatihan bisnis kami. Kami mengadakan kursus persiapan pernikahan, konseling bagi para ibu yang tidak bernikah, dan konferensi kaum pria yang membantu menciptakan keluarga yang kuat dan masyarakat yang stabil. Kami bekerja untuk pencegahan AIDS dan rehabilitasi narkoba, menolong tiga ribu orang untuk bebas dari kecanduaan. Kami mengobati banyak penyakit masyarakat tanpa sesen pun dana pemerintah. Kami melakukan pekerjaan Allah tanpa mengancam sesiapa pun. Kami melayani Ukraina dengan kasih.
Tetapi negara kami masih memperlakukan kami dengan curiga dan membuat hukum-hukum untuk membatasi kami. Kenyataannya, kami menghadapi krisis pada saat itu karena sebagai suatu “kultus” kami diberi tahu bahwa kami tidak diizinkan untuk membeli tanah, meskipun gereja kami adalah gereja penginjilan terbesar di seluruh Eropa. Bayangkanlah anda mempunyai gereja yand terdiri atas ribuan orang dan dihalangi untuk membangun tempat kebaktian anda sendiri. Itulah situasi kami (dan itu berlanjut menjadi situasi di banyak atau sebahagian besar gereja penginjilan di bekas Uni Soviet). Gereja ortodoks dan sekutu-sekutunya dalam pemerintan telah mengecap kami sebagai pasukan mayat hidup dan menuduh daya sebagai pemimpin karismatik yang membuat para anggota gereja tetap terhipnotis. Tidak pernah diperhitungkan bahwa Embassy of God memberi makan lebih banyak orang daripada yang dilakukan oleh pemerintah kota Kyiv dan bahwa kami membuat Negara lebih stabil dan makmur. Kami masih dicap sebagai ancaman bagi identitas nasional Ukraina.
Kami menghindari konfrontasi langsung dengan pemerintah selama satu decade, tetapi kemudian gedung sewaan kami harus diperbarui dan pemerintah memutuskan untuk menendang kami keluar sehingga mereka dapat merenovasi gedung itu. Kami tak tahu harus pindah ke mana. Tak ada tempat yang cukup besar. Buldozer diparkir di luar gedung yang kami pakai ini, menunggu untuk masuk. Segera kami dipaksa untuk berkumpul di luar, di tengah hujan dan salju untuk menyelengarakan kebaktian kami. Gereja terbesar di Eropa telah menjadi tunawisma.
Pada awal krisis saya melakukan apa yang selalu saya lakukan-saya pergi kepada Allah. Dia tidak pernah meninggalkan saya, dan saya tahu Dia akan memiliki solusi bagi kami. Saya tidak khawatir sedikitpun, namun ketika saya berdoa, saya tidak menerima jawapan. Allah sepertinya diam. Saya sudah berdoa selama berbulan-bulan, kemudia setahun penuh, ketika traktor masuk dan sewa kami jatuh tempo, ditambah lagi pemiliknya mematikan aliran air. Jemaat kami mulai bertanya kemana kami akan pindah. Tetapi Allah tetap tidak memberi saya tuntunan mengenai hal ini. Sikap diam-Nya mengguncangkan saya lebih daripada hal lainnya. Saya dapat mengatasi tekanan pemerintah- saya telah berurusan dengan hal itu sejak saya datang ke Uni Soviet pada tahun 1980-an. Saya dapat mengatasi krisis yang melibatkan lokasi gereja kami. Kami sudah sering pindah, enam kali berganti lokasi dalam periode lima tahun. Kami telah bepindah-pindahdi seantero kota- dan tetap bertumbuh. Masalalah yang dibuat manusia tidak membuat saya goyah. Di manakah penolong saya yang selalu hadir? Apa kesalahan yang telah saya perbuat?
Akhirnya, jawapan –Nya datang di antara waktu doa yang bersemangat: “Hadapilah pemerintah kota. Jangan biarkan mereka mempermainkanmu lagi.” Jawapan-Nya menantang saya sampai ke dalam hati. Saya sangat tidak siap menerimanya sehingga saya mengosongkan jadwal saya dan mengambil waktu seminggu lagi untuk memastikan bahwa saya mendengar dengan jelas. Saya berdoa sepanjang hari selama tujuh hari, dan pesan Allah kepada saya tidak berubah. Dia sedang mempersiapkan kami untuk mempunyai dampak yang lebih besar daripada yang saya harapkan. Kami baru belajar mendengarkan.
KEKUASAAN RAKYAT
Allah menyuruh saya mengajak gereja kami ke jalan-jalan raya Kyiv untuk memprotes. “Rakyat adalah kuasa,” Dia berkata. “Gunakan kuasa yang kau miliki.” Gerakan semacam ini belum pernah terjadi di Ukraina. Tetapi Allah membuka mata saya untuk melihat bahwa untuk memenuhi Amanat Agung, kami harus mempunyai dampak pada bangsa-bangsa, bukan hanya pada orang-orang di gereja. Mentranfomasi Negara memerlukan langkah-langkah yang berani. Kami tidak bias lagi hanya dipusingkan dengan memelihara apa yang kami miliki atau menambah jumlah jemaat kami; kami dipanggil untuk bergerak dengan kuat dalam setiap bidang kemasyarakatan. Itu mencakup penggunaan berbagai metode yang tidak pernah kami pikirkan, seperti protes rakyat ini.
Pandangan saya tentang ketidaktaatan warga sipil bersifat tradisional dan konservatif. Saya yakin orang Kristen tidak pernah dibolehkan untuk tidak taat atau berdemonstrasi menentag pemerintah, tetapi harus tunduk dengan rendah hati kepada pemerintah kerana pemerintah menyandang otoritas dan kuasa Allah untuk menghukum. Saya tidak takut dengan hukuman, tetapi saya tentu saja ingin mentaati Allah, dan kerana itu saya mengajar diri saya dan jemaat untuk menghormati pemerintah dan mengikuti hukum-hukumnya.
Namun di tempat doa itu, sendirian dan patah semangat, Allah menunjukkan kepada saya bahwa saya salah. Dia membawa saya untuk membaca Kisah Para Rasul dan menunjukan bahwa ketidaktaatan warga sipil dapat menjadi hal yang benar jika engkau melawan ketidakbenaran. Dia menunjukkan kepada saya bagaimana para murid tidak menaati hukum yang melarang mereka memberitakan nama Yesus. (Lihat Kisah Para Rasul 5.) Saya tidak pernah melihatnya. Mereka tidak hanya melangar hokum, tetapi Allah jugamendukung mereka dalam hal itu. Dalam situasi kami, meskipun demonstrasi damai diizinkan oleh hukum, kami tetap memerlukan izin khusus dari pemerintah untuk mengadakan protes semacam itu. Izin khusus itu tidak pernah dikeluarkan.
Saya meninggalkan waktu doa itu dengan rasa yakin tentang apa yang perlu saya lakukan. Pesan Allah terngiang di telinga saya: “Rakyat adalah kuasa. Gunakan Rakyat.”
“Itu sama saja membunuh diri,” Kata seseorang.
“Itu tidak alkitabiah,” kata beberapa orang yang lain.
Saya sudah mempersiapkan diri, kerana tahu bahwa saya harus berperang dengan taman-teman saya sebelum berjuang dalam peperangan yang sesungguhnya di jalan-jalan raya Kyiv. Lalu saya memberitahukan kepada gereja tentang apa yang saya percaya dikehendaki Allah untuk kami lakukan. Surat-surat pengunduran diri datang di meja saya segera setelah itu. “Kami punya keluarga dan bisnis,” tulis orang-orang itu. “Kami takut. Kami tidak mahu pemerintah mengawasi kita dengan ketat seperti di zaman komunis.”
Untuk mencuba memulihkan kesatuan, saya meminta para pemimpin gereja untuk guna mencari Allah dan meminta jawapan. Kedua belas peria ini melakukannya, dan mereka dating kembali dengan konfirmasi tentang apa yang telah Allah katakana kepada saya. Mereka terheran-heran seperti saya sewaktu mendengar pesan itu, dan sekarang mereka juga sedang mempersiapkan peperangan yang akan tiba. Allah sedang mengajari kami salah satu pelajaran terpenting untuk memengaruhi suatu bangsa,iaitu: Anda tidak pernah mencapainya jika anda tetap berada di balik keempat dinding gereja.
Melalui semua itu kami menemukan apa yang sesungguhnya makna Amanat Agung. Allah telah mengajarkan kami bahww misi kami sebagai orang percaya adalah menyelamatkan bangsa-bangsa, bukan hanya menginjili individu-individu dan membangun gereja-gereja. Allah sangat tidak memusingkan ukuran gereja dan pelayanan gereja. Semua itu adalah tambahan bagi sasaran utama-Nya, iaitu agar semua bangsa berjalan mengikut Dia dalam prinsip-prinsip kerajaan. Gereja menggenapi mandatnya ketika ia mengubah masyarakat, bukan ketika ia terkurung di tempat kebaktian dan ruang kelas sekolah Minggunya. Gereja harus membangun kerajaan Allah di suatu Negara. Kerajaan itu harus mengalir keluar ke jalan-jalan dan tempat-tempat kerja, ke tempat pemerintahan dan hiburan. Itulah sifatnya, untuk bertumbuh dan mengambil alih, Jika anda berusaha menyimpan untuk diri anda sendiri, anda akan kehilangan hal itu.
Dan kami tidak mahu kehilangan.
GEREJA-GEREJA YANG BERFOKUS PADA GEREJA
Terlalu banyak orang Kristen dan pemimpin Kristen yang menghabiskan ebergi, kreativitas, dan waktu mereka yang berharga untuk memajukan gereja, bukan kerajaan Allah. Mereka bekerja demi kesuksesan gereja mereka, atau mungkin demi sekelompok gereja di kota mereka, atau mereka bekerja bagi pelayanan atau denominasi mereka. Mereka percaya bahawa dengan membangun gereja dan pelayanan berarti mereka sedang membangun kerajaan Allah. Mereka mengira gereja dan kerajaan benar-benar sinonim. Isolasi gereja dari dunia ini telah mengakibatkan ketidakefektifan dan kegagalan dalam melaksanakan Amanat Agung.
Namun gereja bukanlah kerajaan. Yesus berkata dalam Lukas 17: 21, “Juga orang tidak dapat mengatakan: Lihat, ia ada disini atau ia ada di sana! Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada diantara kamu.” Kerajaan Allah tidak terbatas pada bait gereja. Tidak ada gereja yang dapat memuat atau mengendalikan Kerajaan Allah. Kerajaan itu dimaksudkan untuk menghuni seluruh bumi, bukan hanya altar gereja anda.
Amanat Agung tidak seperti apa yang dipahami oleh banyak dari kita. Kita mengerti gereja harus melakukan penginjilan-- Membawa orang-orang dari luar ke dalam gedung gereja kita. Namun mandat Amanat Agung adalah pergi dan memuridkan bangsa-bangsa. Fokusnya bukanlah didalam sini, melainkan diluar sana. Inilah tujuan Yesus datang ke b umi. Ini dimaksudkan untuk menjadi tujuan kita sebagai orang-orang yang telah ditebus. Amanat Agung dalam Matius 28: 19 berkata,
Pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKu.
Yesus tidak berkata,”Pergilah dan bangunlah gereja-gereja yang besar.” Dia bahkan tidak berkata,”Pergilah dan selamatkan orang-orang.” Dia tidak pernah berkata,”Kiranya gerejamu datang dibumi seperti disyurga.” Dia juga tidak berkata,” Carilah dahulu gereja dan seluruh kebenarannya.” Sebaliknya, denyut jantung-Nya adalah agar bangsa-bangsa diperintah oleh prinsip-prinsip kerajaan Allah. Itulah panggilan bagi setiap orang percaya dan setiap gereja.
Jadi mengapa perhatian kita tercurah untuk penginjilan peribadi dan membangun gereja? Masalahnya adalah pola pikiran kita. Kita sering lupa bahawa Kerajaan Allah telah datang. Kita lupa bahawa kita dipanggil untuk memerintah tanah perjanjian kita- dan untuk memerintah bangsa-bangsa. Kita lupa dengan kuasa yang kita terima dari Yesus Kristus. Jadi perhatian kita ditarik kepada gereja-gereja. Membangun sebuah gereja agak jauh lebih mudah dicapai daripada mentranfomasi suatu bangsa.
Latar belakang agama saya sendiri mengajar sya bahwa kerajaan Allah semata-mata adalah tentang surga, bukan bumi. Saya mengira pekerjaan kerajaan Allah itu berlangsung setelah kita meninggal, setelah kita pindah kekerajaan itu. Saya salah baca Alkitab dan perkataan Yesus. Saya menjadikan kerajaan Allah itu sesuatu yang hanya ada di masa depan, dan demikian fokus dan tujuan hidup saya salah arah. Saya memiliki dampak yang kecil pada dunia di sekitar saya. Namun kerana Allah ingin melakukan sesuatu di Ukraina yang jauh lebih besar daripada “gereja besar” kami atau diri saya, Dia dengan murah hati mengajar kami untuk mengambil posisi proaktif di masyarakat, untuk pergi keluar dari gedung kami dan menjalankan otoritas-Nya atas suatu bangsa dan pemerintah yang tidak saleh.
Kini banyak orang duduk di bangku gereja sambil berharap agar berhasil pergi ke kerajaan Allah, dan mereka tidak menyedari bahwa, menurut Yesus, kerajaan itu sudah ada di sini dan sekarang.tidak seorang pun yang harus mati dulu sebelum melihat kerajaan Allah. Kita sedekat yang kita mau dengan kerajaan itu. Yesus tidak meninggalkan kerajaan Allah di surga ketika dia datang ke bumi. Dia membawa kerajaan itu bersama-Nya. Orang percaya yang telah dilahirkan kembali berada dalam kerajaan itu pada saat ini. Kita dapat berhenti mengharapkannya- kerajaan itu sudah datang dua ribu tahun yang lalu, dan kerajaan itu tetap hadir bersama kita sekarang.
Jika kita lupa bahwa kerajaan itu sudah di sini sekarang. Kita menjauhkan diri dari panggilan kita untuk memuridkan bangsa-bangsa. Kita ingin menggunakan gereja sebagai lubang persembunyian kita dari masalah-masalah dunia. Peperangan ini tentu saja sengit, tetapi Allah mengutus orang Kristen bukan untuk bersembunyi di dalam, atau bahkan membangun, gereja-gereja, melainkan untuk memiliki dampak dalam hidup mereka dan untuk bangsa-bangsa di dunia. Janji Allah adalah, “Mintalah kepada-Ku, maka bangsa-bangsa akan Kuberikan kepadamu menjadi milik pusakamu, dan hujung bumi manjadi kepunyaanmu” (Mazmur 2:8).
Bayangkanlah itu! Kita dimaksudkan untuk mewarisi bangsa-bangsa. Kita bertanggung jawab bukan atas ruang kebaktian dan ruang kelas sekolah minggu, namun atas bangsa kita. Di mata Allah kita tidak terpisah dari bangsa kita. Kita adalah milik bangsa-bangsa. Allah akan menuntut kita bertanggung jawab kepada bangsa-bangsa. Kita tidak dapat lari ke dalam gereja dan mengira tangan kita akan dicuci bersih dari semua yang terjadi di luar. Kita dipanggil ke dunia untuk memulihkan kerajaan itu. Dan jika ada negara yang menderita kerana budaya yang jahat, hal itu terjadi kerana gereja belum mengalahkannya dengan prinsip-prinsip kerajaan Allah. Allah tidak menjawab banyak doa gereja kami untuk menyelesaikan masalah kami yang membutuhkan sebuah tampat kebaktian, kereana dia memiliki rencana yang lebih besar- keselamatan bangsa kami, bukan sekadar menyediakan tempat baru untuk kami berkumpul.
Sebahagian orang merasa bahwa apabila mereka bekerja di taman kanak-kanak atau menyanyi dipaduan suara, mereka sudah memenuhi bidag pelayanan mereka. Namun ini bukan pelayanan yang sebenarnay. Ini hanyalah pekerjaan mengurus rumah. Tugas anda sebagai anggota paduan suara, sukarelawan guru, atau pengantar tamu adalah apa yang harus kita semua lakukan supaya gereja tetap berfungsi, namun ini tidak selalu memenuhi Amanat Agung. Amanat Agung terjadi di luar gereja Pelayanan adalah apa yang anda lakukan untuk membawa hidup anda dan lingkup pengaruh anda ke bawah pemerintahan kerajaan.
GEREJA DIGERAKAN OLEH KERAJAAN
Gereja tidak pernah manjadi fokus Amanat Agung, namun gereja selalu menjadi alat terpenting untuk melaksanakan Amanat Agung. Gereja adalah alat utama yang Allah gunakan melatih orang-orang sehingga mereka tahu bagaimana menemukan tanah perjanjian mereka dan memerintah di negara mereka. Gereja adalah markasnya, tetapi peperangan tidak berkecamuk di markas. Peperanagan terjadi di medan perang.
Satu Timotius 3:15 menyebut gereja sebagai tiang penopang dan dasar kebenaran. Gereja menopang kerajaan Allah dengan menjasi sekolah tempat melengkapi, dan tempat mendukung untuk pengubah-pengubah dunia. Namun fokus kita harus tetap di luar, bukan di dalam. Kita harus pergi dari “sekolah” ke dunia dan membawa prinsip-prinsip kerajaan yang berkuasa itu untuk menyelesaikan masalah-masalah dunia.
Jika orang kristen mengubah tujuan gereja dan menjadikannya tempat pemeliharaan pelarian, bukan tempat untuk memperlengkapi dan mungutus, kita sedang bekerja melawan Amanat Agung. Kita memelihara orang banyak, bukannya mengutus mereka keluar. Kita menimbun sumber daya kerajaan, iaitu orang-orang dan karunia mereka. Di banyak gereja, para pekerja Allah menjadi tawanan. Mereka seperti tawanan dan sang gembala adalah penjaga penjaranya.
Kita tidak di panggil untuk berdesak-desak di dalam ruang gereja, tetapi untuk mengembalikan kerajaan Allah ke dunia. Tetapi sebahagian orang kristen dan para pengkhotbah salah tafsir kata ecclesia, bahasa yunani untuk “gereja”, yang secara harfiah berarti “orang-orang yang dipanggil keluar”. Mereka keliru dengan meyakini bahwabarti kata itu adalah kita “dipanggil untuk menjauhi dunia”. Ini adalah kesalahan yang parah. Yesus berkata dalam Yohanes 17:15, “Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindugi mereka daripada yang jahat.”
Sebagai sebuah gereja kita “dipanggil keluar” dari prinsip-prinsip jahat dunia ini, namun kita tetap diminta untuk tinggal di sini. Kita tidak dibangun untuk menjadi biara. Panggilan kita adalah untuk beroperasi dari seperangkat prinsip yang berbeda dan lebih unggul dibandingkan dunia tampat tinggal kita. Gereja harus melatih kita untuk menjadi seperti Kristus, untuk mewujudkan Yesus dan prinsip-prinsip-Nya, sehingga dalam kehidupan sehari-hari kita dapat bergerak dari suatu perspektip yang saleh. Itulah gunanya gereja. Itulah sebabnya kita datang pada hari minggu. Itulah sebabnya kita berkhotbah, mengajar, dan menyembah bersama-sama.
Allah menuntut gereja bertanggung jawab kepada masyarakat. Gereja adalah organisasi yang paling berpotensi di dunia kerana geraja dimulai oleh Yesus dan gereja adalah mempelai-Nya. Tak ada entitas lain di dunia ini yang sepenting gereja, terlepas dari semua kegagalannya; gereja adalah harapan Allah kerana melaluinya, hanya melaluinya, kerejaan Allah bisa datang.
Namun gereja hanya releven di bumi. Gereja tidak releven di surga. Ketika gereja tiba di surga, ia akan menjadi satu dengan Kristus. Jadi tugas gereja adalah di sini dan sekarang, untuk membawa kerajaan Allah ke bumi. Gereja-gereja datang dan pergi, namun kerajaan Allah itu kekal. Fokus kita haruslah pada kerajaan itu dan penebusan bangsa-bangsa. Gereja harus menjadi tempat pelatihan bagi orang-orang yang akan memengaruhi masyarakat di sekitar mereka.
Ketika saya dan orang-orang di gereja daya mulai memahami panggilan kerajaan kami, ketakutan kami lambat laun lenyap. Kami memutuskan untuk mengambil resiko yang sangat besar dan berbaris di alun-alun kita, sekalipun harus menghadapi bahaya. “Rakyat adalah kuasa,” kata Allah kepada saya. Inilah waktunya untuk membawa kuasa itu ke jalanan. Sedikit sekali yang kami ketahui bahwa tindakan ketaatan terhadap pemerintah ilahi dari surga ini, meskipun tidak biasa, akan berdampak jauh dalam membentuk sejarah bangsa kami.
Ketika kami taat, kami mempelajari prinsip-prinsip memengaruhi yang belum pernah kami tEmukan. Saya akan membagikannya untuk anda sekarang. Inilah yang saya sebut “Churchshift”(Perubahan wawasan gereja).
PRINSIP-PRINSIP
KERAJAAN
Dari bab 1
1. Gereja mengenapi mandatnya ketika ia mengubah masyarakat, bukan ketika ia terkurung di ruang ibadahnya dan kelas sekolah minggunya.
2. Isolusi gereja dari dunia ini telah mengakibatkan ketidakefektifan dan kegagalan dalam melaksanakan Amanat Agung.
3. Mandat Amanat Agung adalah pergi keluar dan memuridkan bangsa-bangsa.
4. Pelayanan adalah apa yang anda lakukan untuk membawa hidup anda dan lingkup pengaruh anada ke bawah pemerintahan kerajaan Allah.
5. Kita tidak dipanggil untuk berdesak-desak di dalam ruang ibadah gereja, tetapi untuk mengembalikan kerajaan Allah ke dunia.
6. Allah menuntut gereja bertanggung jawab kepada masyarakat.
7. Gereja harus menjadi tempat pelatihan bagi orang-orang yang akan memengaruhi masyarakat di sekitar mereka.
SAYA TIDAK DAPAT MEMPERCAYAI APA YANG ALLAH PERINTAHKAN UNTUK saya lakukan. Saya terus mundar-mandir di tempat doa saya di mana saya bertekad untuk menghabiskan satu minggu hanya bersama Allah. Dan saya terus membantah Dia.
“Tetapi Tuhan, apa yang engkau suruh untuk kulakukan adalah hal yang dilarang dan berbahaya,” ujar saya. “Kami bisa ditembak. Pemerintah bisa mengeluarkan tang-tang mereka. Orang-orang bisa terbunuh. Setidaknya, reputasi kami di Ukraina bisa hancur berantakan.”
Tetapi Allah tidak goyah. Seminggu penuh itu saya habiskan dalam doa, dan jawaban-Nya kepada saya tetap sama: Dia menginginkan gereja saya memprotes pemerintahan kami secara terbuka di Kyiv.
Di benak saya hal ini bukan hanya bodoh, namun juga berbahaya. Sama saja dengan menyatakan perang dengan pemerintah. Kami bisa diperlakukan dengan kejam, dipenjarakan, atau ditembak, seperti yang terjadi kepada para pemrotes di masa lalu.
Sekalipun Ukraina secara rasmi bukan Negara komunis lagi, rakyat Negara ini masih hidup dengan pola pikir orang tertindas. Selama bertahun-tahun Uni-Soviet telah mengajari rakyat Ukraina untuk tunduk pada otoritas tanpa banyak tanya. Meskipun Uni-Soviet tidak ada, rakyat masih belum dapat membayangkan suatu pemerintahan yang menghormati mereka. Jadi pemerintah merasa bebas memperlakukan rakyat seperti domba dan pelayan. Tidak ada pertanggungjawaban dalam kepimpinan, sebagaimana yang berlaku dalam demokrasi. Para pemimpin berlaku sekorup yang mereka inginkan, dan rakyat hanya menerimanya seperti yang selalu terjadi selama ini. Mereka terus menyembunyikan pikiran dan perasaan mereka jauh di dalam diri dan berpura-pura setuju dengan pemerintah. Sekalipun Ukraina telah merdeka lebuh dari sepuluh tahun sebelumnya, rakyat masih takut penganiayaan dank amp konsentrasi pada era Soviet akan kembali lagi.
Akibatnya, tidak ada protes dan hanya ada sedikit perkumpulan yang damai di Ukraina. Rakyat tidak mau menegur pemerintah! Mereka menyerah pada nasib. Negara ini beku di tempatnya. Tidak ada orang yang berani melangkah keluar garis. Ancaman kekerasan yang mendasar atau kekejaman terhadap sesiapa pun yang mengajukan apa yang dianggap pemerintah sebagai “pergolakan sosial” sudah dipahami dengan baik. Kelompok-kelompok yang berkumpul tanpa persetujuan pemerintah dapat dihadang dengan peluru dan tank, hukuman penjara, gangguan, atau sedikitnya cemuhan Negara. Wajar jika kelompok politik yang protes, namun akan sangat berbeda bila sebuah gereja mengeluarkan orang-orangnya protes massal.
Bagi kami, sebuah gereja sudah dipandang dengan rasa curiga oleh banyak orang Ukraina, setiap gerak-geri ketidaktaatan sipil sangatlah berisiko. Menggembalakan suatu gereja penginjilan di Ukraina dan Negara-negara Eropa timur lainnya merupakan perjalanan sulit yang rapuh di antara budaya yang memusuhi, para pemimpin pemerintahan yang curiga, dan hukum tidak adil yang membuat gereja tetap tidak diberi hak bersuara. Ukraina menbanggakan diri untuk system pendidikannya, semua berbaris ateis, yang telah menghasilkan 14 pemenang Hadia Nobel. Sebagai Negara pusat gereja Ortodoks, rakyat Ukraina dikondisikan untuk mempercayai bahwa gereja ortodoks adalah satu-satunya gereja yang benar, lambing dari budaya mereka, lebih dari sebuah tempat untuk menyembah Allah, dan bahwa gereja-gereja lain adah kultus, penyeludup asing, bahkan organisasi terselubung untuk para mata-mata. Kami berjuang melawan kesan itu selama bertahun-tahun dengan bekerja dalam damai di Ukraina dan melayani rakyat. Kami memulai dapur sup yang memberi makan dua ribu orang setiap hari secara keseluruhan lebih dari satu juta orang. Kami membangkitkan para pebisnis di gereja melalui program pelatihan bisnis kami. Kami mengadakan kursus persiapan pernikahan, konseling bagi para ibu yang tidak bernikah, dan konferensi kaum pria yang membantu menciptakan keluarga yang kuat dan masyarakat yang stabil. Kami bekerja untuk pencegahan AIDS dan rehabilitasi narkoba, menolong tiga ribu orang untuk bebas dari kecanduaan. Kami mengobati banyak penyakit masyarakat tanpa sesen pun dana pemerintah. Kami melakukan pekerjaan Allah tanpa mengancam sesiapa pun. Kami melayani Ukraina dengan kasih.
Tetapi negara kami masih memperlakukan kami dengan curiga dan membuat hukum-hukum untuk membatasi kami. Kenyataannya, kami menghadapi krisis pada saat itu karena sebagai suatu “kultus” kami diberi tahu bahwa kami tidak diizinkan untuk membeli tanah, meskipun gereja kami adalah gereja penginjilan terbesar di seluruh Eropa. Bayangkanlah anda mempunyai gereja yand terdiri atas ribuan orang dan dihalangi untuk membangun tempat kebaktian anda sendiri. Itulah situasi kami (dan itu berlanjut menjadi situasi di banyak atau sebahagian besar gereja penginjilan di bekas Uni Soviet). Gereja ortodoks dan sekutu-sekutunya dalam pemerintan telah mengecap kami sebagai pasukan mayat hidup dan menuduh daya sebagai pemimpin karismatik yang membuat para anggota gereja tetap terhipnotis. Tidak pernah diperhitungkan bahwa Embassy of God memberi makan lebih banyak orang daripada yang dilakukan oleh pemerintah kota Kyiv dan bahwa kami membuat Negara lebih stabil dan makmur. Kami masih dicap sebagai ancaman bagi identitas nasional Ukraina.
Kami menghindari konfrontasi langsung dengan pemerintah selama satu decade, tetapi kemudian gedung sewaan kami harus diperbarui dan pemerintah memutuskan untuk menendang kami keluar sehingga mereka dapat merenovasi gedung itu. Kami tak tahu harus pindah ke mana. Tak ada tempat yang cukup besar. Buldozer diparkir di luar gedung yang kami pakai ini, menunggu untuk masuk. Segera kami dipaksa untuk berkumpul di luar, di tengah hujan dan salju untuk menyelengarakan kebaktian kami. Gereja terbesar di Eropa telah menjadi tunawisma.
Pada awal krisis saya melakukan apa yang selalu saya lakukan-saya pergi kepada Allah. Dia tidak pernah meninggalkan saya, dan saya tahu Dia akan memiliki solusi bagi kami. Saya tidak khawatir sedikitpun, namun ketika saya berdoa, saya tidak menerima jawapan. Allah sepertinya diam. Saya sudah berdoa selama berbulan-bulan, kemudia setahun penuh, ketika traktor masuk dan sewa kami jatuh tempo, ditambah lagi pemiliknya mematikan aliran air. Jemaat kami mulai bertanya kemana kami akan pindah. Tetapi Allah tetap tidak memberi saya tuntunan mengenai hal ini. Sikap diam-Nya mengguncangkan saya lebih daripada hal lainnya. Saya dapat mengatasi tekanan pemerintah- saya telah berurusan dengan hal itu sejak saya datang ke Uni Soviet pada tahun 1980-an. Saya dapat mengatasi krisis yang melibatkan lokasi gereja kami. Kami sudah sering pindah, enam kali berganti lokasi dalam periode lima tahun. Kami telah bepindah-pindahdi seantero kota- dan tetap bertumbuh. Masalalah yang dibuat manusia tidak membuat saya goyah. Di manakah penolong saya yang selalu hadir? Apa kesalahan yang telah saya perbuat?
Akhirnya, jawapan –Nya datang di antara waktu doa yang bersemangat: “Hadapilah pemerintah kota. Jangan biarkan mereka mempermainkanmu lagi.” Jawapan-Nya menantang saya sampai ke dalam hati. Saya sangat tidak siap menerimanya sehingga saya mengosongkan jadwal saya dan mengambil waktu seminggu lagi untuk memastikan bahwa saya mendengar dengan jelas. Saya berdoa sepanjang hari selama tujuh hari, dan pesan Allah kepada saya tidak berubah. Dia sedang mempersiapkan kami untuk mempunyai dampak yang lebih besar daripada yang saya harapkan. Kami baru belajar mendengarkan.
KEKUASAAN RAKYAT
Allah menyuruh saya mengajak gereja kami ke jalan-jalan raya Kyiv untuk memprotes. “Rakyat adalah kuasa,” Dia berkata. “Gunakan kuasa yang kau miliki.” Gerakan semacam ini belum pernah terjadi di Ukraina. Tetapi Allah membuka mata saya untuk melihat bahwa untuk memenuhi Amanat Agung, kami harus mempunyai dampak pada bangsa-bangsa, bukan hanya pada orang-orang di gereja. Mentranfomasi Negara memerlukan langkah-langkah yang berani. Kami tidak bias lagi hanya dipusingkan dengan memelihara apa yang kami miliki atau menambah jumlah jemaat kami; kami dipanggil untuk bergerak dengan kuat dalam setiap bidang kemasyarakatan. Itu mencakup penggunaan berbagai metode yang tidak pernah kami pikirkan, seperti protes rakyat ini.
Pandangan saya tentang ketidaktaatan warga sipil bersifat tradisional dan konservatif. Saya yakin orang Kristen tidak pernah dibolehkan untuk tidak taat atau berdemonstrasi menentag pemerintah, tetapi harus tunduk dengan rendah hati kepada pemerintah kerana pemerintah menyandang otoritas dan kuasa Allah untuk menghukum. Saya tidak takut dengan hukuman, tetapi saya tentu saja ingin mentaati Allah, dan kerana itu saya mengajar diri saya dan jemaat untuk menghormati pemerintah dan mengikuti hukum-hukumnya.
Namun di tempat doa itu, sendirian dan patah semangat, Allah menunjukkan kepada saya bahwa saya salah. Dia membawa saya untuk membaca Kisah Para Rasul dan menunjukan bahwa ketidaktaatan warga sipil dapat menjadi hal yang benar jika engkau melawan ketidakbenaran. Dia menunjukkan kepada saya bagaimana para murid tidak menaati hukum yang melarang mereka memberitakan nama Yesus. (Lihat Kisah Para Rasul 5.) Saya tidak pernah melihatnya. Mereka tidak hanya melangar hokum, tetapi Allah jugamendukung mereka dalam hal itu. Dalam situasi kami, meskipun demonstrasi damai diizinkan oleh hukum, kami tetap memerlukan izin khusus dari pemerintah untuk mengadakan protes semacam itu. Izin khusus itu tidak pernah dikeluarkan.
Saya meninggalkan waktu doa itu dengan rasa yakin tentang apa yang perlu saya lakukan. Pesan Allah terngiang di telinga saya: “Rakyat adalah kuasa. Gunakan Rakyat.”
“Itu sama saja membunuh diri,” Kata seseorang.
“Itu tidak alkitabiah,” kata beberapa orang yang lain.
Saya sudah mempersiapkan diri, kerana tahu bahwa saya harus berperang dengan taman-teman saya sebelum berjuang dalam peperangan yang sesungguhnya di jalan-jalan raya Kyiv. Lalu saya memberitahukan kepada gereja tentang apa yang saya percaya dikehendaki Allah untuk kami lakukan. Surat-surat pengunduran diri datang di meja saya segera setelah itu. “Kami punya keluarga dan bisnis,” tulis orang-orang itu. “Kami takut. Kami tidak mahu pemerintah mengawasi kita dengan ketat seperti di zaman komunis.”
Untuk mencuba memulihkan kesatuan, saya meminta para pemimpin gereja untuk guna mencari Allah dan meminta jawapan. Kedua belas peria ini melakukannya, dan mereka dating kembali dengan konfirmasi tentang apa yang telah Allah katakana kepada saya. Mereka terheran-heran seperti saya sewaktu mendengar pesan itu, dan sekarang mereka juga sedang mempersiapkan peperangan yang akan tiba. Allah sedang mengajari kami salah satu pelajaran terpenting untuk memengaruhi suatu bangsa,iaitu: Anda tidak pernah mencapainya jika anda tetap berada di balik keempat dinding gereja.
Melalui semua itu kami menemukan apa yang sesungguhnya makna Amanat Agung. Allah telah mengajarkan kami bahww misi kami sebagai orang percaya adalah menyelamatkan bangsa-bangsa, bukan hanya menginjili individu-individu dan membangun gereja-gereja. Allah sangat tidak memusingkan ukuran gereja dan pelayanan gereja. Semua itu adalah tambahan bagi sasaran utama-Nya, iaitu agar semua bangsa berjalan mengikut Dia dalam prinsip-prinsip kerajaan. Gereja menggenapi mandatnya ketika ia mengubah masyarakat, bukan ketika ia terkurung di tempat kebaktian dan ruang kelas sekolah Minggunya. Gereja harus membangun kerajaan Allah di suatu Negara. Kerajaan itu harus mengalir keluar ke jalan-jalan dan tempat-tempat kerja, ke tempat pemerintahan dan hiburan. Itulah sifatnya, untuk bertumbuh dan mengambil alih, Jika anda berusaha menyimpan untuk diri anda sendiri, anda akan kehilangan hal itu.
Dan kami tidak mahu kehilangan.
GEREJA-GEREJA YANG BERFOKUS PADA GEREJA
Terlalu banyak orang Kristen dan pemimpin Kristen yang menghabiskan ebergi, kreativitas, dan waktu mereka yang berharga untuk memajukan gereja, bukan kerajaan Allah. Mereka bekerja demi kesuksesan gereja mereka, atau mungkin demi sekelompok gereja di kota mereka, atau mereka bekerja bagi pelayanan atau denominasi mereka. Mereka percaya bahawa dengan membangun gereja dan pelayanan berarti mereka sedang membangun kerajaan Allah. Mereka mengira gereja dan kerajaan benar-benar sinonim. Isolasi gereja dari dunia ini telah mengakibatkan ketidakefektifan dan kegagalan dalam melaksanakan Amanat Agung.
Namun gereja bukanlah kerajaan. Yesus berkata dalam Lukas 17: 21, “Juga orang tidak dapat mengatakan: Lihat, ia ada disini atau ia ada di sana! Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada diantara kamu.” Kerajaan Allah tidak terbatas pada bait gereja. Tidak ada gereja yang dapat memuat atau mengendalikan Kerajaan Allah. Kerajaan itu dimaksudkan untuk menghuni seluruh bumi, bukan hanya altar gereja anda.
Amanat Agung tidak seperti apa yang dipahami oleh banyak dari kita. Kita mengerti gereja harus melakukan penginjilan-- Membawa orang-orang dari luar ke dalam gedung gereja kita. Namun mandat Amanat Agung adalah pergi dan memuridkan bangsa-bangsa. Fokusnya bukanlah didalam sini, melainkan diluar sana. Inilah tujuan Yesus datang ke b umi. Ini dimaksudkan untuk menjadi tujuan kita sebagai orang-orang yang telah ditebus. Amanat Agung dalam Matius 28: 19 berkata,
Pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKu.
Yesus tidak berkata,”Pergilah dan bangunlah gereja-gereja yang besar.” Dia bahkan tidak berkata,”Pergilah dan selamatkan orang-orang.” Dia tidak pernah berkata,”Kiranya gerejamu datang dibumi seperti disyurga.” Dia juga tidak berkata,” Carilah dahulu gereja dan seluruh kebenarannya.” Sebaliknya, denyut jantung-Nya adalah agar bangsa-bangsa diperintah oleh prinsip-prinsip kerajaan Allah. Itulah panggilan bagi setiap orang percaya dan setiap gereja.
Jadi mengapa perhatian kita tercurah untuk penginjilan peribadi dan membangun gereja? Masalahnya adalah pola pikiran kita. Kita sering lupa bahawa Kerajaan Allah telah datang. Kita lupa bahawa kita dipanggil untuk memerintah tanah perjanjian kita- dan untuk memerintah bangsa-bangsa. Kita lupa dengan kuasa yang kita terima dari Yesus Kristus. Jadi perhatian kita ditarik kepada gereja-gereja. Membangun sebuah gereja agak jauh lebih mudah dicapai daripada mentranfomasi suatu bangsa.
Latar belakang agama saya sendiri mengajar sya bahwa kerajaan Allah semata-mata adalah tentang surga, bukan bumi. Saya mengira pekerjaan kerajaan Allah itu berlangsung setelah kita meninggal, setelah kita pindah kekerajaan itu. Saya salah baca Alkitab dan perkataan Yesus. Saya menjadikan kerajaan Allah itu sesuatu yang hanya ada di masa depan, dan demikian fokus dan tujuan hidup saya salah arah. Saya memiliki dampak yang kecil pada dunia di sekitar saya. Namun kerana Allah ingin melakukan sesuatu di Ukraina yang jauh lebih besar daripada “gereja besar” kami atau diri saya, Dia dengan murah hati mengajar kami untuk mengambil posisi proaktif di masyarakat, untuk pergi keluar dari gedung kami dan menjalankan otoritas-Nya atas suatu bangsa dan pemerintah yang tidak saleh.
Kini banyak orang duduk di bangku gereja sambil berharap agar berhasil pergi ke kerajaan Allah, dan mereka tidak menyedari bahwa, menurut Yesus, kerajaan itu sudah ada di sini dan sekarang.tidak seorang pun yang harus mati dulu sebelum melihat kerajaan Allah. Kita sedekat yang kita mau dengan kerajaan itu. Yesus tidak meninggalkan kerajaan Allah di surga ketika dia datang ke bumi. Dia membawa kerajaan itu bersama-Nya. Orang percaya yang telah dilahirkan kembali berada dalam kerajaan itu pada saat ini. Kita dapat berhenti mengharapkannya- kerajaan itu sudah datang dua ribu tahun yang lalu, dan kerajaan itu tetap hadir bersama kita sekarang.
Jika kita lupa bahwa kerajaan itu sudah di sini sekarang. Kita menjauhkan diri dari panggilan kita untuk memuridkan bangsa-bangsa. Kita ingin menggunakan gereja sebagai lubang persembunyian kita dari masalah-masalah dunia. Peperangan ini tentu saja sengit, tetapi Allah mengutus orang Kristen bukan untuk bersembunyi di dalam, atau bahkan membangun, gereja-gereja, melainkan untuk memiliki dampak dalam hidup mereka dan untuk bangsa-bangsa di dunia. Janji Allah adalah, “Mintalah kepada-Ku, maka bangsa-bangsa akan Kuberikan kepadamu menjadi milik pusakamu, dan hujung bumi manjadi kepunyaanmu” (Mazmur 2:8).
Bayangkanlah itu! Kita dimaksudkan untuk mewarisi bangsa-bangsa. Kita bertanggung jawab bukan atas ruang kebaktian dan ruang kelas sekolah minggu, namun atas bangsa kita. Di mata Allah kita tidak terpisah dari bangsa kita. Kita adalah milik bangsa-bangsa. Allah akan menuntut kita bertanggung jawab kepada bangsa-bangsa. Kita tidak dapat lari ke dalam gereja dan mengira tangan kita akan dicuci bersih dari semua yang terjadi di luar. Kita dipanggil ke dunia untuk memulihkan kerajaan itu. Dan jika ada negara yang menderita kerana budaya yang jahat, hal itu terjadi kerana gereja belum mengalahkannya dengan prinsip-prinsip kerajaan Allah. Allah tidak menjawab banyak doa gereja kami untuk menyelesaikan masalah kami yang membutuhkan sebuah tampat kebaktian, kereana dia memiliki rencana yang lebih besar- keselamatan bangsa kami, bukan sekadar menyediakan tempat baru untuk kami berkumpul.
Sebahagian orang merasa bahwa apabila mereka bekerja di taman kanak-kanak atau menyanyi dipaduan suara, mereka sudah memenuhi bidag pelayanan mereka. Namun ini bukan pelayanan yang sebenarnay. Ini hanyalah pekerjaan mengurus rumah. Tugas anda sebagai anggota paduan suara, sukarelawan guru, atau pengantar tamu adalah apa yang harus kita semua lakukan supaya gereja tetap berfungsi, namun ini tidak selalu memenuhi Amanat Agung. Amanat Agung terjadi di luar gereja Pelayanan adalah apa yang anda lakukan untuk membawa hidup anda dan lingkup pengaruh anda ke bawah pemerintahan kerajaan.
GEREJA DIGERAKAN OLEH KERAJAAN
Gereja tidak pernah manjadi fokus Amanat Agung, namun gereja selalu menjadi alat terpenting untuk melaksanakan Amanat Agung. Gereja adalah alat utama yang Allah gunakan melatih orang-orang sehingga mereka tahu bagaimana menemukan tanah perjanjian mereka dan memerintah di negara mereka. Gereja adalah markasnya, tetapi peperangan tidak berkecamuk di markas. Peperanagan terjadi di medan perang.
Satu Timotius 3:15 menyebut gereja sebagai tiang penopang dan dasar kebenaran. Gereja menopang kerajaan Allah dengan menjasi sekolah tempat melengkapi, dan tempat mendukung untuk pengubah-pengubah dunia. Namun fokus kita harus tetap di luar, bukan di dalam. Kita harus pergi dari “sekolah” ke dunia dan membawa prinsip-prinsip kerajaan yang berkuasa itu untuk menyelesaikan masalah-masalah dunia.
Jika orang kristen mengubah tujuan gereja dan menjadikannya tempat pemeliharaan pelarian, bukan tempat untuk memperlengkapi dan mungutus, kita sedang bekerja melawan Amanat Agung. Kita memelihara orang banyak, bukannya mengutus mereka keluar. Kita menimbun sumber daya kerajaan, iaitu orang-orang dan karunia mereka. Di banyak gereja, para pekerja Allah menjadi tawanan. Mereka seperti tawanan dan sang gembala adalah penjaga penjaranya.
Kita tidak di panggil untuk berdesak-desak di dalam ruang gereja, tetapi untuk mengembalikan kerajaan Allah ke dunia. Tetapi sebahagian orang kristen dan para pengkhotbah salah tafsir kata ecclesia, bahasa yunani untuk “gereja”, yang secara harfiah berarti “orang-orang yang dipanggil keluar”. Mereka keliru dengan meyakini bahwabarti kata itu adalah kita “dipanggil untuk menjauhi dunia”. Ini adalah kesalahan yang parah. Yesus berkata dalam Yohanes 17:15, “Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindugi mereka daripada yang jahat.”
Sebagai sebuah gereja kita “dipanggil keluar” dari prinsip-prinsip jahat dunia ini, namun kita tetap diminta untuk tinggal di sini. Kita tidak dibangun untuk menjadi biara. Panggilan kita adalah untuk beroperasi dari seperangkat prinsip yang berbeda dan lebih unggul dibandingkan dunia tampat tinggal kita. Gereja harus melatih kita untuk menjadi seperti Kristus, untuk mewujudkan Yesus dan prinsip-prinsip-Nya, sehingga dalam kehidupan sehari-hari kita dapat bergerak dari suatu perspektip yang saleh. Itulah gunanya gereja. Itulah sebabnya kita datang pada hari minggu. Itulah sebabnya kita berkhotbah, mengajar, dan menyembah bersama-sama.
Allah menuntut gereja bertanggung jawab kepada masyarakat. Gereja adalah organisasi yang paling berpotensi di dunia kerana geraja dimulai oleh Yesus dan gereja adalah mempelai-Nya. Tak ada entitas lain di dunia ini yang sepenting gereja, terlepas dari semua kegagalannya; gereja adalah harapan Allah kerana melaluinya, hanya melaluinya, kerejaan Allah bisa datang.
Namun gereja hanya releven di bumi. Gereja tidak releven di surga. Ketika gereja tiba di surga, ia akan menjadi satu dengan Kristus. Jadi tugas gereja adalah di sini dan sekarang, untuk membawa kerajaan Allah ke bumi. Gereja-gereja datang dan pergi, namun kerajaan Allah itu kekal. Fokus kita haruslah pada kerajaan itu dan penebusan bangsa-bangsa. Gereja harus menjadi tempat pelatihan bagi orang-orang yang akan memengaruhi masyarakat di sekitar mereka.
Ketika saya dan orang-orang di gereja daya mulai memahami panggilan kerajaan kami, ketakutan kami lambat laun lenyap. Kami memutuskan untuk mengambil resiko yang sangat besar dan berbaris di alun-alun kita, sekalipun harus menghadapi bahaya. “Rakyat adalah kuasa,” kata Allah kepada saya. Inilah waktunya untuk membawa kuasa itu ke jalanan. Sedikit sekali yang kami ketahui bahwa tindakan ketaatan terhadap pemerintah ilahi dari surga ini, meskipun tidak biasa, akan berdampak jauh dalam membentuk sejarah bangsa kami.
Ketika kami taat, kami mempelajari prinsip-prinsip memengaruhi yang belum pernah kami tEmukan. Saya akan membagikannya untuk anda sekarang. Inilah yang saya sebut “Churchshift”(Perubahan wawasan gereja).
PRINSIP-PRINSIP
KERAJAAN
Dari bab 1
1. Gereja mengenapi mandatnya ketika ia mengubah masyarakat, bukan ketika ia terkurung di ruang ibadahnya dan kelas sekolah minggunya.
2. Isolusi gereja dari dunia ini telah mengakibatkan ketidakefektifan dan kegagalan dalam melaksanakan Amanat Agung.
3. Mandat Amanat Agung adalah pergi keluar dan memuridkan bangsa-bangsa.
4. Pelayanan adalah apa yang anda lakukan untuk membawa hidup anda dan lingkup pengaruh anada ke bawah pemerintahan kerajaan Allah.
5. Kita tidak dipanggil untuk berdesak-desak di dalam ruang ibadah gereja, tetapi untuk mengembalikan kerajaan Allah ke dunia.
6. Allah menuntut gereja bertanggung jawab kepada masyarakat.
7. Gereja harus menjadi tempat pelatihan bagi orang-orang yang akan memengaruhi masyarakat di sekitar mereka.
CHURCH SHIFT-PENDAHULUAN
Apa Yang Dikatakan Orang-orang Tentang
CHURCH SHIFT
Sunday Adelaja adalah tokoh terkemuka, tidak hanya di Ukraina tetapi juga di dunia. Ia mampunyai roh iman yang digerakkan olah belas kasihannya bagi orang banyak. Dunia yang ia bicarakan adalah dunia dengan satu otoritas!
-BILLY JOE DAUGHERTY
VICTORY CHRISTIAN CENTER
TULSA, OK
Sebagian orang dipanggil ke gereja-geraja. Sebagian dipanggil ke kota-kota. Sunday Adelaja memiliki perkataan yang segar bagi bangsa-bangsa! Pengalamanya dengan Tuhan, belas kasihannya pada banyak orang, dan komitmennya kepada kerajaan Allah telah menjadikan Sunday Adelaja seorang pemimpin kelas dumia dengan visi kelas dunia bagi Kristua. Buku teks dunia ini merupakan buku wajib bagi Anda hari ini. Bacalah dan tuailah manfaat untuk seumur hidup.
-KENNETH C. ULMEER, DMIN, PHJD
USKUP KEPALA
MACEDONIA INTERNASIONAL BABLE FELLOWSHIP
Sunday Adelaja merupakan kesuksesan yang tak dapat disangkal dalam keluarganya, dalam gerejanya, dalam negaranya. Buku ini akan membantu Anda bertumbuh secara peribadi dan rohani. Bacalah dan SUKSES!
-PETER LOVE
PENDIRI DAN CEO
GET MOTIVATED SEMINAR
Beberapa tahun yang lalu saya sedang menyetir surat-surat yang menumpuk untuk membuang yang tidak guna. Satu brosur menyita pandagan saya. Saat saya membacanya, saya dicengkeram olah pemahaman Sunday Adelaja yang brilian tentang saling keterkaitan antara kebenaran alkitabiah dan kebijakan public. Saya tidak jadi membuangnya malah menunjukkannya pada orang lain. Jika satu brosur saja sudah begitu mencerahkan, bayangkan apa yang dapat dilakukan oleh satu buku lengkap.
-DR. JIM GARLOW
GEMBALA SENIOR, SKYLINE WESLEYAN CHURCH
SAN DIEGO, CA
Saya telah banyak mendengar dan membaca tentang pendeta Sunday dan pekerjaan yang dilakukannya. Semua orang yang melakukan hal-hal besar pasti mengalami pelbagai serangan seperti ang dialami oleh Pendeta Sunday.
-BILL CLINTON, MANTAN PRESIDEN AS
Di seluruh dunia saya tidak mengenal pelayan Tuhan yang lebih unik dan lebih berpengaruh daripada Uskup Sunday Adelaja. Saya menganggap dia sebagai teman yang sangat baik di kerajaan Allah dan berdoa untuk perlindungan dan tuntunan ilahi dari Allah untuk pelayanannya ang dinamis. Prinsip-prinsip adikodrati dalam buku ini bersifat radikal., kontroversial dan mengubah hidup. Semua itu akan membuat para pelayan injil merenungkan kembali tempat dan panggilan mereka dalam pelayanan. Pikiran kita akan diregangkan dan konsep-konsep kita akan ditantang, sebagaimana mestinya, demi pelayanan abad ke-21 yang lebih efektif dan persiapan untuk kedatangan Tuhan.
-DR. WENDELL SMITH
THE CITY CHURCH
SEATTLE, WA
Kepemimpina visioner berwawasan kerajaan yang kuat dibutuhkan untuk memenuhi Amanat Agung di sepanjang hidup kita. Pendeta Sunday Adelaja menyajikan jalur yang penuh kuasa untuk memberdayakan pendeta maupun gereja bagi transformasi masyarakat.
-PHIL PRINGLE
GEREJA-GERAJA CHRISTIAN CITY
SYDNEY, AUSTRALIA
Untuk mendapatkan kembali masyarakat Amerika, suatu pergeseran paradigma kepemimpinan yang dinamis harus terjadi di gereja-gereja local kita. Pendeta Sunday Adelaja memberikan suatu jalan untuk kita gunakan untuk mencapai sukses dalam tahun-tahun mendatang. Bacalah dan tuailah dari buku ini!
-ALLTONGARRISON
ASSISTANT GENERAL SUPERINTENDENT
ASSEMBLIES OF GOD
SPRINGFIELD, MISSOURI
Yang paling sukses di kalangan gerja-gereja Eropa kontemporer adalah pelayanan Sunday Adelaja yang berlokasi di Ukraina.
PHILIPH JENKINS
PROFESOR KHUSUS BIDANG SEJARAH DAN STUDI KEAGAMAAN
PENNSYLVIANIA STATE UNIVERSITY
MISILOG, PENULIS THE NEX CHRISTENDOM: THE COMING OF GLOBAL CHRISTIANITY
Sunday Adelaja membawakan untuk anda salah satu kisah pahlawan Kristen terbesar di dunia moden. Dengan membaca halaman-halaman ini, anda akan diilhami untuk menjalani kehidupan yang lebih besar daripada yang pernah anda bayangkan. Ketakutan anda akan diubah menjadi iman, beban anda menjadi berkat, dan ketidakmungkinan anda menjadi kemungkinan di dalam Kristus. Bayangkanlah Pendeta Sunday dengan kalimat ini: “Orang-orang yang mengacau seluruh dunia telah datang juga ke mari,” (Kisah Para Rasul 17:6)
-JAMES O. DAVIS
SALAH SATU KETUA/ PENDIRI SECOND BILLION
Pendeta Sunday Adelaja dipakai Tuhan secara luar biasa untuk mengubah masyarakatnya bagi Kristus. Dalam bukunya Church shift, ia mengajarkan bagaimana seseorang dapat belajar mengambil tanggungjawab penuh dan mulai menaiki tangga kebesaran yang sejati dalalm hidup ini. Jika anda rindu untuk hidup di tingakat kepimpinan yang setinggi mungkin, maka buku ini wajib bagi anda.
-PENDETA STAN TOLER
TRINITY CHURCH OF THE NAZARENE
OKLAHOMA CITY, OK
Church Shift adalah suatu studi tentang aplikasi kontemporer dari prinsip-prinsip kerajaan Allah yang releven, yang diajarkan oleh Yesus Kristus dan memberi bukti bahwa misi, tujuan, dan mandat gereja yang sesungguhnya bukanlah untuk meninggalkan bumi, melainkan untuk mempengaruhi dan menulari bumi dengan budaya dan sifat surgawi. Saya merekomendasikan buku ini untuk semua orang dan percaya buku ini akan menjadi buku sepanjang masa.
-DR, MYLES E. MUNROE
PENDIRI PRESIDEN BFM INTERNASIONAL
INTERNASIONAL THIRD WORLD LEARDERS ASSOCIATION (ITWLA)
Terima kasih untuk sumbangsih anda bagi kemenangan bersama. Karya anda yang menyedarkkan merupakan factor yang sangat besar dalam kemenangan itu. Andalah yang melindungi demokrasi di Ukraina, dengan membela cita-citanya yang tinggi dan tidak memikirkan kepentingan Anda sendiri. Saya yakin bahawa selama ada orang-orang di Ukraina yang mempunyai posisi sipil, martabat, dan semangat yang sama seperti yang anda miliki, segalanya akan baik-baik saja di Negara ini.
-Victor yushchenko
PRESIDEN UKRAINA
Melalui upaya Pendeta Sunday, kami menjadi orang-orang yang berani dan tak kenal takut, yang berdiri demi kebenaran, kemerdekaan dan Allah.
-LEONID CHERNOVETSKIY
WALIKOTA KYIV
Church shift akan meregangkan pikiran anda melalui prinsip-prinsip pemberian Allah yang diterapkan dengan cara-cara peribadi dan berkuasa. Anda akan memahami keunikan anda di dalam Kristus dan akan memiliki iman yang lebih besar untuk mengalami hal-hasil adikodrati.
-DAVID MOHAN
GEMBALA PENDIRI NEW LIFE ASSEMBLY
CHENNAI, INDIA
Sama seperti Musa, yang adalah pemimpin lemah-lembut yang memengaruhi perubahan dalam suatu bangsa oleh kuasa Allah, begitu pula Sunday Adelaja. Dengan cara yang lemah lembut namum berani, Pendeta Sunday menunjukkan kepada dunia bagaimana menjadikan Injil releven secara social. Perkataannya akan menantang anda. Kisahnya akan mengilhami anda!
-USKUP DALE C. BRONNER, DMIN
WORD OF FAITH FAMILY WORSHIP CATHEDRAL
ATLANTA, GA
Amanat Agung mencakup penyelamatan jiwa-jiwa dan penanaman gereja-gereja, namun juga mencakup lebih dari itu. Mandat Allah bagi kita tidaklah kurang dari menguasai seluruh ciptaan-Nya di sini, di bumi. Tak seorang pun mempratikkan mandate ini secara lebih bijaksana dan efektif dari pada sahabat baik saya Sunday Adelaja. Dari semua buku yang sangat bagus tentang memajukan kerajaan Allah secara agresif, buku yang satu ini menonjol sebagai buku yang paling praktis.
-C. PETER WAGNER
RASUL PEMIMPIN
INTERNATIONAL COALITION OF APOSTLES
Sunday secara praktis telah menerapkan prinsip-prinsip kerajaan Allah dalam hidupnya, gerejanya, kotanya, negaranya, dan dunianya dalam setiap lingkup kehidupan, dan hal itu membawa tranformasi. Satu-satunya harapan untuk melihat tranformasi di dunia kita adalah dengan menjalankan prinsip-prinsip yang diajarkan dari firman Allah mengenai kerajaan Allah. Guncangkanlah, Sunday! Bacalah buku ini-lalu terapkanlah.
-BOB ROBERTS
GEMBALA, NORTHWOOD CHURCH
KELLER, TX
PENULIS TRANSFORMATION DAN GLOCALIZATION
Pendeta Sunday adalah orang tua yang masih muda: muda kerana usianya masih kurang dari 40 tahun, dan tua kerana dalam usia semuda itu ia telah mengetahui apa yang diketahui orang setua saya dan telah mampu mencapai apa yang tidak mampu dicapai oleh banyak orang tua seperti saya.
-T. L. OSBORN
PENGINJIL INTERNASIONAL
TULSA, OK
Sunday Adelaja dan saya sama-sama mempunyai seorang pahlawan- Dr. D. James Kennedy. Melalui semangat Dr. Kennedy baik bagi mandat penginjilan maupun mandat budaya, Pendeta Sunday terilhami untuk memperlengkapi jemaatnya agar memengaruhi kehidupan masyarakat. Betapa berdampaknya apa yang telah dikerjakan Pendeta Sunday di Ukraina, Eropa, dan dunia! Saya memuji visinya bagi pelayanan.
-JHON SORENSEN
WAKIL PRESIDEN EKSEKUTIF
EVANGELISM EXPLOSION INTERNASIONAL
Buku ini akan manjadi katalis dalam memimpin sebuah gereja straegi di dunia masa kini. Ketika ada membaca tentang pengalaman Pendeta Sunday yang mengagumkan, anda akan terilhami untuk mempercayai Allah atas “hal-hal yang lebih besar”. Saya tidak sabar menunggu buku ini diterbitkan dan dibaca oleh ribuan gembala dan pemimpin gereja seperti saya yang lapar akan gerakan Allah yang berkuasa dan luar biasa untuk memengaruhi kota-kota dan Negara kita.
-DAVID A. SOBREPENA
GEMBALA PENDIRI, WORD OF FAITH CHURCH
MANILA, FILIPINA
Kemurahan dapat membukakan pintu, namun pengaruh mengubah bangsa-bangsa. Sunday Adelaja adalah orang yang berpengaruh besar oleh kerana Kristus. Kebaktian pengurapannya di Kyiv di dalam sebuah stadium olahraga yang besar begitu dinamis, berbeda, dan menyenangkan sehingga ketika selesai lima jam kemudian, tak seorang pun yang mau berganjak pergi! Sungguh spektakuler! Itulah Sunday Adelaja-kebenaran sederhana, iman yang spektuler, hasil yang besar. Tangkaplah kebesaran rohnya, dan temukan kebesaran Allah terbuka dalam hidup anda.
-PAUL LOUIS COLE
PRESIDEN CHRISTIAN MEN’S NETWORK
Di dunia tanpa bapa sekarang ini, di mana kaum pria melepaskan peran mereka dan menghindari tanggungjawab, Allah pasti membangkitkan para bapa yang akan menerima tanggungjawab atas keluarga, komunitas, dan bangsa. Sunday Adelaja, seorang anak tanpa bapa, telah menjadi bapa bagi suatu bangsa. Buku ini mengungkapkan hati bapa dan mengilhami kita untuk melakukan apa yang benar.
-J. DOUG STRINGER
PENDIRI DAN PRESIDEN SOMEBODY CARES
HOUSTON, TX
Dalam Church Shift, Sunday Adelaja menekankan kebutuhan terbesar orang Kristen saat ini- agar gereja-gereja tidak hanya besar pengaruhnya. Buku ini tidak hanya akan membantu membangun gereja, tetapi juga merebut bangsa-bangsa.
-ALEXEY LEDYAEF
GEMBALA SENIOR, NEW GENERATION CHURCHES
RIGA, LATVIA
Para pemimpin kerajaan Allah memperluaskan cakrawala rohani dan membuat kita melihat dunia dari perspektif Allah. Buku klasik Pendeta Sunday Adelaja Church Shift menantang pembaca untuk membawa tranformasi masyarakat. Dalam upaya anda mencapai pertumbuhan rohani yang maksimum, buku yang tak ternilai ini akan menantang hidup anda selamanya. Bacalah sekarang dan tuailah seumur hidup.
-J. DON GEORGE
PENDETA CALVARI CHURCH
IRVING, TX
Kata-kata dalam buku ini berasal dari seorang yang menjadi saksi hidup. Jika anda menginginkan transfomasi dan bukan hanya informasi, maka anda perlu membaca perkataan dari seseorang yang telah diubahkan. Pesan Pendeta Sunday Adelaja yang revolusioner diuraikan dengan baik di halaman-halaman buku ini. Buku ini menyediakan model Allah untuk transfomasi dan pola-pikir revolusi yang berpusat pada Kristus, semua berasal dari seorang pria yang luar biasa yang telah memimpin dan mengalami kedua hal tersebut.
-DR. BEN LERNER
PENULIS BUKU TERLARIS VERSI NEW YORK TIMES
DOKTER TIM OLIMPIADE AS
Pelayanan Sunday Adelaja mengilhami orang-orang di seluruh dunia. Bagi mereka yang tinggal di tempat di mana orang-orang Kristen dianiaya, kita dikuatkan untuk melihat Allah dengan cepat membawa suatu Negara dari larangan beragama ke kemerdekaan beragama dan demokrasi. Kita diinspirasi untuk melihat Allah memakai seorang pendeta untuk membawa transformasi nasional.Terima kasih, Sunday, kerana telah memberi harapan dan memberi contoh yang begitu berani.
-EDDY LEO
GEMBALA ABBALOVE MINISTRIES
JAKARTA, INDONESIA
Jika ada satu buku yang mengubah hidup anda, anda sedang memegangnya di tangan anda. Church shift adalah salah satu pesan yang paling penting dan tepat-waktu yang pernah anda baca. Buku ini revolusioner. Saya mendorong setiap hamba Tuhan untuk mempelajari buku ini.
-SAM HINN
GEMBALA SENIOR THE GATHERING PLACE WORSHIP CENTER
SANFORD, FL
Gereja Embassy of God adalah gereja terbesar di Ukraina dan di organisasikan dengan baik dengan wilayah- wilayah dan berbagai pelayanan yang berbeda. Pendeta Sunday adalah manusia unik. Tak ada bedanya bahwa dia orang kulit hitam atau bahwa dia orang Nigeria atau bahwa dia bukan orang Ukraina. Ini merupakan sebuah gereja besar yang terus bertumbuh setiap hari.
-VASILIY ONOPENKO
KETUA MAHKAMAH AGUNG UKRAINA
Allah telah membangkitkan Sunday Adelaja untuk memimpin pria dan wanita ke pemahaman yang lebih dalam tentang panggilan rohani mereka. Bacalah buku ini, dan biarkan perjalanan dimulai.
-REAR ADMIRAL BARRY BLACK (PURN.)
CHAPLAIN, SENAT AS
Belum pernah ada yang terlihat seperti Embassy of God di Ukraina.
-BRITISH BROADCASTING CORPORATION (BBC)
Gereja Embassy of The Blessed Kingdom of God for All Nations telah berkembang dari suatu pelayanan untuk permasalahan masyarakat menjadi mega-gereja pertama di republic bekas Soviet.
-ASSOCIATED PRESS(AP)
Pendeta Sunday adalah manusia dengan suatu misi.
-WALL STREET JOURNAL
Untuk nenekku, Ny. Rachel Adelaja(Nee Awolana)
yang mengasuhku ketika ibu dan ayahku
meninggalkan aku,
dan mendidikku
menjadi manusia yang baik.
Ucapan Terima Kasih
SAYA INGIN BERTERIMA KASIH KEPADA BOSE ADELAJA, ISTERI SAYA. Terima kasih karena menjadi pendukung dan penyemangat saya serta memahami banyaknya perjalanan saya ke luar negeri dan seluruh waktu yang saya perlukan untuk dilewatkan hanya bersama dengan Allah. Saya ingin berterimakasih kepada Perez, Zoe, dan pearl- anak-anak saya-untuk waktu mereka karena membiarkan Ayah mengerjakan buku ini dan ketika saya dipanggil untuk melayani di tempat yang jauh. Terima kasih, Stephen Strang, dan tim anda, yang bekerja untuk membuat pesan ini diterbitkan dan Barbara Dycus serta Joel Kilpatrick, yang mengedit buku ini. Saya ingin berterima kasih kepada sahabatku James O. David, pendiri gerakan Second Billion, dan Joan Webster untuk semua nasihat dan dukungan yang kalian berikan kepada saya.
Daftar Isi
Kata Pengantar : Sepatah kata dari Penulis
Pendahuluan
1. Kekuasaan Rakyat
2. Gereja Berwawasan Kerajaan
3. Menemukan Tanah Perjanjian Anda
4. Menjadi Berwawasan Kerajaan
5. Kerja Keras Menghasilkan Kesuksesan
6. Bertumbuh Dalam Aniaya
7. Pergilah Kepada Ynag Paling Hina Ini
8. Belajar Berperang!
9. Anda Seorang Pembebas
10. Memasukkan Kerajaan Allah Pada Budaya
11. Kapan Harus Berhenti Berdoa
12. Revolusi Oranye
13. Dunia Sedang Menunggu Anda
Epilog
Catatan
Kata pengantar
SEPATAH KATA DARI PENULIS
Pada bulan November 2006, SAYA DUDUK DI KURSI PESAWAT DAN siap menempah penerbangan yang panjang untuk kembali ke Kyiv dari salah satu perjalanan saya ke luar negeri. Tanpa banyak ruang untuk bergerak, saya hanya menyandarkan kepala untuk berdoa. Doa-doa saya segera berubah menjadi meditasi tentang di mana saya baru saja hadir, ke mana saya akan pergi, san keadaaan menyeluruh dari gereja-geraja di seluruh dunia. Tiba-tiba, sebuah gambar bola dunia muncul di pikiran saya. Saya dapat merasakan beban Allah agar gereja-Nya diubahkan supaya mampu mengumpulkan di masa penuaian terakhir.
Dari penglihatan itu, saya jadi mengerti bahwa Allah tidak puas dengan keadaan gereja moden. Kebanyakan pemimpin yang saya temui di seluruh dunia akan setuju bahwa kita secara kolektif mempunyai banyak sekali sisa pekerjaan yang harus di lakukan, apa pun kemajuan besar yang telah kita capaui. Dengan lima miliar orang yang masih belum diselamatkan, kita harus membuat kemajuan. Yang mengejutkan saya adalah apabila jika kita ingin melihat Yesus datang kembali dalam waktu dekat, gereja harus diubah sekali lagi. Namun yang membuat saya merendahkan hati adalah kesan bahwa Allah sedang menantang saya untuk melakukan sesuatu dengan hal itu. Ini sangan bertentangan dengan posisi saya yang berada di zone nyaman pelayanan saya pada waktu itu.
Tantangan untuk berperan dalam restorasi gereja mengingatkan saya tentang waktu doa saya pada musim semi 2004. Saat itu Allah menantang saya agar mengambil tanggungjawab untuk Ukraina. Pengalaman ini menuntun saya ke peristiwwa-peristiwa Revolusi Oranye di Ukraina, yang saya anggap sebagai puncaknya. Sekarang saya menyadari bahwa kemenangan-kemenangan di Ukraina hanyalah persiapan untuk tantangan baru ini.
Saat saya mendoakan visi ini selama beberapa tahun berikutnya, saya menerima tuntunan jelas tentang peran saya dalam refomasi terbaru ini. Tugas utama saya yang menjadi teramat jelas adalah bahwa saya harus menulis sebuah buku yang membahaskan bagian-bagian di mana gereja harus mengalami perubahan untuk meninggalkan yang lama dan mewujukan yang baru. Hasilnya adalah apa yang anda pegang di tangan anda sekarang Church Shift.
Kiranya Tuhan Allah surgawa memakai karya yang sederhana ini untuk membantu menyentuh dan mentranfomasikan gereja-Nya. Saya berdoa agar pelajaran-pelajaran kecil yang saya ajarkan di balik tirai besi komunime akan menjadi berkat bagi tubuh Kristus yang lebih luas.
Para minsionaris dan penyokong mereka, para penyedia Alkitab, pendoa syafaat, pekerja badan amal, penyeludup, dan martir yang diutus oleh Barat, merekalah yang menjangkau keluarga saya bagi Kristus, menyediakan air bagi desa saya di Nigeria, lalu membagi saya berbagai materi dan dukungan yang dibutuhkan selama saya bergumul dalam perjalanan kristiani saya di balik tirai besi. Dalam rencana Allah yang sempurna tentang menabur dan menuai, Dia sekarang akan mengutus saya untuk mengembalikan keuntungan dari semua yang Dia ajarkan kepada saya selama saya ada dalam asuhan mereka.
Doa saya adalah agar setiap pemimpin gereja, gembala, atau uskup mau membaca buku ini dan menggunakan buku kerjanya untuk membuat suatu studi di kelompok-kelompok rumahan, kelompok sel, kelompok kecil, gereja rumah, sekolah minggu, dan sekolah-sekolah Alkitab. Semoga pelajaran-pelajaran di dalam buku ini tidak hilang, tetapi membawa kita semua untuk berubah guna membatu mengumpulkan dalam tuaian akhir.
Revolusi dimulai!
-PENDETA SUNDAY
PROLOG
Negara UkRAINA YANG SAYA ADOPSI MENJADI NEGARA SAYA TELAH menjadi pusat perhatian dunia pada musim gugur tahun 2004. Dalam satu revolusi yang paling menggembirakan dan penuh damai yang pernah dilihat dunia, orang-orang melepaskan kuk tekanan politis yang telah bertengger di tengkuk kami sejak Uni Soviet menjadikan Ukraina sebagai Negara budak setengah abad sebelumnya. Meskipun kini komunisme telah hilang, pemerintahan garis besar yang didukung Moskow mencoba untuk mencuri pemilihan presiden Ukraina dan mempertahankan Negara itu tetap dibawah kekuasaan Rusia. Proses demokrasi ditumbangkan oleh pemimpin yang tidak menghormati kemerdekaan ataupun aturan hokum. Rakyat Ukraina sekali lagi diarahkan untuk menjadi budak.
Tetapi kali ini berbeda. Kali ini rakyat Ukraina bangkit dan berkata,”CUKUP!” Tidak hanya itu, tetapi Allah juga menempatkan gereja yang saya gembalakan, Embassy of Blessed Kingdom of God for All Nations, di garis depan transformasi nasional yang menakjubkan. Gereja kami memainkan peran pemimpin dalam menjatuhkan kekuasaan yang korup dan menghantarkan suatu era kemerdekaan yang baru bagi Negara kami.
Orang-orang takjub mendengar bahawa ada sebuah mega-gereja seperti gereja kami, ditempat segelap in i di Eropah. Dengan 25 000 anggota, Embassy of God menjadi salah satu gereja terbesar di benua Eropa dan di dunia. Orang-orang berpikir hal seperti ini mustahil,tetapi Allah melakukannya. Gereja dan saya telah menjadi sasaran bagi banyak perhatian media, termasuk sebuah artikel halaman depan di Wall Street Journal dan profil di Washington Post,BBC dan banyak lagi. Tetapi orang lebih terkejut lagi saat mendengar bahwa sayalah, orang Nigeria asli,yang menggembalakan gereja ini, yang 99.9 persen terdiri dari orang kulit putih. Mereka ingin tahu bagaimana seorang pria kulit hitam seperti saya sampai di Ukraina dan mengapa saya di terima sebagai seorang pemimpin rohani. Tetapi Allah telah menempatkan saya saya di sini untuk melakukan sesuatu yang unik dan revolusioner. Ia mencabut saya dari desa saya yang kecil di Afrika, dimana saya tidak ber-ibu dan ber-bapa, dan begitu miskin sehingga saya hamper tidak mampu mempunyai sepatu sampai saya berumur 12 tahun, dan Dia mendidik saya di bawah suatu Negara komunis selama perang dingin. Kemudian, Dia membawa saya oleh panggilan ilahi ke Ukraina dan menyuruh saya untuk memulai sebuah gereja di Kyiv(di baca “keev”) pada tahun 1994. Sejak saat itu Allah telah melakukan lebih daripada yang diharapkan semua orang. Dia telah membawa suatu perubahan dalam kehidupan kami peribadi, dikota kami, dan di Negara kami. Prinsip-prinsip ini, saya percaya, harus diterima oleh orang-orang mana saja-termasuk anda.
Revolusi di Ukraina tidak dimulai di aula kekuasaan atau ruang belakang politis. Itu dimulai dari kamar doa. Itu dimulai ketika gereja kami menemukan cara mengubah masyarakat sebagai individu dan sebagai tubuh orang percaya. Saat saya memandang orang banyak yang memenuhi Lapangan Kemerdekaan selama revolusi, saya tahu bahwa Allah memakai gereja kami sebagai pemecah rohani enam bulan lebih awal ketika kami mengadakan protes yang belum pernah diadakan sebelumnya di tempat yang sama. Dengan tuntunan Allah, kami telah dipakai untuk mengubah pola piker seluruh Negara. Harapan timbul di suatu Negara yang angkuh, yang sudah terlalu lama diperintah oleh majikan budak yang tidak adil. Saya yakin bahwa protes dan doa oleh gereja kami dan gereja-gereja lain menuntun pada perubahan terpenting di Ukraina selama berabad-abad. Ini adalah demonstrasi dramatis yang Allah maksudkan untuk semua orang percaya supaya mereka menduduki tanah perjanjian peribadi mereka dan upaya gabungan kita mengikuti prinsip-prinsip kerajaan dapat mengubah seluruh Negara.
Itulah pesan buku ini. Allah mempunyai rencana untuk menolong Anda menemukan tanah perjanjian anda dan mengajariu anda cara mendudukinya secara penuh. Maksud Allah adalah mentransformasi hidup anda, tanah perjanjian anda, dan Negara anda serta memaki anda untuk mengembalikan bumi ini kepada-Nya, seperti yang sedang Dia ketrjakan dengan kami di Ukraina. Sebagai orang percaya, panggilan utama kita adalah untuk menjadi bagian dari rencana indukm ini. Transformasi nasional ada di jantung Amanat Agung. Inilah panggilan utama bagi setiap orang yang mengikut Kristus. Buku ini akan mendefinisikan ulang hidup anda dengan mendefinisikan kembali apa arti Amanat Agung bagi Anda. Anda akan melihat tugas Anda dibumi dengan cara yang baru dan menerima alat-alat serta berbagai strategi untuk melaksanakan panggilan Anda dengan keefektifan yang lebih besar daripada sebelumnya. Prinsip-prinsip yang anda pelajari di halaman-halaman ini akan membantu Anda mendirikan kerajaan Allah di dalam kehidupan Anda sehari-hari dan di Negara anda dengan menerapkan prinsip=prinsip kerajaan yang mengulingkan kerajaan kegelapan.
Yang terbaik dari semuanya, buku ini didasari pengalaman nyata, bukan teori. Ini bukan pikiran khayal saya melainkan realitas hari ini. Saya percaya Allah memilih mendemonstrasikan prinsip-prinsip kerajaan ini di Eropa yang menyedihkan dalam hal rohani, untuk membuktikan bahwa setiap orang dapat menemukan tanah perjanjiannya serta mempengaruhi rakyat dan masyarakat di mana Allah menempatkan dia.
Sekarang saya membawakan prinsip-prinsip itu untuk anda. Anda juga dapat menemukan tanah perjanjian Anda dan membawa kerajaan Allah tepat di tempat anda tinggal,bekerja dan bermain. Anda juga dapat mentransformasikan Negara Anda bagi Kristus dengan mengambil langlah-langah sederhana dalam kehidupan Anda sehari-hari untuk menetapkan peraturan-Nya dan mengundang kemuliaan-Nya.
Suatu hari nanti gereja dan orang-orangnya di seluruh dunia tidak akan dipermalu dan ditindas, tetapi akan memimpin bangsa-bangsa. Kita akan menjadi kepala, bukan ekor. Kita akan memelopori jawaban-jawaban social, bukannya selalu mengejar ketertinggalan. Saya berdoa agar buku ini dan pesannya akan mengantarkan suatu revolusi dalam hidup anda dan Negara anda, revolusi yang lebih besar daripada revolusi apa pun yang pernah dilihat dunia.
Saudara, saudari, bersiaplah untuk berubah!
CHURCH SHIFT
Sunday Adelaja adalah tokoh terkemuka, tidak hanya di Ukraina tetapi juga di dunia. Ia mampunyai roh iman yang digerakkan olah belas kasihannya bagi orang banyak. Dunia yang ia bicarakan adalah dunia dengan satu otoritas!
-BILLY JOE DAUGHERTY
VICTORY CHRISTIAN CENTER
TULSA, OK
Sebagian orang dipanggil ke gereja-geraja. Sebagian dipanggil ke kota-kota. Sunday Adelaja memiliki perkataan yang segar bagi bangsa-bangsa! Pengalamanya dengan Tuhan, belas kasihannya pada banyak orang, dan komitmennya kepada kerajaan Allah telah menjadikan Sunday Adelaja seorang pemimpin kelas dumia dengan visi kelas dunia bagi Kristua. Buku teks dunia ini merupakan buku wajib bagi Anda hari ini. Bacalah dan tuailah manfaat untuk seumur hidup.
-KENNETH C. ULMEER, DMIN, PHJD
USKUP KEPALA
MACEDONIA INTERNASIONAL BABLE FELLOWSHIP
Sunday Adelaja merupakan kesuksesan yang tak dapat disangkal dalam keluarganya, dalam gerejanya, dalam negaranya. Buku ini akan membantu Anda bertumbuh secara peribadi dan rohani. Bacalah dan SUKSES!
-PETER LOVE
PENDIRI DAN CEO
GET MOTIVATED SEMINAR
Beberapa tahun yang lalu saya sedang menyetir surat-surat yang menumpuk untuk membuang yang tidak guna. Satu brosur menyita pandagan saya. Saat saya membacanya, saya dicengkeram olah pemahaman Sunday Adelaja yang brilian tentang saling keterkaitan antara kebenaran alkitabiah dan kebijakan public. Saya tidak jadi membuangnya malah menunjukkannya pada orang lain. Jika satu brosur saja sudah begitu mencerahkan, bayangkan apa yang dapat dilakukan oleh satu buku lengkap.
-DR. JIM GARLOW
GEMBALA SENIOR, SKYLINE WESLEYAN CHURCH
SAN DIEGO, CA
Saya telah banyak mendengar dan membaca tentang pendeta Sunday dan pekerjaan yang dilakukannya. Semua orang yang melakukan hal-hal besar pasti mengalami pelbagai serangan seperti ang dialami oleh Pendeta Sunday.
-BILL CLINTON, MANTAN PRESIDEN AS
Di seluruh dunia saya tidak mengenal pelayan Tuhan yang lebih unik dan lebih berpengaruh daripada Uskup Sunday Adelaja. Saya menganggap dia sebagai teman yang sangat baik di kerajaan Allah dan berdoa untuk perlindungan dan tuntunan ilahi dari Allah untuk pelayanannya ang dinamis. Prinsip-prinsip adikodrati dalam buku ini bersifat radikal., kontroversial dan mengubah hidup. Semua itu akan membuat para pelayan injil merenungkan kembali tempat dan panggilan mereka dalam pelayanan. Pikiran kita akan diregangkan dan konsep-konsep kita akan ditantang, sebagaimana mestinya, demi pelayanan abad ke-21 yang lebih efektif dan persiapan untuk kedatangan Tuhan.
-DR. WENDELL SMITH
THE CITY CHURCH
SEATTLE, WA
Kepemimpina visioner berwawasan kerajaan yang kuat dibutuhkan untuk memenuhi Amanat Agung di sepanjang hidup kita. Pendeta Sunday Adelaja menyajikan jalur yang penuh kuasa untuk memberdayakan pendeta maupun gereja bagi transformasi masyarakat.
-PHIL PRINGLE
GEREJA-GERAJA CHRISTIAN CITY
SYDNEY, AUSTRALIA
Untuk mendapatkan kembali masyarakat Amerika, suatu pergeseran paradigma kepemimpinan yang dinamis harus terjadi di gereja-gereja local kita. Pendeta Sunday Adelaja memberikan suatu jalan untuk kita gunakan untuk mencapai sukses dalam tahun-tahun mendatang. Bacalah dan tuailah dari buku ini!
-ALLTONGARRISON
ASSISTANT GENERAL SUPERINTENDENT
ASSEMBLIES OF GOD
SPRINGFIELD, MISSOURI
Yang paling sukses di kalangan gerja-gereja Eropa kontemporer adalah pelayanan Sunday Adelaja yang berlokasi di Ukraina.
PHILIPH JENKINS
PROFESOR KHUSUS BIDANG SEJARAH DAN STUDI KEAGAMAAN
PENNSYLVIANIA STATE UNIVERSITY
MISILOG, PENULIS THE NEX CHRISTENDOM: THE COMING OF GLOBAL CHRISTIANITY
Sunday Adelaja membawakan untuk anda salah satu kisah pahlawan Kristen terbesar di dunia moden. Dengan membaca halaman-halaman ini, anda akan diilhami untuk menjalani kehidupan yang lebih besar daripada yang pernah anda bayangkan. Ketakutan anda akan diubah menjadi iman, beban anda menjadi berkat, dan ketidakmungkinan anda menjadi kemungkinan di dalam Kristus. Bayangkanlah Pendeta Sunday dengan kalimat ini: “Orang-orang yang mengacau seluruh dunia telah datang juga ke mari,” (Kisah Para Rasul 17:6)
-JAMES O. DAVIS
SALAH SATU KETUA/ PENDIRI SECOND BILLION
Pendeta Sunday Adelaja dipakai Tuhan secara luar biasa untuk mengubah masyarakatnya bagi Kristus. Dalam bukunya Church shift, ia mengajarkan bagaimana seseorang dapat belajar mengambil tanggungjawab penuh dan mulai menaiki tangga kebesaran yang sejati dalalm hidup ini. Jika anda rindu untuk hidup di tingakat kepimpinan yang setinggi mungkin, maka buku ini wajib bagi anda.
-PENDETA STAN TOLER
TRINITY CHURCH OF THE NAZARENE
OKLAHOMA CITY, OK
Church Shift adalah suatu studi tentang aplikasi kontemporer dari prinsip-prinsip kerajaan Allah yang releven, yang diajarkan oleh Yesus Kristus dan memberi bukti bahwa misi, tujuan, dan mandat gereja yang sesungguhnya bukanlah untuk meninggalkan bumi, melainkan untuk mempengaruhi dan menulari bumi dengan budaya dan sifat surgawi. Saya merekomendasikan buku ini untuk semua orang dan percaya buku ini akan menjadi buku sepanjang masa.
-DR, MYLES E. MUNROE
PENDIRI PRESIDEN BFM INTERNASIONAL
INTERNASIONAL THIRD WORLD LEARDERS ASSOCIATION (ITWLA)
Terima kasih untuk sumbangsih anda bagi kemenangan bersama. Karya anda yang menyedarkkan merupakan factor yang sangat besar dalam kemenangan itu. Andalah yang melindungi demokrasi di Ukraina, dengan membela cita-citanya yang tinggi dan tidak memikirkan kepentingan Anda sendiri. Saya yakin bahawa selama ada orang-orang di Ukraina yang mempunyai posisi sipil, martabat, dan semangat yang sama seperti yang anda miliki, segalanya akan baik-baik saja di Negara ini.
-Victor yushchenko
PRESIDEN UKRAINA
Melalui upaya Pendeta Sunday, kami menjadi orang-orang yang berani dan tak kenal takut, yang berdiri demi kebenaran, kemerdekaan dan Allah.
-LEONID CHERNOVETSKIY
WALIKOTA KYIV
Church shift akan meregangkan pikiran anda melalui prinsip-prinsip pemberian Allah yang diterapkan dengan cara-cara peribadi dan berkuasa. Anda akan memahami keunikan anda di dalam Kristus dan akan memiliki iman yang lebih besar untuk mengalami hal-hasil adikodrati.
-DAVID MOHAN
GEMBALA PENDIRI NEW LIFE ASSEMBLY
CHENNAI, INDIA
Sama seperti Musa, yang adalah pemimpin lemah-lembut yang memengaruhi perubahan dalam suatu bangsa oleh kuasa Allah, begitu pula Sunday Adelaja. Dengan cara yang lemah lembut namum berani, Pendeta Sunday menunjukkan kepada dunia bagaimana menjadikan Injil releven secara social. Perkataannya akan menantang anda. Kisahnya akan mengilhami anda!
-USKUP DALE C. BRONNER, DMIN
WORD OF FAITH FAMILY WORSHIP CATHEDRAL
ATLANTA, GA
Amanat Agung mencakup penyelamatan jiwa-jiwa dan penanaman gereja-gereja, namun juga mencakup lebih dari itu. Mandat Allah bagi kita tidaklah kurang dari menguasai seluruh ciptaan-Nya di sini, di bumi. Tak seorang pun mempratikkan mandate ini secara lebih bijaksana dan efektif dari pada sahabat baik saya Sunday Adelaja. Dari semua buku yang sangat bagus tentang memajukan kerajaan Allah secara agresif, buku yang satu ini menonjol sebagai buku yang paling praktis.
-C. PETER WAGNER
RASUL PEMIMPIN
INTERNATIONAL COALITION OF APOSTLES
Sunday secara praktis telah menerapkan prinsip-prinsip kerajaan Allah dalam hidupnya, gerejanya, kotanya, negaranya, dan dunianya dalam setiap lingkup kehidupan, dan hal itu membawa tranformasi. Satu-satunya harapan untuk melihat tranformasi di dunia kita adalah dengan menjalankan prinsip-prinsip yang diajarkan dari firman Allah mengenai kerajaan Allah. Guncangkanlah, Sunday! Bacalah buku ini-lalu terapkanlah.
-BOB ROBERTS
GEMBALA, NORTHWOOD CHURCH
KELLER, TX
PENULIS TRANSFORMATION DAN GLOCALIZATION
Pendeta Sunday adalah orang tua yang masih muda: muda kerana usianya masih kurang dari 40 tahun, dan tua kerana dalam usia semuda itu ia telah mengetahui apa yang diketahui orang setua saya dan telah mampu mencapai apa yang tidak mampu dicapai oleh banyak orang tua seperti saya.
-T. L. OSBORN
PENGINJIL INTERNASIONAL
TULSA, OK
Sunday Adelaja dan saya sama-sama mempunyai seorang pahlawan- Dr. D. James Kennedy. Melalui semangat Dr. Kennedy baik bagi mandat penginjilan maupun mandat budaya, Pendeta Sunday terilhami untuk memperlengkapi jemaatnya agar memengaruhi kehidupan masyarakat. Betapa berdampaknya apa yang telah dikerjakan Pendeta Sunday di Ukraina, Eropa, dan dunia! Saya memuji visinya bagi pelayanan.
-JHON SORENSEN
WAKIL PRESIDEN EKSEKUTIF
EVANGELISM EXPLOSION INTERNASIONAL
Buku ini akan manjadi katalis dalam memimpin sebuah gereja straegi di dunia masa kini. Ketika ada membaca tentang pengalaman Pendeta Sunday yang mengagumkan, anda akan terilhami untuk mempercayai Allah atas “hal-hal yang lebih besar”. Saya tidak sabar menunggu buku ini diterbitkan dan dibaca oleh ribuan gembala dan pemimpin gereja seperti saya yang lapar akan gerakan Allah yang berkuasa dan luar biasa untuk memengaruhi kota-kota dan Negara kita.
-DAVID A. SOBREPENA
GEMBALA PENDIRI, WORD OF FAITH CHURCH
MANILA, FILIPINA
Kemurahan dapat membukakan pintu, namun pengaruh mengubah bangsa-bangsa. Sunday Adelaja adalah orang yang berpengaruh besar oleh kerana Kristus. Kebaktian pengurapannya di Kyiv di dalam sebuah stadium olahraga yang besar begitu dinamis, berbeda, dan menyenangkan sehingga ketika selesai lima jam kemudian, tak seorang pun yang mau berganjak pergi! Sungguh spektakuler! Itulah Sunday Adelaja-kebenaran sederhana, iman yang spektuler, hasil yang besar. Tangkaplah kebesaran rohnya, dan temukan kebesaran Allah terbuka dalam hidup anda.
-PAUL LOUIS COLE
PRESIDEN CHRISTIAN MEN’S NETWORK
Di dunia tanpa bapa sekarang ini, di mana kaum pria melepaskan peran mereka dan menghindari tanggungjawab, Allah pasti membangkitkan para bapa yang akan menerima tanggungjawab atas keluarga, komunitas, dan bangsa. Sunday Adelaja, seorang anak tanpa bapa, telah menjadi bapa bagi suatu bangsa. Buku ini mengungkapkan hati bapa dan mengilhami kita untuk melakukan apa yang benar.
-J. DOUG STRINGER
PENDIRI DAN PRESIDEN SOMEBODY CARES
HOUSTON, TX
Dalam Church Shift, Sunday Adelaja menekankan kebutuhan terbesar orang Kristen saat ini- agar gereja-gereja tidak hanya besar pengaruhnya. Buku ini tidak hanya akan membantu membangun gereja, tetapi juga merebut bangsa-bangsa.
-ALEXEY LEDYAEF
GEMBALA SENIOR, NEW GENERATION CHURCHES
RIGA, LATVIA
Para pemimpin kerajaan Allah memperluaskan cakrawala rohani dan membuat kita melihat dunia dari perspektif Allah. Buku klasik Pendeta Sunday Adelaja Church Shift menantang pembaca untuk membawa tranformasi masyarakat. Dalam upaya anda mencapai pertumbuhan rohani yang maksimum, buku yang tak ternilai ini akan menantang hidup anda selamanya. Bacalah sekarang dan tuailah seumur hidup.
-J. DON GEORGE
PENDETA CALVARI CHURCH
IRVING, TX
Kata-kata dalam buku ini berasal dari seorang yang menjadi saksi hidup. Jika anda menginginkan transfomasi dan bukan hanya informasi, maka anda perlu membaca perkataan dari seseorang yang telah diubahkan. Pesan Pendeta Sunday Adelaja yang revolusioner diuraikan dengan baik di halaman-halaman buku ini. Buku ini menyediakan model Allah untuk transfomasi dan pola-pikir revolusi yang berpusat pada Kristus, semua berasal dari seorang pria yang luar biasa yang telah memimpin dan mengalami kedua hal tersebut.
-DR. BEN LERNER
PENULIS BUKU TERLARIS VERSI NEW YORK TIMES
DOKTER TIM OLIMPIADE AS
Pelayanan Sunday Adelaja mengilhami orang-orang di seluruh dunia. Bagi mereka yang tinggal di tempat di mana orang-orang Kristen dianiaya, kita dikuatkan untuk melihat Allah dengan cepat membawa suatu Negara dari larangan beragama ke kemerdekaan beragama dan demokrasi. Kita diinspirasi untuk melihat Allah memakai seorang pendeta untuk membawa transformasi nasional.Terima kasih, Sunday, kerana telah memberi harapan dan memberi contoh yang begitu berani.
-EDDY LEO
GEMBALA ABBALOVE MINISTRIES
JAKARTA, INDONESIA
Jika ada satu buku yang mengubah hidup anda, anda sedang memegangnya di tangan anda. Church shift adalah salah satu pesan yang paling penting dan tepat-waktu yang pernah anda baca. Buku ini revolusioner. Saya mendorong setiap hamba Tuhan untuk mempelajari buku ini.
-SAM HINN
GEMBALA SENIOR THE GATHERING PLACE WORSHIP CENTER
SANFORD, FL
Gereja Embassy of God adalah gereja terbesar di Ukraina dan di organisasikan dengan baik dengan wilayah- wilayah dan berbagai pelayanan yang berbeda. Pendeta Sunday adalah manusia unik. Tak ada bedanya bahwa dia orang kulit hitam atau bahwa dia orang Nigeria atau bahwa dia bukan orang Ukraina. Ini merupakan sebuah gereja besar yang terus bertumbuh setiap hari.
-VASILIY ONOPENKO
KETUA MAHKAMAH AGUNG UKRAINA
Allah telah membangkitkan Sunday Adelaja untuk memimpin pria dan wanita ke pemahaman yang lebih dalam tentang panggilan rohani mereka. Bacalah buku ini, dan biarkan perjalanan dimulai.
-REAR ADMIRAL BARRY BLACK (PURN.)
CHAPLAIN, SENAT AS
Belum pernah ada yang terlihat seperti Embassy of God di Ukraina.
-BRITISH BROADCASTING CORPORATION (BBC)
Gereja Embassy of The Blessed Kingdom of God for All Nations telah berkembang dari suatu pelayanan untuk permasalahan masyarakat menjadi mega-gereja pertama di republic bekas Soviet.
-ASSOCIATED PRESS(AP)
Pendeta Sunday adalah manusia dengan suatu misi.
-WALL STREET JOURNAL
Untuk nenekku, Ny. Rachel Adelaja(Nee Awolana)
yang mengasuhku ketika ibu dan ayahku
meninggalkan aku,
dan mendidikku
menjadi manusia yang baik.
Ucapan Terima Kasih
SAYA INGIN BERTERIMA KASIH KEPADA BOSE ADELAJA, ISTERI SAYA. Terima kasih karena menjadi pendukung dan penyemangat saya serta memahami banyaknya perjalanan saya ke luar negeri dan seluruh waktu yang saya perlukan untuk dilewatkan hanya bersama dengan Allah. Saya ingin berterimakasih kepada Perez, Zoe, dan pearl- anak-anak saya-untuk waktu mereka karena membiarkan Ayah mengerjakan buku ini dan ketika saya dipanggil untuk melayani di tempat yang jauh. Terima kasih, Stephen Strang, dan tim anda, yang bekerja untuk membuat pesan ini diterbitkan dan Barbara Dycus serta Joel Kilpatrick, yang mengedit buku ini. Saya ingin berterima kasih kepada sahabatku James O. David, pendiri gerakan Second Billion, dan Joan Webster untuk semua nasihat dan dukungan yang kalian berikan kepada saya.
Daftar Isi
Kata Pengantar : Sepatah kata dari Penulis
Pendahuluan
1. Kekuasaan Rakyat
2. Gereja Berwawasan Kerajaan
3. Menemukan Tanah Perjanjian Anda
4. Menjadi Berwawasan Kerajaan
5. Kerja Keras Menghasilkan Kesuksesan
6. Bertumbuh Dalam Aniaya
7. Pergilah Kepada Ynag Paling Hina Ini
8. Belajar Berperang!
9. Anda Seorang Pembebas
10. Memasukkan Kerajaan Allah Pada Budaya
11. Kapan Harus Berhenti Berdoa
12. Revolusi Oranye
13. Dunia Sedang Menunggu Anda
Epilog
Catatan
Kata pengantar
SEPATAH KATA DARI PENULIS
Pada bulan November 2006, SAYA DUDUK DI KURSI PESAWAT DAN siap menempah penerbangan yang panjang untuk kembali ke Kyiv dari salah satu perjalanan saya ke luar negeri. Tanpa banyak ruang untuk bergerak, saya hanya menyandarkan kepala untuk berdoa. Doa-doa saya segera berubah menjadi meditasi tentang di mana saya baru saja hadir, ke mana saya akan pergi, san keadaaan menyeluruh dari gereja-geraja di seluruh dunia. Tiba-tiba, sebuah gambar bola dunia muncul di pikiran saya. Saya dapat merasakan beban Allah agar gereja-Nya diubahkan supaya mampu mengumpulkan di masa penuaian terakhir.
Dari penglihatan itu, saya jadi mengerti bahwa Allah tidak puas dengan keadaan gereja moden. Kebanyakan pemimpin yang saya temui di seluruh dunia akan setuju bahwa kita secara kolektif mempunyai banyak sekali sisa pekerjaan yang harus di lakukan, apa pun kemajuan besar yang telah kita capaui. Dengan lima miliar orang yang masih belum diselamatkan, kita harus membuat kemajuan. Yang mengejutkan saya adalah apabila jika kita ingin melihat Yesus datang kembali dalam waktu dekat, gereja harus diubah sekali lagi. Namun yang membuat saya merendahkan hati adalah kesan bahwa Allah sedang menantang saya untuk melakukan sesuatu dengan hal itu. Ini sangan bertentangan dengan posisi saya yang berada di zone nyaman pelayanan saya pada waktu itu.
Tantangan untuk berperan dalam restorasi gereja mengingatkan saya tentang waktu doa saya pada musim semi 2004. Saat itu Allah menantang saya agar mengambil tanggungjawab untuk Ukraina. Pengalaman ini menuntun saya ke peristiwwa-peristiwa Revolusi Oranye di Ukraina, yang saya anggap sebagai puncaknya. Sekarang saya menyadari bahwa kemenangan-kemenangan di Ukraina hanyalah persiapan untuk tantangan baru ini.
Saat saya mendoakan visi ini selama beberapa tahun berikutnya, saya menerima tuntunan jelas tentang peran saya dalam refomasi terbaru ini. Tugas utama saya yang menjadi teramat jelas adalah bahwa saya harus menulis sebuah buku yang membahaskan bagian-bagian di mana gereja harus mengalami perubahan untuk meninggalkan yang lama dan mewujukan yang baru. Hasilnya adalah apa yang anda pegang di tangan anda sekarang Church Shift.
Kiranya Tuhan Allah surgawa memakai karya yang sederhana ini untuk membantu menyentuh dan mentranfomasikan gereja-Nya. Saya berdoa agar pelajaran-pelajaran kecil yang saya ajarkan di balik tirai besi komunime akan menjadi berkat bagi tubuh Kristus yang lebih luas.
Para minsionaris dan penyokong mereka, para penyedia Alkitab, pendoa syafaat, pekerja badan amal, penyeludup, dan martir yang diutus oleh Barat, merekalah yang menjangkau keluarga saya bagi Kristus, menyediakan air bagi desa saya di Nigeria, lalu membagi saya berbagai materi dan dukungan yang dibutuhkan selama saya bergumul dalam perjalanan kristiani saya di balik tirai besi. Dalam rencana Allah yang sempurna tentang menabur dan menuai, Dia sekarang akan mengutus saya untuk mengembalikan keuntungan dari semua yang Dia ajarkan kepada saya selama saya ada dalam asuhan mereka.
Doa saya adalah agar setiap pemimpin gereja, gembala, atau uskup mau membaca buku ini dan menggunakan buku kerjanya untuk membuat suatu studi di kelompok-kelompok rumahan, kelompok sel, kelompok kecil, gereja rumah, sekolah minggu, dan sekolah-sekolah Alkitab. Semoga pelajaran-pelajaran di dalam buku ini tidak hilang, tetapi membawa kita semua untuk berubah guna membatu mengumpulkan dalam tuaian akhir.
Revolusi dimulai!
-PENDETA SUNDAY
PROLOG
Negara UkRAINA YANG SAYA ADOPSI MENJADI NEGARA SAYA TELAH menjadi pusat perhatian dunia pada musim gugur tahun 2004. Dalam satu revolusi yang paling menggembirakan dan penuh damai yang pernah dilihat dunia, orang-orang melepaskan kuk tekanan politis yang telah bertengger di tengkuk kami sejak Uni Soviet menjadikan Ukraina sebagai Negara budak setengah abad sebelumnya. Meskipun kini komunisme telah hilang, pemerintahan garis besar yang didukung Moskow mencoba untuk mencuri pemilihan presiden Ukraina dan mempertahankan Negara itu tetap dibawah kekuasaan Rusia. Proses demokrasi ditumbangkan oleh pemimpin yang tidak menghormati kemerdekaan ataupun aturan hokum. Rakyat Ukraina sekali lagi diarahkan untuk menjadi budak.
Tetapi kali ini berbeda. Kali ini rakyat Ukraina bangkit dan berkata,”CUKUP!” Tidak hanya itu, tetapi Allah juga menempatkan gereja yang saya gembalakan, Embassy of Blessed Kingdom of God for All Nations, di garis depan transformasi nasional yang menakjubkan. Gereja kami memainkan peran pemimpin dalam menjatuhkan kekuasaan yang korup dan menghantarkan suatu era kemerdekaan yang baru bagi Negara kami.
Orang-orang takjub mendengar bahawa ada sebuah mega-gereja seperti gereja kami, ditempat segelap in i di Eropah. Dengan 25 000 anggota, Embassy of God menjadi salah satu gereja terbesar di benua Eropa dan di dunia. Orang-orang berpikir hal seperti ini mustahil,tetapi Allah melakukannya. Gereja dan saya telah menjadi sasaran bagi banyak perhatian media, termasuk sebuah artikel halaman depan di Wall Street Journal dan profil di Washington Post,BBC dan banyak lagi. Tetapi orang lebih terkejut lagi saat mendengar bahwa sayalah, orang Nigeria asli,yang menggembalakan gereja ini, yang 99.9 persen terdiri dari orang kulit putih. Mereka ingin tahu bagaimana seorang pria kulit hitam seperti saya sampai di Ukraina dan mengapa saya di terima sebagai seorang pemimpin rohani. Tetapi Allah telah menempatkan saya saya di sini untuk melakukan sesuatu yang unik dan revolusioner. Ia mencabut saya dari desa saya yang kecil di Afrika, dimana saya tidak ber-ibu dan ber-bapa, dan begitu miskin sehingga saya hamper tidak mampu mempunyai sepatu sampai saya berumur 12 tahun, dan Dia mendidik saya di bawah suatu Negara komunis selama perang dingin. Kemudian, Dia membawa saya oleh panggilan ilahi ke Ukraina dan menyuruh saya untuk memulai sebuah gereja di Kyiv(di baca “keev”) pada tahun 1994. Sejak saat itu Allah telah melakukan lebih daripada yang diharapkan semua orang. Dia telah membawa suatu perubahan dalam kehidupan kami peribadi, dikota kami, dan di Negara kami. Prinsip-prinsip ini, saya percaya, harus diterima oleh orang-orang mana saja-termasuk anda.
Revolusi di Ukraina tidak dimulai di aula kekuasaan atau ruang belakang politis. Itu dimulai dari kamar doa. Itu dimulai ketika gereja kami menemukan cara mengubah masyarakat sebagai individu dan sebagai tubuh orang percaya. Saat saya memandang orang banyak yang memenuhi Lapangan Kemerdekaan selama revolusi, saya tahu bahwa Allah memakai gereja kami sebagai pemecah rohani enam bulan lebih awal ketika kami mengadakan protes yang belum pernah diadakan sebelumnya di tempat yang sama. Dengan tuntunan Allah, kami telah dipakai untuk mengubah pola piker seluruh Negara. Harapan timbul di suatu Negara yang angkuh, yang sudah terlalu lama diperintah oleh majikan budak yang tidak adil. Saya yakin bahwa protes dan doa oleh gereja kami dan gereja-gereja lain menuntun pada perubahan terpenting di Ukraina selama berabad-abad. Ini adalah demonstrasi dramatis yang Allah maksudkan untuk semua orang percaya supaya mereka menduduki tanah perjanjian peribadi mereka dan upaya gabungan kita mengikuti prinsip-prinsip kerajaan dapat mengubah seluruh Negara.
Itulah pesan buku ini. Allah mempunyai rencana untuk menolong Anda menemukan tanah perjanjian anda dan mengajariu anda cara mendudukinya secara penuh. Maksud Allah adalah mentransformasi hidup anda, tanah perjanjian anda, dan Negara anda serta memaki anda untuk mengembalikan bumi ini kepada-Nya, seperti yang sedang Dia ketrjakan dengan kami di Ukraina. Sebagai orang percaya, panggilan utama kita adalah untuk menjadi bagian dari rencana indukm ini. Transformasi nasional ada di jantung Amanat Agung. Inilah panggilan utama bagi setiap orang yang mengikut Kristus. Buku ini akan mendefinisikan ulang hidup anda dengan mendefinisikan kembali apa arti Amanat Agung bagi Anda. Anda akan melihat tugas Anda dibumi dengan cara yang baru dan menerima alat-alat serta berbagai strategi untuk melaksanakan panggilan Anda dengan keefektifan yang lebih besar daripada sebelumnya. Prinsip-prinsip yang anda pelajari di halaman-halaman ini akan membantu Anda mendirikan kerajaan Allah di dalam kehidupan Anda sehari-hari dan di Negara anda dengan menerapkan prinsip=prinsip kerajaan yang mengulingkan kerajaan kegelapan.
Yang terbaik dari semuanya, buku ini didasari pengalaman nyata, bukan teori. Ini bukan pikiran khayal saya melainkan realitas hari ini. Saya percaya Allah memilih mendemonstrasikan prinsip-prinsip kerajaan ini di Eropa yang menyedihkan dalam hal rohani, untuk membuktikan bahwa setiap orang dapat menemukan tanah perjanjiannya serta mempengaruhi rakyat dan masyarakat di mana Allah menempatkan dia.
Sekarang saya membawakan prinsip-prinsip itu untuk anda. Anda juga dapat menemukan tanah perjanjian Anda dan membawa kerajaan Allah tepat di tempat anda tinggal,bekerja dan bermain. Anda juga dapat mentransformasikan Negara Anda bagi Kristus dengan mengambil langlah-langah sederhana dalam kehidupan Anda sehari-hari untuk menetapkan peraturan-Nya dan mengundang kemuliaan-Nya.
Suatu hari nanti gereja dan orang-orangnya di seluruh dunia tidak akan dipermalu dan ditindas, tetapi akan memimpin bangsa-bangsa. Kita akan menjadi kepala, bukan ekor. Kita akan memelopori jawaban-jawaban social, bukannya selalu mengejar ketertinggalan. Saya berdoa agar buku ini dan pesannya akan mengantarkan suatu revolusi dalam hidup anda dan Negara anda, revolusi yang lebih besar daripada revolusi apa pun yang pernah dilihat dunia.
Saudara, saudari, bersiaplah untuk berubah!
CHURCH SHIFT
Salam sejahtera kepada semua teman-teman dan yang melawat blog ini. Semoga anda sehat-sehat sentiasa. Apa yang ingin saya kongsikan kali ini adalah berkenaan dengan sebuah buku kristen yang berjudul "CHURCH SHIFT" yang ditulis oleh pastor Sunday Adelaja. Beliau ketika ini menggembalakan gereja yang terbesar di eropah dan mungkin yang terbesar didunia. Saya menerima buku ini dari pastor Kenny Tham, pastor SIBKL LAKE CITY sebagai cenderahati.
Buku ini bagi saya merupakan sebuah buku yang sangat luarbiasa. Saya yakin, apa yang beliau sampaikan melalui buku ini merupakan isi hati Tuhan. Secara peribadi, saya rasa semua orang kristen harus memiliki buku ini. Atas kesedaran ini, saya mengambil keputusan untuk memuatkan buku ini dalam blog saya dengan satu tujuan supaya semua berkat yang terkandung di dalamnya tidak tersembunyi dalam almari saya. Saya akan merasa begitu gembira dan sukacita jika anda juga mendapat berkat dan pemikiran anda diubah dan cara kerja kita juga diubah sehingga kerajaan Allah memerintah di hidup kita, masyarakat kita bahkan dimana saja kita berada.
Saya akan postkan kandungan buku ini mengikut bab demi bab. selamat membaca dan Tuhan memberkati.
Buku ini bagi saya merupakan sebuah buku yang sangat luarbiasa. Saya yakin, apa yang beliau sampaikan melalui buku ini merupakan isi hati Tuhan. Secara peribadi, saya rasa semua orang kristen harus memiliki buku ini. Atas kesedaran ini, saya mengambil keputusan untuk memuatkan buku ini dalam blog saya dengan satu tujuan supaya semua berkat yang terkandung di dalamnya tidak tersembunyi dalam almari saya. Saya akan merasa begitu gembira dan sukacita jika anda juga mendapat berkat dan pemikiran anda diubah dan cara kerja kita juga diubah sehingga kerajaan Allah memerintah di hidup kita, masyarakat kita bahkan dimana saja kita berada.
Saya akan postkan kandungan buku ini mengikut bab demi bab. selamat membaca dan Tuhan memberkati.
Saturday, January 17, 2009
TABLE GLASS TOP
Kira-kira lebih setahun yang lalu,”Table Glass Top” di salah satu bilik di hotel tempat saya bekerja telah pecah. Oleh kerana masa yang diambil untuk glass top yang baru agak lama, saya telah memesan sebanyak 3 buah. Satu untuk menggantikan yang sudah pecah dan dua lagi sebagi “spare”. Tidal lama selepas itu, sebuah lagi glass top pecah. Sayang seribu kali sayang. Apabila saya menggantikannya dengan spare yang saya ada, ternyata saiznya tidak sama. Kurang 10mm tetapi tentu saja tidak boleh digunakan. Terpaksalah saya membeli yang baru. Selain dari itu, kenalah menjawab kepada boss, mengapa memesan benda yang mahal tapi akhirnya tidak boleh digunakan sedangkan harganya beberapa ratus ringgit. Dua lagi. Saya berharap, jika ada yang pecah lagi, ianya boleh digunakan. Setelah itu, kejadian glass top pecah berulang sebanyak 3 kali tetapi tiada satu pun yang sama saiz dengan spare yang saya ada. Saya juga dilarang untuk membeli spare memandangkan saiz meja yang tidak sama. Memang saya sangat kesal kerana hal tersebut. Satu kelalaian dan pembaziran. Masa berlalu dan saya pun tidak ingat lagi kepada glass top tersebut.
Pada Krismas tahun lalu, saya telah bercuti selama seminggu. Sewaktu saya bercuti, sebuah lagi glass top pecah. Apabila saya kembali bekerja, saya lihat dalam minit mesyuarat yang glass top sudah ditempah. Makanya dengan yakin saya pun menuggu ianya sampai. Boss saya bercuti pada awal tahun. Kami semua berusaha untuk menyelesaikan semua kerja dan masalah sebelum ia balik. Motto kami yang pertama adalah “FAST”. 3 hari sebelum ia balik, bahagian purchasing tiba-tiba memaklumkan kepada saya bahawa sebenarnya glass tersebut belum ditempah. Berlaku satu salah faham. Saya sangat terkejut dan menjadi risau. Kecut juga perut. Satu lagi kelalaian dan kesilapan yang harus dijawab dan dipertanggungjawabkan. Apa yang dapat dilakukan selain berdoa.
Dalam keadaan yang agak kecewa, tiba-tiba saya teringat kepada spare yang lama . Dalam keadaan itu, saya sempat juga berdoa supaya ianya sepadan. Lalu saya sendiri mengukur saiz meja tersebut. Kemudian saya mengeluarkan glass top yang sudah lebih setahun tersimpan di store dan mengukurnya dengan penuh harapan. Saya percaya anda dapat menduga hasilnya. Saiz meja dan glassnya pass!!Sama!! Akhirnya glass top tersebut menemukan pasangannya yang tepat. Pada waktu yang tidak disangka tetapi tepat.
Sebagai orang percaya, yang saya ingat pertama kali adalah Bapa disyurga. Lalu saya mengucap syukur. Saya tahu itu pertolongan Tuhan. Mungkin anda sukar membayangkan kesulitan yang saya hadapi kecuali anda berada ditempat saya. Bagi saya, itu sesuatu yang luarbiasa. Saya teringat reaksi saya dahulu, penuh penyesalan, merungut tetapi sekarang, jika hal itu tidak terjadi, saya tidak akan dapat mengatasi persoalan tersebut. Tiba-tiba membersit dalam fikiran saya Firman Tuhan di
ROMA 8: 28 - “Kita tahu sekarang, bahawa Tuhan turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Tuhan.”
Beberapa waktu kemudian Tuhan mengingatkan juga FirmanNya di Yesaya 65 : 24
“ Maka sebelum mereka memanggil, aku sudah menjawabnya, ketika mereka sedang berbicara,Aku sudah mendengarkannya.”
Pengalaman ini merupakan suatu pengalaman yang begitu indah bagi saya. Mengalami kebenaran Firman Tuhan merupakan sesuatu yang sangat bermakna. Kita bukan hanya membaca Firman Tuhan tetapi kita mengalaminya sendiri. Sebab itu saya ingin sangat untuk mengongsikan apa yang saya pelajari melalui pengalaman saya ini. Ada dua hal penting yang saya pelajari.
1.Roma 8: 28 – TUHAN BEKERJA DALAM SEGALA SESUATU UNTUK KEBAIKAN KITA.
Segala sesuatu bererti tiada satu pun yang terkecuali. Pada waktu kita melakukan kesilapan, kesalahan atau dosa, DIA mampu mengubah situasi tersebut untuk membawa kebaikan dan berkat kepada kita. Tetapi dengan syarat, kita adalah orang-orang yang mengasihi DIA. Orang yang berharap padaNya selalu. Orang yang tidak kecewa dan meninggalkan Dia. Mengapa ini hanya terjadi kepada orang-orang yang mengasihi Tuhan? Kerana orang yang tidak mengasihi Tuhan ertinya sedang melawan Tuhan. Sedang memberontak. Ramai orang yang makin hanyut dalam dosanya atau menanggung akibat dari perbuatannya kerana mereka tidak bertaubat. Mereka tidak kembali kepada Tuhan. Mereka tidak mengasihi Tuhan. Akibatnya, hidup mereka menderita dan tidak pernah mengalami janji-janji Tuhan dalam FirmanNya.
Saudara/i, jika anda mengalami hal-hal yang tidak baik, tidak menguntungkan engkau, bersyukurlah dan serahkanlah semua itu kepada Tuhan dan peganglah Firman ini. Seringkali kita marah, merungut, menyalahkan orang lain bahkan Tuhan juga kita persalahkan apabila sesuatu perkara yang berlaku tidak sesuai dengan keinginan kita atau merugikan kita. Kita selalu memberikan respon yang salah dan menyimpang dari Firman Tuhan. Kita begitu sukar untuk mengucap syukur dalam keadaan yang sukar. Tetapi melalui pengalaman yang saya kongsikan ini, saya katakan sungguh Firman Tuhan tu hidup. Ada banyak perkara yang kita tidak mengerti kerana kita tidak tahu apa yang akan terjadi pada masa akan datang.sebab itu percayakanlah Tuhan dalam segala sesuatu kerana Dia mengetahui masa depanmu. Biarlah Tuhan mengubah situasimu menjadi indah pada waktuNYA.
2. Yesaya 65 : 24 – TUHAN TAHU KEPERLUAN KITA BAHKAN KEPERLUAN KITA DI MASA DEPAN.
Dia menyediakan jawaban doa bagi kita bahkan untuk doa yang belum kita ucapkan. Sebelum saya berdoa meminta pertolongan pada hari itu, ternyata Tuhan sudah menyediakan jawabanNya lebih awal, setahun lebih awal. Saya tidak pernah membayangkan untuk menghadapi situasi seperti itu tapi Tuhan tau dan DIA sudah menyediakan pertolongan walaupun pada awalnya saya anggap perkara itu satu kesilapan yang besar. Sungguh ajaib Tuhan kita. Saya mahu bagitau anda bahawa tiada satu pun Firman dalam Alkitab itu yang Cuma omong kosong. Semuanya benar. Sebab itu jangan ada yang meragukan Firman. Jika saat ini anda belum menerima jawaban doamu, mungkin waktunya belum tiba. Saat Tuhan itu indah pada waktunya. Tidak terlambat dan tidak terlalu cepat. Masalahnya adalah kita. Kita menuntut Tuhan mengikuti rencana dan kemahuan kita. Kitalah yang sepatutnya mengikuti rencanaNya. Yesaya 55: 8-9
“Sebab rancangan-KU bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-KU,demikianlah Firman Tuhan. Seperti tingginya langit dari bumi,demikianlah tingginya jalan-KU dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.”
Saudara/i yang dikasihi, marilah kita sama-sama mempelajari kedua hal ini. Ingatlah bahawa Tuhan masih tetap bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan kepada mereka yang mengasihiNYA. Sebab itu, kasihilah DIA dengan segenap hatimu, jiwamu dan akal budimu. Janganlah jemu-jemu berdoa kerana pasti Tuhan sudah menyediakan jawaban bagi doamu. Sesungguhnya, sebelum kita memanggil DIA sudah menjawab,ketika kita sedang berbicara kepadaNYA, DIA sudah mendengarnya. Sesungguhnya tiada Tuhan seperti Tuhan kita dan saya merasa sangat bangga dengan Tuhan Yesus. Segala kemuliaan hanya bagi DIA yang layak menerima pujian, hormat dan kuasa. Terpujilah Dia untuk selama-lamanya. Amen.
Sekian dan Tuhan memberkati.
Pada Krismas tahun lalu, saya telah bercuti selama seminggu. Sewaktu saya bercuti, sebuah lagi glass top pecah. Apabila saya kembali bekerja, saya lihat dalam minit mesyuarat yang glass top sudah ditempah. Makanya dengan yakin saya pun menuggu ianya sampai. Boss saya bercuti pada awal tahun. Kami semua berusaha untuk menyelesaikan semua kerja dan masalah sebelum ia balik. Motto kami yang pertama adalah “FAST”. 3 hari sebelum ia balik, bahagian purchasing tiba-tiba memaklumkan kepada saya bahawa sebenarnya glass tersebut belum ditempah. Berlaku satu salah faham. Saya sangat terkejut dan menjadi risau. Kecut juga perut. Satu lagi kelalaian dan kesilapan yang harus dijawab dan dipertanggungjawabkan. Apa yang dapat dilakukan selain berdoa.
Dalam keadaan yang agak kecewa, tiba-tiba saya teringat kepada spare yang lama . Dalam keadaan itu, saya sempat juga berdoa supaya ianya sepadan. Lalu saya sendiri mengukur saiz meja tersebut. Kemudian saya mengeluarkan glass top yang sudah lebih setahun tersimpan di store dan mengukurnya dengan penuh harapan. Saya percaya anda dapat menduga hasilnya. Saiz meja dan glassnya pass!!Sama!! Akhirnya glass top tersebut menemukan pasangannya yang tepat. Pada waktu yang tidak disangka tetapi tepat.
Sebagai orang percaya, yang saya ingat pertama kali adalah Bapa disyurga. Lalu saya mengucap syukur. Saya tahu itu pertolongan Tuhan. Mungkin anda sukar membayangkan kesulitan yang saya hadapi kecuali anda berada ditempat saya. Bagi saya, itu sesuatu yang luarbiasa. Saya teringat reaksi saya dahulu, penuh penyesalan, merungut tetapi sekarang, jika hal itu tidak terjadi, saya tidak akan dapat mengatasi persoalan tersebut. Tiba-tiba membersit dalam fikiran saya Firman Tuhan di
ROMA 8: 28 - “Kita tahu sekarang, bahawa Tuhan turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Tuhan.”
Beberapa waktu kemudian Tuhan mengingatkan juga FirmanNya di Yesaya 65 : 24
“ Maka sebelum mereka memanggil, aku sudah menjawabnya, ketika mereka sedang berbicara,Aku sudah mendengarkannya.”
Pengalaman ini merupakan suatu pengalaman yang begitu indah bagi saya. Mengalami kebenaran Firman Tuhan merupakan sesuatu yang sangat bermakna. Kita bukan hanya membaca Firman Tuhan tetapi kita mengalaminya sendiri. Sebab itu saya ingin sangat untuk mengongsikan apa yang saya pelajari melalui pengalaman saya ini. Ada dua hal penting yang saya pelajari.
1.Roma 8: 28 – TUHAN BEKERJA DALAM SEGALA SESUATU UNTUK KEBAIKAN KITA.
Segala sesuatu bererti tiada satu pun yang terkecuali. Pada waktu kita melakukan kesilapan, kesalahan atau dosa, DIA mampu mengubah situasi tersebut untuk membawa kebaikan dan berkat kepada kita. Tetapi dengan syarat, kita adalah orang-orang yang mengasihi DIA. Orang yang berharap padaNya selalu. Orang yang tidak kecewa dan meninggalkan Dia. Mengapa ini hanya terjadi kepada orang-orang yang mengasihi Tuhan? Kerana orang yang tidak mengasihi Tuhan ertinya sedang melawan Tuhan. Sedang memberontak. Ramai orang yang makin hanyut dalam dosanya atau menanggung akibat dari perbuatannya kerana mereka tidak bertaubat. Mereka tidak kembali kepada Tuhan. Mereka tidak mengasihi Tuhan. Akibatnya, hidup mereka menderita dan tidak pernah mengalami janji-janji Tuhan dalam FirmanNya.
Saudara/i, jika anda mengalami hal-hal yang tidak baik, tidak menguntungkan engkau, bersyukurlah dan serahkanlah semua itu kepada Tuhan dan peganglah Firman ini. Seringkali kita marah, merungut, menyalahkan orang lain bahkan Tuhan juga kita persalahkan apabila sesuatu perkara yang berlaku tidak sesuai dengan keinginan kita atau merugikan kita. Kita selalu memberikan respon yang salah dan menyimpang dari Firman Tuhan. Kita begitu sukar untuk mengucap syukur dalam keadaan yang sukar. Tetapi melalui pengalaman yang saya kongsikan ini, saya katakan sungguh Firman Tuhan tu hidup. Ada banyak perkara yang kita tidak mengerti kerana kita tidak tahu apa yang akan terjadi pada masa akan datang.sebab itu percayakanlah Tuhan dalam segala sesuatu kerana Dia mengetahui masa depanmu. Biarlah Tuhan mengubah situasimu menjadi indah pada waktuNYA.
2. Yesaya 65 : 24 – TUHAN TAHU KEPERLUAN KITA BAHKAN KEPERLUAN KITA DI MASA DEPAN.
Dia menyediakan jawaban doa bagi kita bahkan untuk doa yang belum kita ucapkan. Sebelum saya berdoa meminta pertolongan pada hari itu, ternyata Tuhan sudah menyediakan jawabanNya lebih awal, setahun lebih awal. Saya tidak pernah membayangkan untuk menghadapi situasi seperti itu tapi Tuhan tau dan DIA sudah menyediakan pertolongan walaupun pada awalnya saya anggap perkara itu satu kesilapan yang besar. Sungguh ajaib Tuhan kita. Saya mahu bagitau anda bahawa tiada satu pun Firman dalam Alkitab itu yang Cuma omong kosong. Semuanya benar. Sebab itu jangan ada yang meragukan Firman. Jika saat ini anda belum menerima jawaban doamu, mungkin waktunya belum tiba. Saat Tuhan itu indah pada waktunya. Tidak terlambat dan tidak terlalu cepat. Masalahnya adalah kita. Kita menuntut Tuhan mengikuti rencana dan kemahuan kita. Kitalah yang sepatutnya mengikuti rencanaNya. Yesaya 55: 8-9
“Sebab rancangan-KU bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-KU,demikianlah Firman Tuhan. Seperti tingginya langit dari bumi,demikianlah tingginya jalan-KU dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.”
Saudara/i yang dikasihi, marilah kita sama-sama mempelajari kedua hal ini. Ingatlah bahawa Tuhan masih tetap bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan kepada mereka yang mengasihiNYA. Sebab itu, kasihilah DIA dengan segenap hatimu, jiwamu dan akal budimu. Janganlah jemu-jemu berdoa kerana pasti Tuhan sudah menyediakan jawaban bagi doamu. Sesungguhnya, sebelum kita memanggil DIA sudah menjawab,ketika kita sedang berbicara kepadaNYA, DIA sudah mendengarnya. Sesungguhnya tiada Tuhan seperti Tuhan kita dan saya merasa sangat bangga dengan Tuhan Yesus. Segala kemuliaan hanya bagi DIA yang layak menerima pujian, hormat dan kuasa. Terpujilah Dia untuk selama-lamanya. Amen.
Sekian dan Tuhan memberkati.
Monday, January 5, 2009
SUATU PERMULAAN BARU
Salam sejahtera kepada semua pengunjung blog ini. Harapan saya agar anda semua baik-baik saja. Maaf kerana tidak sempat update kan blog ini sebelum tahun baru. Walau bagaimana pun, belum terlambat untuk mengucapkan “SELAMAT TAHUN BARU” kepada anda semua. Saya berdoa agar pada tahun yang baru ini, anda semua mendapat berkat yang berlimpah-limpah dari Tuhan kita Yesus Kristus. Biar pun agak lambat, saya ingin mengongsikan pengalaman saya dan juga sedikit Firman Tuhan agar kita sama-sama diberkati dan mendapat sedikit bekal untuk menghadapi tahun 2009 ini.
Semasa saya remaja dahulu, saya pernah menyambut tahun baru dengan cara yang dunia ajarkan. Biasanya, setiap pergantian tahun, tepatnya pada jam 12 tengahmalam pada 31 Dec, adalah satu waktu yang ditunggu-tunggu oleh ramai orang. Tujuannya cuma satu iaitu, tepat jam 12 tengah malam, mereka akan terjun ke dalam air atau sungai atau laut, dan mencelupkan diri mereka ke dalam air. Tentu saja akan diteruskan dengan mandi-mandi. Apakah tujuan mereka melakukan ini? Kata mereka, dengan melakukan ini, mereka dapat menanggalkan segala perkara sial dari tahun yang sebelumnya supaya tidak terbawa ke tahun yang baru. Pakaian yang dipakai semasa mandi juga harus dibuang. Namanya juga buang sial. Ini merupakan acara yang ditunggu-tunggu oleh ramai orang. Saya juga pernah melakukannya kerana terpengaruh. Memang pada waktu itu, saya tidaklah mengenal Tuhan atau FirmanNya.
Yang amat menyedihkan adalah kepercayaan ini datang dari golongan yang mengaku percaya kepada Yesus. Perkara ini sebenarnya telah menjadi satu cemuhan dari orang-orang bukan Kristen dan bahkan menghentam iman Kristen kerana hal ini. Saya percaya, mereka yang melakukan ini tidak tahu apa yang sedang mereka lakukan kerana mereka tidak berakar dalam Firman Tuhan. Seperti saya dahulu melakukannya tanpa tahu apa-apa. Sebab itulah, apapun yang kita lakukan, yang kita hadapi, harus kembali kepada Firman Tuhan supaya kita tidak melakukan perkara yang tidak benar. Ini sangat penting kerana kita adalah umat Tuhan yang sudah ditebus. Maka, kita haruslah tahu membezakan yang mana benar atau dosa.
Jika demikian, bagaimanakah kita menanggapi pergantian tahun? Tahun baru merupakan sesuatu yang penting. Tahun baru bermakna kita memasuki satu bab baru dalam kehidupan kita. Tahun baru bermakna kita baru sahaja meninggalkan satu episod lama dalam hidup kita. Tanpa disedari, tahun baru seolah-olah memberikan satu kekuatan kepada manusia untuk memulakan sesuatu yang baru. Sedangkan, untuk memulakan sesuatu yang baru, tidak perlu menunggu permulaan tahun. Tapi hakikatnya seperti itu. Perkara ini sudah menjadi lumrah bagi kita. Kita juga menilai hidup kita setiap akhir tahun, apakah kita berjaya memperoleh impian kita atau tidak. Tentu di sepanjang tahun, kita mengalami banyak tantangan dan cabaran, juga kegagalan dan kejayaan. Sebab itu, ramai orang yang membuat azam dan tekad yang baru setiap awal tahun. Tentu saja itu adalah sesuatu yang sangat baik. Tetapi persoalannya adalah berapa ramaikah diantara kita yang dapat melaksanakan azam baru kita? Ada banyak hal yang ingin kita perbaharui dalam hidup kita tetapi setiap akhir tahun, ternyata banyak hal yang tidak berubah dalam hidup kita. Jadi, bagaimana caranya kita memulakan sesuatu yang baru? Sebagai orang percaya, persoalan ini harus kita bawa ke Firman Tuhan kerana Firman Tuhan itulah yang dapat menjawab semua persoalan kita. Marilah kita lihat di Yesaya 43: 18-19.
18-FirmanNya : ” Janganlah ingat-ingat hal-hal yang dahulu, dan janganlah perhatikan hal-hal yang dari zaman purbakala ! 19-Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru , yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya ? Ya aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara.
Haleluya! Tuhan kita adalah Tuhan yang sukakan pembaharuan. Dari pembacaan di atas, Tuhan mengajarkan kepada kita bagaimana memulakan sesuatu yang baru. Dari Firman Tuhan ini, kita menemukan dua kunci untuk memulakan sesuatu yang baru. Kunci pertama adalah :-
1.MENGUBAH PERSPEKTIF/CARA PANDANG KITA -Jangan lagi mengingat hal-hal yang dahulu atau dengan kata lain melupakan perkara-perkara yang sudah berlalu.(Yes 43: 18)
Ada dua perkara yang menghalang seseorang untuk memulai perkara baru dalam hidupnya iaitu:-
i. Pengalaman yang pahit
ii. Kesuksesan masa lalu
Pengalaman Pahit.
Ramai orang yang tidak dapat memulakan hidup yang baru kerana mereka terbelenggu dengan masa lalu mereka yang pahit. Walaupun perkara itu sudah terjadi bertahun-tahun yang lalu, namun masih membelenggu jiwanya. Mungkin perasaan tertolak dari ibubapanya, putus cinta, dikhianati seseorang, dipermalukan, dianiayai, gagal dalam pelajaran dan bermacam-macam pengalaman pahit. Oleh kerana dia tidak dapat keluar dari masa lalunya, hidupnya tidak dapat berubah. Dengan kata lain, “TIDAK MAMPU MENGELOLA MASA LALUNYA”. Untuk keluar dari belenggu ini dan membuat pembaharuan dalam hidup kita, kita haruslah melupakan semua kepahitan kita yang lalu. Kita tidak boleh terus-menerus hidup dengan masa lalu kita, menangisi penderitaan, kegagalan, kekecewaan kita, kesalahan dan kelalaian kita. Ada orang yang terus-menerus mengingati dan menangisi masa lalunya dan menganggap bahawa dirinya adalah manusia paling kasihan dan malang di dunia ini. Seandainya saja kita membuka mata kita luas-luas, kita akan dapati bahawa ada begitu ramai orang yang jauh lebih menderita dari kita. Sebab itu, kita harus mengubah cara fikir kita. Apa yang perlu kita lakukan adalah “BELAJAR DARI MASA LALU KITA”. Setiap manusia akan melakukan kesilapan dan kesalahan dalam hidupnya tetapi yang membezakannya adalah apabila ia mahu belajar dari kesilapan tersebut. Melupakan kepahitan masa lalu kita bermakna kepahitan itu tidak menyakitkan kita lagi apabila teringatkannya. Sebab itu, marilah kita melupakan semua perkara yang negative di tahun lalu atau tahun-tahun sebelumnya supaya kita dapat memulakan perkara baru yang ingin kita lakukan.
KESUKSESAN MASA LALU
Perkara kedua yang menghalang seseorang untuk memulakan perkara baru dalam hidupnya adalah kesuksesan masa lalunya. Ramai orang tidak dapat mencapai hal-hal yang lebih gemilang kerana kejayaan masa lalunya. Dia masih bernostalgia dengan kejayaan masa lalunya. Contohnya seperti kekayaan masa lalunya, kehebatan, kebahagiaan, kehormatan, bahkan pengalaman rohani masa lalunya. Tetapi yang harus kita lakukan adalah melupakan semua yang lama samada yang pahit atau yang manis.
If your Past Success still looks big to you,then you are DOING NOTHING TODAY !
[ Michael Gorbachev ]
Statement dari Michael Gorbachev ini sangat tepat. Seandainya kita masih beranggapan bahawa kejayaan lalu kita masih kelihatan hebat, sebenarnya kita sudah tidak melakukan apa-apa hari ini. Kejayaan lalu adalah perkara yang sudah berlalu, dan kita tidak hidup di waktu itu lagi. Kita hidup HARI INI. Seandainya kita sudah merasa puas dengan pencapaian kita, maka kita tidak akan dapat melakukan hal-hal yang lebih baik. Benarlah statement ini, “The Enemy of BEST thing is all of your GOOD things .” Musuh bagi hal-hal yang terbaik dalam hidup kita adalah hal-hal baik yang kita miliki. Saudara/i, jika anda mahu melakukan hal-hal yang lebih hebat, sila tinggalkan kejayaan masa lalumu. Dan kau akan melihat, ooh..ternyata engkau mampu melakukan hal-hal yang jauh lebih baik.
Kunci kedua untuk memulakan hal yang baru adalah:-
2. ADAPTIF/CARA HIDUP KITA
“Lihat,Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah
tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya ?Ya aku hendak membuat jalan di
padang gurun dan sungai -sungai di padang belantara.) Yes 43: 19
Sesuatu yang baru itu berbicara tentang pembaharuan. Pembaharuan ertinya perubahan.
Tuhan mahu kita melupakan hal-hal yang lalu kerana ternyata DIA hendak melakukan hal-hal yang baru. Maka yang harus kita perhatikan adalah cara hidup kita.
Maksudnya adalah mampukah kita mengelola Perubahan atau tekanan. Contoh paling ketara dalam Alkitab tentang hal ini adalah bangsa Israel. Semasa mereka berada di Mesir dan hidup dalam perhambaan, mereka berseru kepada Tuhan meminta pertolongan alias pembaharuan/perubahan. Mereka mahu memulakan hidup yang baru sebagai orang-orang merdeka. Dan Tuhan mendengarkan mereka. Ternyata, apabila mereka masuk ke dalam proses pembaharuan tersebut, mereka tidak mampu mengelolanaya. Mereka tidak dapat menerima tekanan dan cabaran yang ada sehingga mereka memberontak kepada Tuhan. (Keluaran 14: 10-12, Kel 15: 22-26, Kel 16, Kel 17: 1-7) Bangsa Israel tidak dapat menangani tekanan yang mereka hadapi. Mereka bersungut-sungut, menyalahkan Tuhan bahkan menganggap hidup di Mesir lebih baik. Akhirnya, seluruh generasi itu tidak dapat memasuki tanah Kanaan. Mereka mati di padang gurun. Apabila kita mahu memulakan sesuatu yang baru, kita haruslah sedia mengubah cara hidup kita. Sebagai contoh, jika sekiranya seseorang hendak berhenti merokok, dia haruslah sedia menghadapi tekanan dari teman-temannya yang merokok. Pasti ada cabaran. Tapi kita hendaklah berani menghadapi semua cabaran yang menanti kita. Janganlah kita menjadi seperti bangsa Israel yang gagal mengelola tekanan. Sesungguhnya, padang gurun itu melambangkan tekanan, cabaran yang kita hadapi. Tapi janganlah kita takut kerana Tuhan berkata Dia akan membuat jalan bagi kita sehingga kita sanggup menghadapinya. Apabila kita hendak melakukan perubahan, pasti ada yang menghalanginya tetapi mari kita kuatkan hati kita supaya kita sungguh-sungguh dapat melakukan perubahan yang ingin kita lakukan kerana sesungguhnya “PERUBAHAN BUKANLAH PERUBAHAN SAMPAI TERJADI SUATU PERUBAHAN”.
Oleh itu saudara/i, marilah kita mulakan satu azam baru di awal tahun ini dengan memakai kedua kunci ini iaitu:-
1.MENGUBAH PERSPEKTIF/CARA PANDANG KITA
.. Janganlah ingat-ingat hal-hal yang dahulu, dan janganlah perhatikan hal-hal
yang dari zaman purbakala !
- Mampu mengelola masa lalu & masa depan
2.MENGUBAH ADAPTIF/CARA HIDUP KITA
.. Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru , yang sekarang sudah tumbuh,
belumkah kamu mengetahuinya? Ya aku hendak membuat jalan di padang gurun
dan sungai-sungai di padang belantara.
- Mampu mengelola perubahan/ tekanan
HALELUYA!!
Selamat tahun baru 2009
Kiranya ditahun yang baru ini,
Ada berkat Tuhan yang baru
Ada semangat yang baru
Ada komitmen yang baru dalam melayani.
Semasa saya remaja dahulu, saya pernah menyambut tahun baru dengan cara yang dunia ajarkan. Biasanya, setiap pergantian tahun, tepatnya pada jam 12 tengahmalam pada 31 Dec, adalah satu waktu yang ditunggu-tunggu oleh ramai orang. Tujuannya cuma satu iaitu, tepat jam 12 tengah malam, mereka akan terjun ke dalam air atau sungai atau laut, dan mencelupkan diri mereka ke dalam air. Tentu saja akan diteruskan dengan mandi-mandi. Apakah tujuan mereka melakukan ini? Kata mereka, dengan melakukan ini, mereka dapat menanggalkan segala perkara sial dari tahun yang sebelumnya supaya tidak terbawa ke tahun yang baru. Pakaian yang dipakai semasa mandi juga harus dibuang. Namanya juga buang sial. Ini merupakan acara yang ditunggu-tunggu oleh ramai orang. Saya juga pernah melakukannya kerana terpengaruh. Memang pada waktu itu, saya tidaklah mengenal Tuhan atau FirmanNya.
Yang amat menyedihkan adalah kepercayaan ini datang dari golongan yang mengaku percaya kepada Yesus. Perkara ini sebenarnya telah menjadi satu cemuhan dari orang-orang bukan Kristen dan bahkan menghentam iman Kristen kerana hal ini. Saya percaya, mereka yang melakukan ini tidak tahu apa yang sedang mereka lakukan kerana mereka tidak berakar dalam Firman Tuhan. Seperti saya dahulu melakukannya tanpa tahu apa-apa. Sebab itulah, apapun yang kita lakukan, yang kita hadapi, harus kembali kepada Firman Tuhan supaya kita tidak melakukan perkara yang tidak benar. Ini sangat penting kerana kita adalah umat Tuhan yang sudah ditebus. Maka, kita haruslah tahu membezakan yang mana benar atau dosa.
Jika demikian, bagaimanakah kita menanggapi pergantian tahun? Tahun baru merupakan sesuatu yang penting. Tahun baru bermakna kita memasuki satu bab baru dalam kehidupan kita. Tahun baru bermakna kita baru sahaja meninggalkan satu episod lama dalam hidup kita. Tanpa disedari, tahun baru seolah-olah memberikan satu kekuatan kepada manusia untuk memulakan sesuatu yang baru. Sedangkan, untuk memulakan sesuatu yang baru, tidak perlu menunggu permulaan tahun. Tapi hakikatnya seperti itu. Perkara ini sudah menjadi lumrah bagi kita. Kita juga menilai hidup kita setiap akhir tahun, apakah kita berjaya memperoleh impian kita atau tidak. Tentu di sepanjang tahun, kita mengalami banyak tantangan dan cabaran, juga kegagalan dan kejayaan. Sebab itu, ramai orang yang membuat azam dan tekad yang baru setiap awal tahun. Tentu saja itu adalah sesuatu yang sangat baik. Tetapi persoalannya adalah berapa ramaikah diantara kita yang dapat melaksanakan azam baru kita? Ada banyak hal yang ingin kita perbaharui dalam hidup kita tetapi setiap akhir tahun, ternyata banyak hal yang tidak berubah dalam hidup kita. Jadi, bagaimana caranya kita memulakan sesuatu yang baru? Sebagai orang percaya, persoalan ini harus kita bawa ke Firman Tuhan kerana Firman Tuhan itulah yang dapat menjawab semua persoalan kita. Marilah kita lihat di Yesaya 43: 18-19.
18-FirmanNya : ” Janganlah ingat-ingat hal-hal yang dahulu, dan janganlah perhatikan hal-hal yang dari zaman purbakala ! 19-Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru , yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya ? Ya aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara.
Haleluya! Tuhan kita adalah Tuhan yang sukakan pembaharuan. Dari pembacaan di atas, Tuhan mengajarkan kepada kita bagaimana memulakan sesuatu yang baru. Dari Firman Tuhan ini, kita menemukan dua kunci untuk memulakan sesuatu yang baru. Kunci pertama adalah :-
1.MENGUBAH PERSPEKTIF/CARA PANDANG KITA -Jangan lagi mengingat hal-hal yang dahulu atau dengan kata lain melupakan perkara-perkara yang sudah berlalu.(Yes 43: 18)
Ada dua perkara yang menghalang seseorang untuk memulai perkara baru dalam hidupnya iaitu:-
i. Pengalaman yang pahit
ii. Kesuksesan masa lalu
Pengalaman Pahit.
Ramai orang yang tidak dapat memulakan hidup yang baru kerana mereka terbelenggu dengan masa lalu mereka yang pahit. Walaupun perkara itu sudah terjadi bertahun-tahun yang lalu, namun masih membelenggu jiwanya. Mungkin perasaan tertolak dari ibubapanya, putus cinta, dikhianati seseorang, dipermalukan, dianiayai, gagal dalam pelajaran dan bermacam-macam pengalaman pahit. Oleh kerana dia tidak dapat keluar dari masa lalunya, hidupnya tidak dapat berubah. Dengan kata lain, “TIDAK MAMPU MENGELOLA MASA LALUNYA”. Untuk keluar dari belenggu ini dan membuat pembaharuan dalam hidup kita, kita haruslah melupakan semua kepahitan kita yang lalu. Kita tidak boleh terus-menerus hidup dengan masa lalu kita, menangisi penderitaan, kegagalan, kekecewaan kita, kesalahan dan kelalaian kita. Ada orang yang terus-menerus mengingati dan menangisi masa lalunya dan menganggap bahawa dirinya adalah manusia paling kasihan dan malang di dunia ini. Seandainya saja kita membuka mata kita luas-luas, kita akan dapati bahawa ada begitu ramai orang yang jauh lebih menderita dari kita. Sebab itu, kita harus mengubah cara fikir kita. Apa yang perlu kita lakukan adalah “BELAJAR DARI MASA LALU KITA”. Setiap manusia akan melakukan kesilapan dan kesalahan dalam hidupnya tetapi yang membezakannya adalah apabila ia mahu belajar dari kesilapan tersebut. Melupakan kepahitan masa lalu kita bermakna kepahitan itu tidak menyakitkan kita lagi apabila teringatkannya. Sebab itu, marilah kita melupakan semua perkara yang negative di tahun lalu atau tahun-tahun sebelumnya supaya kita dapat memulakan perkara baru yang ingin kita lakukan.
KESUKSESAN MASA LALU
Perkara kedua yang menghalang seseorang untuk memulakan perkara baru dalam hidupnya adalah kesuksesan masa lalunya. Ramai orang tidak dapat mencapai hal-hal yang lebih gemilang kerana kejayaan masa lalunya. Dia masih bernostalgia dengan kejayaan masa lalunya. Contohnya seperti kekayaan masa lalunya, kehebatan, kebahagiaan, kehormatan, bahkan pengalaman rohani masa lalunya. Tetapi yang harus kita lakukan adalah melupakan semua yang lama samada yang pahit atau yang manis.
If your Past Success still looks big to you,then you are DOING NOTHING TODAY !
[ Michael Gorbachev ]
Statement dari Michael Gorbachev ini sangat tepat. Seandainya kita masih beranggapan bahawa kejayaan lalu kita masih kelihatan hebat, sebenarnya kita sudah tidak melakukan apa-apa hari ini. Kejayaan lalu adalah perkara yang sudah berlalu, dan kita tidak hidup di waktu itu lagi. Kita hidup HARI INI. Seandainya kita sudah merasa puas dengan pencapaian kita, maka kita tidak akan dapat melakukan hal-hal yang lebih baik. Benarlah statement ini, “The Enemy of BEST thing is all of your GOOD things .” Musuh bagi hal-hal yang terbaik dalam hidup kita adalah hal-hal baik yang kita miliki. Saudara/i, jika anda mahu melakukan hal-hal yang lebih hebat, sila tinggalkan kejayaan masa lalumu. Dan kau akan melihat, ooh..ternyata engkau mampu melakukan hal-hal yang jauh lebih baik.
Kunci kedua untuk memulakan hal yang baru adalah:-
2. ADAPTIF/CARA HIDUP KITA
“Lihat,Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah
tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya ?Ya aku hendak membuat jalan di
padang gurun dan sungai -sungai di padang belantara.) Yes 43: 19
Sesuatu yang baru itu berbicara tentang pembaharuan. Pembaharuan ertinya perubahan.
Tuhan mahu kita melupakan hal-hal yang lalu kerana ternyata DIA hendak melakukan hal-hal yang baru. Maka yang harus kita perhatikan adalah cara hidup kita.
Maksudnya adalah mampukah kita mengelola Perubahan atau tekanan. Contoh paling ketara dalam Alkitab tentang hal ini adalah bangsa Israel. Semasa mereka berada di Mesir dan hidup dalam perhambaan, mereka berseru kepada Tuhan meminta pertolongan alias pembaharuan/perubahan. Mereka mahu memulakan hidup yang baru sebagai orang-orang merdeka. Dan Tuhan mendengarkan mereka. Ternyata, apabila mereka masuk ke dalam proses pembaharuan tersebut, mereka tidak mampu mengelolanaya. Mereka tidak dapat menerima tekanan dan cabaran yang ada sehingga mereka memberontak kepada Tuhan. (Keluaran 14: 10-12, Kel 15: 22-26, Kel 16, Kel 17: 1-7) Bangsa Israel tidak dapat menangani tekanan yang mereka hadapi. Mereka bersungut-sungut, menyalahkan Tuhan bahkan menganggap hidup di Mesir lebih baik. Akhirnya, seluruh generasi itu tidak dapat memasuki tanah Kanaan. Mereka mati di padang gurun. Apabila kita mahu memulakan sesuatu yang baru, kita haruslah sedia mengubah cara hidup kita. Sebagai contoh, jika sekiranya seseorang hendak berhenti merokok, dia haruslah sedia menghadapi tekanan dari teman-temannya yang merokok. Pasti ada cabaran. Tapi kita hendaklah berani menghadapi semua cabaran yang menanti kita. Janganlah kita menjadi seperti bangsa Israel yang gagal mengelola tekanan. Sesungguhnya, padang gurun itu melambangkan tekanan, cabaran yang kita hadapi. Tapi janganlah kita takut kerana Tuhan berkata Dia akan membuat jalan bagi kita sehingga kita sanggup menghadapinya. Apabila kita hendak melakukan perubahan, pasti ada yang menghalanginya tetapi mari kita kuatkan hati kita supaya kita sungguh-sungguh dapat melakukan perubahan yang ingin kita lakukan kerana sesungguhnya “PERUBAHAN BUKANLAH PERUBAHAN SAMPAI TERJADI SUATU PERUBAHAN”.
Oleh itu saudara/i, marilah kita mulakan satu azam baru di awal tahun ini dengan memakai kedua kunci ini iaitu:-
1.MENGUBAH PERSPEKTIF/CARA PANDANG KITA
.. Janganlah ingat-ingat hal-hal yang dahulu, dan janganlah perhatikan hal-hal
yang dari zaman purbakala !
- Mampu mengelola masa lalu & masa depan
2.MENGUBAH ADAPTIF/CARA HIDUP KITA
.. Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru , yang sekarang sudah tumbuh,
belumkah kamu mengetahuinya? Ya aku hendak membuat jalan di padang gurun
dan sungai-sungai di padang belantara.
- Mampu mengelola perubahan/ tekanan
HALELUYA!!
Selamat tahun baru 2009
Kiranya ditahun yang baru ini,
Ada berkat Tuhan yang baru
Ada semangat yang baru
Ada komitmen yang baru dalam melayani.
Subscribe to:
Posts (Atom)